Kasih, cinta itu tak pernah bersyarat.
Kedatangannya sesuai takdir.
-☆-
Agustus 2009
Aku ingin merasakan cinta yang sederhana.
Dimana kau yang mencintaiku lebih dulu.
Disusul dengan aku yang jatuh cinta padamu.
Lalu kita berkencan dengan cara yang sederhana namun bahagia.
Memesan makanan yang kita inginkan.
Bertengkar hanya karena sibuk menentukan siapa yang akan membayar di kencan kali ini.
Menonton film dengan memakan popcorn manis.
Menyimpan tiket bioskop yang pernah kita tonton.
Lalu merayakan hari jadi disetiap tahunnya.
Aku ingin merasakan cinta dengan cara seperti itu, dengan cara yang sederhana namun terkesan luar biasa.
Bukan hanya menatap punggungmu dan menyimpan rasa dalam diamku.
Jika nanti ada kesempatan,
Jika nanti kita berpisah dan bertemu kembali,pastikan jika kau yang terlebih dulu mencintaiku.
Karena pada saat itu, aku ingin mencintai dengan sederhana.
☆☆☆☆☆
"Lo udah makan?"
Juna menatap Shilla yang tengah tidur di pangkuannya, gadis itu tersenyum simpul dan mengangguk. Juna tersenyum mengetahuinya, ia menepuk-nepuk pundak Shilla sesekali mengelusnya dengan hangat, dan Shilla suka itu, bersama Juna ia selalu merasa nyaman.
"Apa lo selalu kayak gini?" Tanya Shilla pada Juna.
Juna mengerutkan alisnya tak mengerti apa yang Shilla maksud.
Shilla melepaskan tangan Juna dari bahunya, ia bangun dan duduk disamping pria itu, matanya menatap langit malam yang gelap.
"Senyum manis, pelukan hangat, tatapan teduh, suasana romantis," Shilla merapatkan mantelnya yang tebal berwarna abu-abu tak membiarkan angin malam membuatnya kedinginan.
Shilla melipat tangannya didepan dada dan memicingkan matanya. "Apa lo selalu kayak gini sama semua cewek lo?"
"Hah?" Juna mengerjap - ngerjapkan matanya, sedetik kemudian tertawa karena mengerti kemana arah tujuan pembicaraan gadis itu.
Shilla jengkel melihat reaksi pria itu. "Gue rasa dugaan gue bener, lo tipe tipe orang yang mata keranjang, ah gue kenal lo luar dalem.. udah pasti lo..."
"Enggak kesemua cewek," potong Juna.
Shilla menatap Juna dengan tatapan datar, seolah tak percaya dengan apa yang pria itu katakan. "Gue kenal lo luar dalem."
"Cuma kebeberapa cewek yang bener bener gue suka," Juna tersenyum lalu mengacak - acak rambut gadis itu.
"Lo ngelakuinnya ke semua cewek,gue yakin itu,"
"Cuma ke beberapa Shill,"
Shilla menoyor dahi pria itu. "Lo fikir gue bodoh? Lo selalu ngelakuin itu ke gue, lo selalu ngebuat gue kayak ratu, kalo lo bilang lo cuma ngelakuin hal itu ke beberapa cewek yang lo bener-bener suka, terus kenapa lo ngelakuin itu ke gue?"
"Jadi satu satunya alesan lo ngelakuin ini ke gue ya karena lo ngelakuin ini ke semua..."
"Perempuan, ya gue lakuin itu kesemua perempuan tanpa terkecuali, puas?" Potong Juna dengan nada bicara yang kesal.
"Diotak lo ini kenapa gue terkesan playboy banget sih? Hah?" Juna mengetuk ngetuk dahi Shilla dengan kuat, membuat gadis itu meringis.
"Apa di otak lo ini gue juga mesum hah? Gue ciuman sama semua cewek yang pernah jadi pacar gue, apa di otak lo gue kayak gitu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
After Sunshine
Novela JuvenilUntuk seseorang yang mengira melupakan adalah jalan terbaik. Jawab aku. Mengapa diam diam gadis itu masih bertanya tanya mengapa dirinya terlupakan? Cover by salsabilandita
