H-8 a wedding day's
Keesokan hari nya fani datang lagi mengunjungi rumah clara , kembali membawa parsel yang kemarin tidak sempat ia berikan kepada ibu clara.
"Eh nak fani" ucap ibu clara ketika membuka pintu .
Fani tersenyum "apa kabar bu ?" tanya nya
"Baik , ayo masuk"
Fani pun masuk ke dalam rumah tempat bermain masa kecil nya dulu bersama clara . Semua tampak masih sama seperti dulu . sofa , meja , nakas lengkap dengan kap lampu berwarna biru tosca , guci hiasan , lukisan , dan juga foto foto yang tergantung manis di dinding .
"Mau minum apa nak fani?" Tanya ibu clara menawarkan .
Fani hanya menggeleng "gausah bu fani cuma sebentar ko , oh iyah ini fani bawain buah buahan buat ibu" tangan nya bergerak menyerahkan parsel itu .
"Oh baiklah nak , terimakasih loh buah nya . Jadi ada apa nak fani berkunjung ke rumah ibu?" Tanya nya sedikit heran.
"Fani cuman mau menjenguk ibu ko dan.." katanya menggantung .
"Dan?"
"Fani ingin menanyakan tentang clara"
Wajah ibu clara terlihat kaget , terlihat dari ekpresinya tapi sedetik berikutnya ekpresinya berubah tenang . Sambil tersenyum hampir seperti di paksakan ia pun menjawab
"maafin clara ya fan mungkin clara lupa bilang sama kamu kalo dia melanjutkan studi-nya di jerman" ibu clara tersenyum samar sambil menundukan kepala tapi fani masih bisa melihat ekpresi ibu clara seperti sedang meringis , berbicara sangat pelan hingga kalimat akhirnya terdengar sedikit bergetar .
Fani sadar ada sesuatu yang salah disini , ia yakin ada sesuatu yang ibu clara sedang sembunyikan darinya saat ini . Maka dari itu dengan refleks ia menggerakan tangan nya untuk menggengam tangan ibu clara .
"kenapa bu ?" Tanya nya , wajah ibu clara mendongkak "kenapa ibu terlihat sedih , apa ada sesuatu yang terjadi dengan clara? Ibu mau cerita sama fani?"
"Ngga fan ibu cuman .. cuman kangen aja sama dia" kini genangan air mata sudah terlihat di pelupuk mata ibu clara . Fani yang melihat nya merasa iba lalu ia mendekat dan memeluk ibu teman baik nya itu .
*
Clara POV
"clara"
Aku sedang berada di taman rumah sakit , terduduk di kursi roda ku sambil menikmati hembusan angin sore yang menyejukan saat akhirnya sebuah suara terdengar mengucapkan namaku .
Akupun menoleh . Itu ibuku .
Ia terlihat cemas melihat ku berada di luar ruangan dengan tidak adanya suster yang menemani .
"Sedang apa kamu di luar ra , ayo masuk . Angin kencang tidak baik untuk mu" ibu ku hendak mendorong kursi rodaku kembali kedalam sampai akhir nya aku menahan nya .
"Clara bosan bu di kamar terus , clara sudah izin ko sama suster" aku tersenyum lemah . untung nya ibu mengerti dan menemani ku di taman .
selanjutnya ia memakai kan ku kupluk rajut tebal di kepala ku . Kalian tau ? Kini aku benar benar sudah tidak memiliki rambut , rambut ku habis dan sekarang aku benar benar botak .
"Kamu belum minum obat kan sayang ? Sebentar ibu ambil kan kamu bubur dan obat dulu . Kamu tunggu disini" aku tersenyum sambil mengangguk dan setelah itu ibu berlalu .
angin sore ini terasa kencang dan dingin sekali , aku segera merapatkan jaket tebal , syal dan tak lupa juga dengan kupluk yang ibu pakai kan tadi .
Aku menarik kupluk ku hingga menutupi telinga .
Haha , sesaat aku menertawakan diriku sendiri yang botak ini dalam hati . Padahal dulu aku sangat benci sekali dengan orang yang botak . menurut ku orang botak itu sangat menggelikan dengan kepalanya yang mengkilap tanpa adanya rambut rambut yang membuat kepala terlihat indah . Tapi lihat aku sekarang ? Sekarang malah aku yang terlihat menggelikan karna botak .
Karma benar benar nyata !
Aku kembali menertawakan diriku sendiri dalam hati .
mungkin ini sudah menjadi takdir ku .
Aku jadi teringat radit . Aku merindukanya . Tidak ! Tapi -sangat merindukanya . Kira kira ia sedang apa ya saat ini ? Sudah makan apa belum ?
Tapi , untuk apa aku memikirnya saat ini ? Aku yakin ia membenci ku sekarang karna aku meninggalkan nya melanjutkan studi di jerman . Haha -lagi lagi aku berbohong padanya .
Saat ini aku hanya bisa berdoa pada tuhan . Jika memang aku masih di beri waktu panjang untuk hidup aku berdoa semoga jika nanti aku sembuh dan sudah di bolehkan pulang , aku akan langsung ke rumah nya memberi kejutan lalu memeluknya erat dan mengatakan bahwa aku sangat mencintainya .
Semoga tuhan mendengar doa doa ku. Amin
Aku menutup mataku sejenak , merasakan hembusan angin membelai wajah ku tapi tiba tiba aku merasakan kepala ku berdenyut hebat . Sakit sekali rasanya hingga aku memegangi kepala ku erat . aku mencoba memanggil suster tapi rasanya semakin aku banyak bergerak kepala ku semakin sakit , dan bisa aku rasakan ada cairan kental yang mengalir lewat hidung ku dengan reflek aku mengusapnya . Itu darah !
Lalu selanjutnya pendengaran menjadi samar .
"Ra..dit" ucapku ku lirih . Aku terjatuh dari kursi rodaku . Dengan samar aku mendengar suara ibu ku menjerit menyerukan namaku . Tapi aku tak bisa , tak bisa berbuat apa apa . Aku benar benar lemas .
Oh tuhan apakah aku akan mati sekarang ? Ya tuhan kumohon jangan ambil dulu nyawaku . Aku belum sempat mengatakan yang sejujur nya pada radit . Aku belum sempat mengatakan bahwa aku.. sangat mencita nya -untuk terakhir kali nya .
Tapi sedetik berikut nya , aku tak merasakan apa apa , semuanya gelap !
Author POV
"Ra.. clara bangun ra" ucap ibu clara sambil menangis lirih .
"Suster tolong anak saya sus" lalu setelah itu suster membawa clara ke dalam ruang ICU . Ketika berada tepat di depan pintu ICU suster menghentikan langkah ibu clara .
"Maaf bu , ibu tidak boleh masuk"
"Sus saya mohon selamatkan anak saya sus saya mohon" ucap ibu clara dengan air mata yang tak henti henti nya mengalir .
"kami akan mengusahakan semampu kami bu" lalu setelah itu pintu ruang ICU ditutup . Ibu clara bersender di dinding dekat ruang ICU dengan tangis . Kaki nya bergetar seakan tubuh nya sebentar lagi ambruk karena kaki nya sudah tak mampu lagi menopang berat tubuh nya .
Dengan lemas ibu clara berjalan ke tempat duduk panjang yang berada di dekat ruang ICU dan segera menghubungi suami nya dan bella .
Beberapa menit kemudian suami dan anak bungsu nya pun sampai dan terkejut melihat ibu clara sudah bersender lemas di kursi panjang dekat ruang ICU .
"Ka clara kenapa bu ?" Ucap bella cemas disusul oleh pertanyaan suaminya yang sama . Ia tidak bisa berkata apa apa selain menceritakan dengan singkat apa yang baru saja terjadi pada anak sulung itu . Suami dan anak bungsu nya terlihat kaget lalu mencoba menenangkan dan mengatakan bahwa clara pasti akan baik baik saja .
1jam , 2jam mereka masih menunggu dokter keluar . Tapi belum ada tanda tanda seseorang membuka pintu hingga akhir nya seorang pria paruh baya berjas putih keluar dari ruang ICU tersebut . Segera ibu clara bangkit dan menghampiri dokter .
"Bagaimana keadaan anak saya dok , anak saya baik baik saja kan dok ?" Ucap ibu clara histeris .
Dokter hanya menatap iba pada ibu clara sebelum akhirnya ia mengatakan .
"Maaf bu , tapi.. anak ibu koma"
***
A/n:
tadinya aku mau buat chap ini jadi ending tapi sayang masih ada sisa 7 hari lagi buat hari pernikahan clara sama radit haha . Maaf ketidak telitian saya jika banyak typo bertebaran dimana dimana .
Ps: malam , dingin , kantuk , doa dan terlelap .
(Minggu , 28 agustus 2016 21:40)
