The Wedding

16.2K 444 3
                                        


   Setelah pertemuan Sasya dengan keluarganya David yang berjalan tidak baik. David pun mempercepat tanggal pernikahan mereka. Hanya mengundang teman dan kerabat saja.

   Dan di sinilah Sasya, sedang dirias di samping calon anak tirinya. Sunny sangat cantik hari ini, dia mengenakkan dress putih sepanjang lutut yang bermotif bunga-bunga serta terdapat pita dibagian pinggangnya.

   Begitu pula Sasya, dia sangatlah anggun di hari pernikahannya. Dia mengenakan dress putih yang panjang sekali dan tidak berlengan.

   Mereka berdua nampak seperti Queen and the Princess. Kevin, anak keduanya David dan Fillia terlihat sangat bahagia karena dia akan memiliki ibu lagi, tapi Sunny yang mengetahui ayahnya akan menikah dengan Aunty nya terlihat sangat tidak bahagia.

   "Sunny!!!" Tiba-tiba ada yang membuka pintu ruangan rias perempuan ini, ternyata itu adalah Kevin-- anak David yang berumur 4 tahun.

   "Hey Kevin? ada apa?" Tanya Sunny setelah selesai didandani.

   "Lihat! aku dikasih kado sama papa." Kata Kevin seraya memamerkan kado besar yang diberikan David.

   "Wow! Aku juga dapat?" Kata Sunny senang.

   "Kata papa, kau akan dapat tapi setelah kau berkata 'Aku senang karena aunty Sasya akan jadi ibuku' gitu." Jelas Kevin polos, dia tidak mengetahui kalau kakaknya itu tidak senang dengan pernikahan ini.

   Setelah Kevin berkata seperti itu, raut wajah Sunny berubah seketika dan menatap Sasya dengan tatapan yang begitu dingin menusuk penuh kebencian dan pergi begitu saja meninggalkan Sasya dan Kevin.

   Dan akhirnya, Sasya sendiri lagi. Kevin pergi mengejar Sunny dan para perias sudah pada keluar dari ruang rias. Sasya hanya mengembuskan nafas panjang.

   Dulu Sunny memang dekat sekali dengan Sasya, bahkan Sunny sering menginap di rumah Sasya. Tapi sekarang, ia membenci Sasya karena telah menggantikan atau bisa dibilang merebut posisi ibunya. Sasya yang tahu tentang kebenaran itu hanya bisa menghembuskan nafas berat.

   ****

   Akhirnya resepsi pernikahan Sasya dan David selesai, pesta pernikahan ini memang tidak terlalu istimewa dan glamour. Pestanya hanya sederhana. Dihotel, ada banyak hidangan, ada altar dan ada panggung, hanya itu. Sederhana bukan?

   Sasya memasuki kamar hotelnya. Tetapi saat ia masuk kamar, David juga ikut masuk ke kamar ini.

   "Kau mau ngapain?!" Pekik Sasya saat melihat David yang dengan cueknya berjalan ke kamar mandi.

   "Mandi." Katanya singkat.

   Setelah sekitar tiga puluh menit berlalu, akhirnya David keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggangnya sampai betis.

   Badannya yang sixpack karena sering berolahraga membuat Sasya makin melongo. Rambut yang bercucuran air karena habis mandi pun menambah ketampanannya.

   'Jeez, Badannya bagus banget. Seberapa sering dia berolahraga ya? Jadi mau pegang roti sobek miliknya.' Batin Sasya.

   "Hey, Kalau bengong jangan lupa tutup mulutmu, nanti air liurmu menetes." Perkataan David langsung membuat kesadaran Sasya kembali.

   Jlebb

    Pipi Sasya langsung merah merona karena malu.

   "Apaan sih! Ga lucu!" Kata Sasya lalu dia berjalan ke kamar mandi.

   Sasya sudah keluar dari kamar mandi sudah mengenakan hot pants dan t-shirtnya.

   Saat Sasya mengalihkan pandangannya ke arah tempat tidur, ia membelalakan matanya melihat David yang tertidur di kasurnya.

   "David! Bangun.. Aku mau tidur." Kata Sasya seraya memukul pelan bahu David.

   "Tidur ya tinggal tidur." Jawab David enteng saat membuka matanya dan kembali menutup matanya setelah berkata seperti itu.

   "Ya kau kan pasti punya kamar sendiri! Kenapa harus tidur di kamarku?" Kata Sasya.

   "Memangnya kalau sudah bersuami istri itu tidurnya pisah ranjang?" Tanya David sambil memejamkan mata.

   "Tidak." Jawab Sasya polos.

   "Ya sudah, kita suami istri kan?" Kata David. Seakan baru menyadari, Sasya langsung mendelik kaget.

   "Ihh, pokoknya aku mau tidur sendiri! tidak dengan kau!!! Sanaaaa!" Kata Sasya sambil mengguncangkan tubuh David.

   "Yaudah kalau tidak mau, kau tidur saja sana di sofa atau di lantai." Kata David cuek kembali memejamkan matanya.

   Sasya melihat kearah sofa yang berukuran kecil dan tidak akan muat untuk tubuhnya. Ia akan merasa sakit saat bangun nanti, begitu juga di lantai. Dan ia akhirnya melihat ke kasur di mana terdapat laki-laki tampan itu.

   Terpaksa Sasya akhirnya tidur satu ranjang dengan David, tidak ada pilihan lain. Daripada ia menderita sakit di sekujur tubuhnya nanti.

   ****

   Pagi ini cuaca sangat cerah, Sasya yang sudah bangun terlebih dahulu segera membuka gorden yang menutupi jendela. Matahari menyeruak masuk ke dalam kamar, David mengerjapkan matanya berkali-kali karena terkena silaunya sinar matahari.

   "Bangun! Sudah pagi, kau harus ke kantor kan? Aku sudah memasakkanmu makanan." Kata Sasya.

   "five minute again please! tolong tutup kembali gordennya!" Kata David kembali bergulung di tempat tidur.

   "Hey! Cepat mandi, nanti kesiangan!" Kata Sasya seraya menyingkirkan selimut yang digunakan David untuk menutupi seluruh badannya dari sinar matahari.

   "Okey!" Kata David akhirnya setelah susah payah Sasya membangunkannya berkali-kali.

   Giliran baru bangun tidur saja baiknya. Kalau sudah mandi pasti kambuh lagi tuh sifat angkuhnya.

The Power Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang