H-10 a wedding day's
Tok..tok...tok
ibu clara yang sedang memotong bawang pun segera menghentikan aktifitasnya saat mendengar suara ketukan pintu , lantas ia mencuci tangan lalu segera berjalan menuju pIntu .
"Iya sebentar" ucapnya sambil membuka celemek yang ia kenakan .
"Siang bu" ucap nya sambil tersenyum , mata ibu clara terbelalak saat membuka pintu .
"Radit!"
*
Ibu clara berjalan di lorong rumah sakit dengan tatapan kosong . fikiran nya berkecamuk , saat ini beban fikiran yang besar benar benar membebani kepalanya . Dan semua beban itu hanya tertuju pada satu nama , clara .
Prankk..
Dari jarak beberapa meter ia mengdengar suara benda pecah . Karna kaget sontak ia pun berlari menuju sumber suara , ia cemas jika suara itu berasal dari kamar rawat clara . Kini ia sudah tepat berada di depan pintu kamar rawat clara . Suara keras seseorang terdengar begitu sakit dan menyedihkan masuk ke dalam pendengar nya .
"Ngga sus , saya mohon sus saya gak mau di kemo lagi " suaranya dengan isakan tangis.
"Tapi mba ini demi kesembuhan mba , ayo mba dokter sudah menunggu di ruang kemo"
"Ngga sus , saya gamauu.. saya sudah gak tahan rasain sakit itu lagi . Saya mohon sus" suara itu menangis merintih dan terdengar menyedihkan .
Disinilah ibu clara berdiri mematung di tepat di balik pintu rawat anak nya . Ia tidak berani sama sekalii membukanya . Hati nya benar benar tersayat dan perih mendengar kata demi kata tadi yang ia dengar .
Tangan nya perlahan meraih gagang pintu dan dengan satu tetes air mata nya yang menetes iapun membuka pintu rawat clara .
Ia berjalan mendekati ranjang anak nya dan segera memeluk anak sulung nya itu erat . Sangat erat .
"Ibu aku ga mau di kemo lagi" adu clara pada ibu seperti anak kecil dengan tangisan di pelukan ibu nya . "Aku gamau rasain sakit itu lagi bu . Aku mohon bilang sama suster suruh dia pergi bu" . dengan tatapan mata ia mencoba memberi isyarat agar suster itu meninggalkan mereka berdua , suster itu pun mengerti dan segera suster itu pergi .
"Sudah nak , suster sudah pergi . Sudah jangan menangis lagi" ucap nya sambil melepaskan pelukan nya .
"Ibu clara ga mau di kemo lagi bu" ucap clara memilukan sambil sesenggukan .
Tanganya terangkat mengusap puncak kepala clara lembut .
"Iyah sayang , sekarang kamu tenang yah , jangan nangis lagi" ucap ibu clara parau dengan air mata tertahan di pelupuk matanya . "Kamu sekarang mending istirahat ya ra , ibu mau.."
"Ngga bu ibu jangan pergi , kalo ibu mau pergi , tunggu sampe clara tidur dulu" ucap clara memotong . Kini ia sudah terlihat sedikit tenang . clara pun segera membaringkan tubuh nya dengan posisi menyamping menghadap ibu nya yang duduk di pinggir ranjang nya .
Ibu clara pun mengangguk dan tangan nya kembali mengusap rambut clara yang sudah sangat tipis .
Suara nafas teratur pun mulai terdengar , itu berarti clara sudah tertidur pulas . Tangan ibu clara pun berhenti mengusap dan berpindah menggenggam tangan putih pucat kurus yang dingin itu . Ia menggenggam nya erat Seakan memberikan kehangat sekaligus kekuatan untuk sang pemilik tangan .
Ia pun beralih memandangi wajah damai clara saat tertidur . Wajah itu terlihat sangat damai dan tenang saat tertidur sangat berbanding terbalik ketika clara bangun . Sangat jelas terlihat beban penyakit yang clara tanggung yang begitu membuat ia terlihat begitu depresi . Ya walaupun dia sangat pandai menyembunyikan rasa sakit nya lewat senyuman . Sebelum nya ia tidak pernah memperlihat kesedihan pada siapa pun , termasuk ibu nya sendiri . Ia akan menangis saat tidak ada orang di sekitar nya dan akan mengelak saat dirinya ketahuan menangis dengan berdalih bahwa dia hanya kelilipan . Ibu nya hanya tersenyum pura pura mempercayai semua alasan alasan clara walaupun saat menatap mata itu ia tahu bahwa clara berbohong .
Mungkin kejadian tadi membuktikan bahwa dia sudah lelah menjadi kuat . Sudah lelah merasa tegar menghadapi penyakitnya sendirian .
"tenang nak , ibu akan tetap selalu berada di sisi kamu , ibu akan selalu nguatin kamu . Ibu yakin kamu bakal sembuh" ucap nya sambil mengecup lembut kening clara dengan setetes air mata yang kembali jatuh .
*
Clara terbangun keesokan pagi nya dengan kepala yang berat dan badan nya amat lemas , serta pandangan nya yang sedikit buram . Oh iyah dia ingat . Semalam ia menangis histeris karna tidak ingin dikemo kan ?
Ia pun mencoba bangkit dari tidur nya dan terduduk dengan bantal di taruh di punggung nya untuk penyangga .
Kemarin .. benar benar bukan dirinya . Itu bukan clara , melainkan emosi dan rasa lelah nya yang memaksa meluap .
Clara merasa bodoh . harus ia tak boleh berputus asa seperti itu , harusnya ia harus tetap kuat . walau Bagai mana pun ia akan tetap kuat demi orang orang yang diasayangi nya . Demi teman teman nya , fani , bella , kedua orang tua nya dan demi RADIT .
"Clara" ucap lembut ibu clara , clara pun menoleh dan tersenyum pada wanita yang amat ia sayangi itu . " sudah bangun ? Makan dulu nak ibu bawain bubur" lanjutnya sambil mendekat .
"Ibu suapi ya ?" Clara pun mengangguk .
Satu suap
Dua suap
Tiga suap
Clara segera mencegah tangan ibu nya untuk menyuapi nya lantas mengambil air minum di nakas .
"Bu.." panggil clara pelan . Ibu nya pun menoleh .
"Ada apa clara ?"
"Maaf"
"Untuk apa ?"
"Untuk kemarin dan untuk semua nya bu . Aku gak tau kemarin aku kenapa aku cuma..." ucap clara mulai histeris kembali
"Sutttt .. kamu ga perlu minta maaf sayang . Kamu itu anak ibu , tanggung jawab ibu . Jadi ini sudah jadi kewajiban ibu ra , kamu ga perlu minta maaf"
Kini air mata clara mulai menetes di sudut matanya .
"aku bener bener gatau aku kenapa kemarin aku.. aku seperti mati"
"Jangan bicara begitu clara ! Kamu masih hidup"
"Ngga bu , aku hanya bernafas . Tapi aku seperti mati sejak pertama kali aku tau ada penyakit ini di dalam tubuh ku dan aku benar benar merasa mati saat pertama kali aku memutuskan meninggalkan radit dan berbohong padanya"
Ibu radit diam tak bisa berkata kata lagi . Mungkin itu yang memang dirasakan clara selama ini .
Di balik kuat nya terdapat kerapuhan yang sangat mendalam dan dia mampu menutupi nya dengan senyum dan ceria nya selama ini .
Betapa bodoh nya ia tak mengetahui bahwa selama ini clara hanya pura pura tegar .
"Aku bener bener mati saat tau kalo radit benci sama aku bu" ucap nya lirih .
"Soal radit.." ucap ibu nya gusar . Clara pun menoleh dan menatap bingung ibu nya .
"Kemarin dia kerumah ra" ucap ibu sambil menunduk .
***
A/n :
ini cerita kayanya lumutan nih banyak sarang laba laba nya wkwk . Duhh maaf banget ya readers latepost banget soalna pernah stuck banget gada inspirasi . Fyi aja yah aku nemu inspirasi dari sinetron kesukaan aku pas kemaren nonton wkwk.
Lebay , alay , ga nyambung , gaje , typo's bertebaran ,freak dll . Maafkan lah saya hanya manusia biasa yang tak luput dari kesalahan . #eaaa
Thank for reading
dont forget vote and comment :*
Saya , sindisagita pamit .. ✋
assalamyalaikum wr.wb
P/s : weekend berarti mager 👸
(minggu , 14 aguatus 2016 11:03)
