epilog

61 6 0
                                        

Langit berwarna abu pekat menghiasi langit sore ini.  Rintik rintik air perlahan turun membasahi gundukan tanah yang masih baru . Aroma berbagai macam bunga yang di tabur kan para pelayat masuk kedalam indera penciuman radit . Radit berjongkok memegangi papan kayu yang tertancap di ujung gundukan tanah.  Mengelus perlahan nama yang tertulis disana, 

clara S gunawan
  binti
gunawan.

"Lo harus kuat dit" ujar seorang lelaki memegang bahu radit lembut . Lantas radit menoleh kearah rio sambil tersenyum.  Getir.

Para pelayat yang lain sudah pulang sekitar tiga puluh menit yang lalu.  Keluarga clara pun sudah pulang daritadi. Disana hanya tersisa tiga orang laki laki serta seorang perempuan.

"Clara pasti sedih liat lo kaya gini" itu bang rama.  Sedang memeluk bahu fani yang masih bergetar,  sesekali air mata juga mengalir di balik kacamata hitam yang fani kenakan.

"Sebaik nya kita pulang sekarang dit.  Gerimis" ajak rio.  Tapi radit tetap diam dengan posisi nya Tidak mau bersuara atau bergerak satu senti pun dari tempat nya. Ia hanya menatap kosong pada papan nisan

Rio , bang radit dan fani saling pandang sejenak .  Tangis fani pun sudah mereda. Tak ada gunanya bicara pada radit saat ini.  Ia masih terpukul dengan kepergian clara . Mereka bertiga mengerti kalau saat ini radit membutuhkan waktu sendiri.  Maka dari itu satu persatu dari mereka pergi meninggalkan radit seorang diri.

Angin bertiup semakin kencang menerpa radit.  Hawa dingin yang menyentuh tubuh nya tak ia hiraukan.  Bahkan setengah baju nya sudah mulai basah.  Tapi ia tetap tidak perduli. Ia masih tetap dalam posisi nya.

Lambat laun gerimis itu semakin besar. Radit pun kini mulai menggigil tapi tak ada sedikit pun niat nya untuk beranjak dari sana. Tanpa radit sadari tak jauh dari tempat nya seseorang sedang memperhatikan radit dari balik pohon. Dia memperhatikan radit dengan khawatir .

Radit diam.  Jika saja tidak sedang hujan, orang akan tau jika saat ini radit sedang menangis. Dan air mata nya kini menyatu dengan tetesan air hujan. Radit mengusa wajah nya. Air hujan mulai deras turun Menerpa nya. Bibir nya mulai pucat dan kini rintik rintik air yang jatuh menerpa tubuhnya semakin membuat ia menggigil. Tapi sedetik berikut nya rintik rintik itu berhenti mengenai nya.  Hujan masih turun, tapi air hujan berhenti menyentuh kulit nya.  Radit mendongkak dan melihat sebuah payung berwarna hitam menahan agar air tidak mengenainya juga... Seseorang yang memegangi payung itu .

"Terkadang kita tidak pernah tau bagaimana takdir akan membawa akhir" katanya "meski semuanya telah di persiapkan sebaik baiknya, selalu persiapkan dirimu untuk kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi . karna bisa saja tidak sesuai harapan"

Nana.  Wanita yang sedang memegangi payung itu menyentuh pundak radit lembut. "Mas harus bisa kuat buat mba clara.  Mas inget kan apa kata kata terakhir mba clara? "

Radit menatap pada nana sekilas . Tatapan nana sama persis seperti tatapan clara . Lembut dan menenangkan.  Entah kenapa dada radit menghangat.

"Mba clara pengen lihat mas bahagia kan? Mas boleh merasa berduka hari ini. Tapi besok, mas harus bisa bangkit dan cari kebahagian mas yang di inginkan oleh mba clara"

nana tersenyum. Entah mengapa membuat radit juga ikut tersenyum meski hanya sedikit. Radit kini sadar mungkin ini hanya tentang takdir dirinya dan clara yang memang harus berjalan sebagaimana kehendak tuhan.  Dan mungkin tuhan menghadirkan raina agar ia bisa belajar bagaimana menerima takdir dengan iklas dan lapang dada.

Karna ia tidak tahu bagaimana takdir akan membawa akhir, maka setelah ini ia akan mempesiapkan diri untuk kemungkinan terburuk nya.  Ia mencintai clara.  Akan selalu mencintai clara.  Walaupun takdir nya bersama clara tidak seperti yang ia harapkan,  tapi kini ia menerima nya. Mungkin nanti takdir nya dengan seseorang akan berakhir bahagia. Tidak ada yang tau.

Karna

Ini semua hanya tentang takdir.

End.

***

A/n :

Alhamdulilah akhir nya cerita ini beres juga. Menurut kalian Gimana sama ending nya? Maaf kalo endinya ga sesuai harapan.

Terima kasih buat kalian para pembaca yang sudah menghidupan tokoh radit dan clara dalam imajinasi kalian. Sekali lagi saya ucap kan Terima kasih .

Oh iyah sekedar info setelah ini saya bakalan bikin cerita bergenre romance tapi belum tau judul nya . Hehe 😍😘☺😊

Cerita ini resmi tamat pada :

Bandung , 25 februari 2017 , 10:38 WIB selasa.

My DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang