Baca nya sambil dengerin lagu ya di mulmed .
Biasakan vote sebelum membaca :))
*
Author POV
*
H-21 a wedding day's
Kenyataan benar benar menampar clara telak !
Hari ini . Hari yang harus nya membahagiakan untuk clara malah membuat hati nya terpuruk . Ia masih terbaring lemas di kasur nya . Mata nya menelusuri jendela yang terbuka lebar yang membuat cahaya matahari masuk ke dalam . Suara riuh di halaman rumah sakit ini sukses membuatnya penasaran dan ingin mencoba bangkit dari kasur nya dan berjalan menuju jendela .
Clara pun berhasil bangkit dan berjalan pelan sambil menggeser tihang infus nya . mata nya menelusuri halaman rumah sakit yang terlihat sedikit ramai . tapi matanya tertuju pada dua orang yang sedang duduk di kursi panjang di halaman rumah sakit . Dan clara lihat di pinggir kursi tersebut tergeletak kursi roda kosong . clara menebak pasti dua orang itu adalah sepasang kekasih . Terlihat dari betapa hangat nya mereka saling berpandangan , bagaimana cara mereka bergurai . Yahh sangat manis . clara melihat wanita itu mengenakan pakaian rumah sakit sama seperti nya . Pandangan nya menatap lirih pada wanita itu . Kasus nya mungkin sama dengan wanita itu . namun mungkin bedanya wanita itu tidak sendirian menghadapi penyakit nya . air mulai menggenang di pelupuk matanya . Ia mengedahkan kepalanya keatas mencoba menahan genangan air itu tak jatuh di pipinya . Tapi sangat sulit baginya menahan tangis sampai akhirnya air mata itu jatuh juga .
Dadanya sakit , tapi bukan sakit karna penyakit nya . Sakit karna clara merasa iri pada wanita itu . apakah radit akan menemani nya di masa masa sulit seperti saat ini jika ia mengetahui keaadaan clara yang sebenar nya ? Atau mungkin menjauh perlahan hingga akhir nya pergi ? Clara tak ingin itu terjadi . Perasaanya pada radit terlalu dalam . Tapi semua itu tak ada artinya lagi bagi clara . Sekarang keadaanya semakin memburuk . Mungkin cepat atau lambat akhirnya radit akan pergi juga . Meninggalkan nya sendirian , mungkin hingga akhirnya clara pun pergi . Pergi selamanya . Dari dunia ini .
"Ra kamu udah siap?" usapan hangat di punggung nya membuat clara langsung mengusap pipi nya yang basah akibat tangis.
"Clara ga tau pah" bibir clara bergetar "clara takut"
Hari ini hari pertama nya melakukan kemoterapi . Jujur dalam hati nya ia sangat ingin sekali menolak . Tapi mengingat keadaanya yang semakin memburuk , tak ada pilihan lain selain kemoterapi . Clara hanya bisa pasrah dan berdoa .
Tangan papah nya beralih pada puncak kepala nya . Papah nya menarik nafas berat lalu membuang nya .
"Ra , papah tau kamu itu gadis yang kuat" katanya mencoba menguatkan clara "kamu ga akan menyerah kan , hanya karna situasi seperti ini ?" Clara menggeleng , papah nya benar , clara tidak mungkin menyerah begitu saja hanya karena rasa takut . Sudah sejauh ini ia berjuang , apa semudah ini juga ia mengangkat tangan ?
"Tapi gimana sama radit pah?"
"Kamu sayang kan sama dia ra ? Kamu harus rela melepaskanya"
"Ngga pah clara ga mau lepasin dia"
"Ini demi kebaikan kamu ra . Inget kamu harus fokus pada penyembuhan ini . Jika kamu memang berjodoh sama dia , tuhan tak akan tega memisahkan kalian terlalu lama"
Lagi lagi ayah nya benar . Clara tak boleh egois mempertahan kan cinta yang mungkin saja kelak akan menyakiti salah satu dari mereka . Tuhan itu adil . Jika mereka memang berjodoh tuhan tak akan membiarkan mereka terpisah terlalu lama
