Tujuh

4.6K 299 17
                                        

Are we too late? Do not we have a chance?
I still think about you and you might know this.
Is it finally this?
☆Ji Sun- What Should I do☆

Maret 2009

Dia adalah seseorang yang selalu menatap langit.
Baginya, senja sangatlah indah.

Ia selalu Mereka - reka seperti apa lagi jingga yang terang diujung sana.

Bagimu Senja begitu indah...
Sehingga kau tak tertarik dengan gelapnya malam.

Lalu bagaimana kau melihatku?

Aku bintang yang bersinar diantara gelapnya malam.

Aku bintang yang kilaunya selalu tak terlihat dimatamu.

Aku bintang yang selalu melihatmu saat kau menghitung waktu memburu pagi agar bisa bertemu senjamu.

Mungkin selamanya akan selalu seperti itu.

Aku tak mampu bersinar seterang matahari sehingga dapat membuat senja pekat dimatamu.

Aku hanya sebuah bintang.
Tapi ketika kau menginginkan sebuah keajaiban, mungkin aku yang akan jatuh lebih dulu. Menangis dan memohon keajaiban untukmu.

☆☆☆☆☆

"Anak Cheer yang sering di omongin anak basket sama cowok dikelas gue, dan sahabat dari sahabat gue, Shilla"

Yasmin tersenyum tipis, ucapan pria itu masih tengiang - ngiang ditelinganya.

Ia menunduk, berpura - pura konsen pada novel baru miliknya, semoga semua orang tertipu, itu yang gadis itu harapkan.

Sesekali matanya melirik kearah lapangan Basket didepannya, menatap Juna dari kejauhan. Menatap pria itu dari bawah pohon rindang yang berada dipinggir lapangan. Menatap pria itu secara sembunyi sembunyi.

"Sekarang gue tau kenapa lo sama Shilla bisa sahabatan"

Yasmin hampir saja ingin melonjak karena sebuah suara menganggetkannya.

Ia menoleh sambil mengatur nafas menatap sosok yang sekarang duduk disampingnya, pria itu tersenyum.

"Lo sama dia sama sama suka baca novel romance" ucap pria itu.

Yasmin sedikit memajukan wajahnya, menatap Kevin yang sedari tadi tersenyum .

"Sekarang gue yang gak tau kenapa Shilla mau deket deket sama lo, lo itu selalu dateng tiba tiba" ucapnya.

Gadis itu memicingkan matanya sambil menatap Kevin, "Dan itu bikin orang jantungan"

Kevin yang mendengarnya hanya tertawa. Ia menarik novel yang sedari tadi berada ditangan yasmin. Ia tersenyum tipis.
"Ada yang pernah bilang sama gue, kalau lo suka sama sesuatu, lo gak butuh alasan"

"Gak semua suka itu butuh alasan Vin"

Kevin teringat ucapan Shilla, gadis yang selalu ia repotkan.

"Siapa?"

Kevin hanya tersenyum dan mengedikan bahunya, "seorang nona serba tau yang kadang sering nyebelin" ucapnya lalu memberikan novel itu kembali ketangan yasmin

Yasmin hanya menganggukan kepala, tak berniat melanjutkan topik tersebut. Ia memilih untuk berpura - pura membaca novelnya dan melirik kearah Juna.

After SunshineTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang