Part 15

2.1K 162 4
                                        

Justin kira-kira bisa gak buat benci deli? Setelah apa yang mereka lalui bersama selama ini?

Yukkss lanjut

Aku membanting pintu dan menhancurkan semua yang berada dalam ruanganku, hatiku begitu hancur, mengapa deli tidak mengatakan bahwa dia sudah memiliki kekasih, mengapa dia bersikap manis padaku aku melempar vas bunga ke dinding "I hate u deli" ucapku dalam hati dan duduk di lantai sambil meremas pecahan kaca yang berserakan di lantai...

Aku melihat sekeliling keadaan ruangan sudah sangat berantakan pecahan kaca ada di mana-mana, aku sudah tidak sadar bahwa tanganku sudah mengeluarkan darah

Aku berjalan arah mejaku dan meninju meja dan menendangnya, aku menciptakan suara gaduh aku yakin tidak akan ada yg mendengarnya, mengingat ruanganku sistem kedap suara...

Aku kelelahan dan hanya diam mengingat semua hal yang kulalui dengan deli, semuanya begitu sakit ketika memory itu terulang kembali dalam pikiranku, aku mendengar suara pintu terbuka dan kulihat grace berdiri dengan tampang kaget di ambang pintu..

Dia menghampiriku dan menaruh map yang ia bawa "apa yang terjadi pak?" Grace memegang tanganku dan melihat tanganku yang sudah berlumur darah "pak kurasa kita harus mengobati ini segera, lihatlah pecahan kaca ini masuk ke dalam tangan bapak" aku hanya terdiam dengan tampang datar, aku bahkan tidak merasakan sakit pada tanganku

"Ayo pak saya bantu" grace mencoba membuatku berdiri aku hanya mengikutinya, aku keluar dari ruanganku dan kulihat semua staff menatapku khawatir "kenny bisakah kau memanggil office boy, suruh mereka membereskan ruangan Mr. Bieber" kudengar grace memerintah kenny bagian keamanan kantor ini

"Baik bu" kenny menjawab dan dia sempat melihatku dengan tatapan khawatir juga "apa bapak baik-baik saja" tanya kenny, aku hanya mengangguk "lakukan yang di perintahkan grace" ujarku dan kenny langsung memanggil ob...

"Ayo sir, masuklah" grace menuntunku masuk dalam mobilnya dan sekali lagi aku hanya menurut, aku benar-benar tidak tahu untuk saat ini apa yang terjadi yang aku ingat hanya deli telah memiliki kekasih, dadaku kembali sesak mengingat itu..

"Kau ingin membawaku kemana grace?" Aku melihat tanganku aku yakin sudah banyak darah yang keluar, bahkan jok mobil grace sendiri sudah berlumur darah "kita akan ke rumah sakit pak, pecahan kaca itu harus di keluarkan segera dan tangan bapak mendapat perawatan luka" jelas grace dan menaikkan laju mobilnya

***

Sesampainya di rumah sakit kulihat grace mendaftar di loket dan tidak lama datang perawat membawaku ke ruangan emergency..
Saat aku berjalan tidak lama grace menyusulku dan saat ingin masuk kedalam ruangan aku melihat sosok wanita terlihat cemas sedang berdiri sambil melihat kedalam ruangan, yahh itu deli nampaknya dia khawatir pada kekasihnya.. dadaku kembali sakit aku berjalan dan berusaha tidak melihat deli, semoga dia tidak melihatku

"Deli" grace memanggil deli yang sontak membuatku tiba-tiba melihat ke arah deli, dan deli berlari ke arah kami dan memeluk grace, aku tidak mengerti apa yang terjadi "deli? Apa yang terjadi pada zayn?" Tanya grace dan deli hanya diam dia melepaskan pelukannya pada grace dan melihatku lebih tepatnya tanganku "apa yang terjadi justin? Mengapa tanganmu bisa seperti ini?" Tanya deli dengan nada khawatir dan memegang tanganku

Aku menghempaskan tangan deli untung aku sudah tiba didepan ruangan emergency jadi aku bisa menghindar untuk sementara pada deli, aku masuk ke dalam ruangan dan kulihat tim medis sedang mengerjakan lukaku...

What Do You Mean? (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang