chapter 16

70 5 0
                                        

H-25 a wedding day's

Ku ketukan jari jemari ku yang lentik di meja rias yang berada di kamar hotel ini . Bosan . tidak ! Sangat bosan . Ini hari terakhirku di bali tapi aku habis kan dengan hanya Berdiam di kamar hotel sendirian.  Catat ! SENDIRIAN .

Waktu menunjukan pukul 10.43 saat aku melirik jam di nakas . Itu artinya sebentar lagi jam 11 siang . Ku ambil ponsel ku yang ku taruh tak jauh di meja rias . Ku cari kontak seseorang langsung ku tekan tombol hijau di layar . terdengar nada sambung agak lama sebelum seseorang dari sebrang sana membalas .

"Iya halo sayang?"

"Dit emang masih lama ya?"

tadi pagi pagi sekali ku lihat fani sudah terlihat rapih . Saat ku tanya ia mau kemana . Dia cuman bilang "rara sayang . Hari ini aku bang rama sama radit mau beli oleh oleh dulu buat temen temen yang ada di jakarta . Nah berhubung lo masih sakit mending lo di nunggu aja di sini ga bakal lama ko . Lo mau nitip apa?" . Aku hanya mendengus kesal saat fani menutup pintu kamar dan tak lama radit datang dan mengatakan hal yang sama seperti fani tadi . Aku terus memohon pada
radit agar aku boleh ikut tapi dia melarang dengan embel embel 'ntar kamu kecapean terus sakit lagi . Aku khawatir' . Dengan menghembuskan nafas kasar , aku hanya bisa mengangguk dan meng-iya kan perkataan radit .

"Kita baru aja sampe di toko souvenir . Kamu butuh sesuatu . Kamu mau titip apa? Kamu lapar?"

"Aku bosen radit sendirian dikamar . Aku susul kalian aja yah ? Aku udah sehat ko"

"Jangan sayang , aku bentar lagi pulang ko . Ehmm setengah jam lagi aku sampe . Kamu mau titip apa?"

Lagi lagi aku mendengus kesal .

"Ngga ga usah dit" segera ku tutup telepon tanpa menunggu balasan radit . Aku benar benar kesal . Padahal saat ini aku sudah benar benar sembuh . Ku taruh kembali ponsel ku di tempat nya semula . Tiba tiba alunan lagi daydreamin milik ariana grande mengalun di ponsel ku . Ku ambil kembali benda berbentuk persegi panjang pipih itu dan melihat ada panggilan masuk dari radit . Karna aku masih merasa kesal . Tak kuangkat panggilan radit dan memilih meletakan nya kembali ke tempat nya semula . Beberapa menit kemudian ponsel ku kembali bergetar  . Kali ini sebuah pesan masuk ke ponsel ku 

Raditya arnandika

Jangan marah sayang . setengah jam lagi nyampe ko di hotel .

Aku tatap malas pesan yang baru saja masuk ke ponsel ku itu lalu mengetikan balasan kepada radit .

clara S.G

Serah

Sent .

Beberapa menit kemudian tak ada satupun balasan dari radit . aku benar benar kesal . Aku beranjak dari meja rias dan berjalan pelan menuju ranjang dan membanting tubuh ku kasar ke kasur . Hari ini rasanya hari terburuk sepanjang hidup ku. Lama kelamaan mataku mulai berat . Dan dalam posisi memeluk guling aku pun terlelap .

*

Aku terbangun saat ku rasakan perut ku keroncongan . Aku Segera bangkit dan mengelus perut ku perlahan . Aku baru ingat kalo aku belum makan dari pagi .

Ku edarkan pandangan ku ke sekitar . Sepi . Tak ada seorangpun disini. Akupun menarik kesimpulan bahwa fani, bang rama dan radit belum pulang .

Akupun bangkit dari ranjang sambil mengucek mataku pelan dan menguap . Lalu meraih ponsel yang tergeletak di meja rias . ada 5 missedcall dan 3 message yang isinya hampir sama dari radit .

Sayang maaf aku ga bisa pulang ke hotel setengah jam lagi . Soalnya mama tiba tiba nitip pesenan kain .

Aku hanya bisa mendengus membaca pesan dari radit beberapa jam lalu , Saat aku sedang tidur .

My DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang