Adit pergi begitu saja setelah mengantarkan Raina ke apartementnya, dia terlihat terburu-buru. Apa Adit sesibuk itu ? sambil berjalan menuju apartemennya Raina terus memikirkan kejadian di atap gedung tadi, Adit menciumnya . Raina bisa merasakan aroma mint lagi dari seorang Adit, meskipun ini kedua kalinya mereka berciuman tapi rasanya Raina pernah merasakan aroma mint yang sama sebelum Adit memberikan fist kiss untuknya. Tapi dimana ? Raina belum bisa mengingatnya. Di satu sisi Raina juga merasa aneh dengan sikap Adit yang bisa berubah seketika, setelah menerima telepon. Raina juga tidak tau itu dari siapa, karena telepon itu Adit kembali lagi bersikap dingin dan cuek. Tapi setidaknya kini dia dan Adit sudah berpacaran, dan itu cukup membuat dirinya begitu bahagia.
_____________________________
"Raina, kamu di panggil ke ruangan Pak Bayu" Ucap Olin salah satu rekan kerjanya di divisi accounting. Raina langsung berdiri dari kursinya dan menuju ruangan atasannya itu. Aneh, padahal masih pagi kenapa Pak Bayu memanggilnya ? Raina penasaran maka dari itu dia langsung buru-buru pergi ke ruangan Pak Bayu.
Setelah mengetuk pintu ruangan, Raina masuk. Dan terlihat Pak Bayu atasannya sedang fokus kedepan laptop sambil meminum kopi.
"Duduk" Ucap Pak Bayu, Raina pun langsung duduk dan masih dengan rasa penasarannya. Selama bekerja disini baru kali ini Pak Bayu memanggilnya pagi-pagi, staff kantor juga belum datang semua.
"Kamu pasti penasaran, kenapa saya memanggil kamu sepagi ini ?"
"Iya Pak , tumben sekali. Apa ada masalah dengan pekerjaan ?" Raina tampak bingung.
"Iya, ini ada hubungannya dengan pekerjaan. Saya mau langsung saja pada intinya, Kamu tau kan Bu Susi sedang hamil dan kehamilannya sudah memasuki trimester akhir. Jadi beliau tidak bisa mengikuti kunjungan kerja ke luar negeri. Maka dari itu saya tugaskan bulan depan kamu yang pergi ke perusahaan pusat kita di London untuk menggantikan Bu Susi. Karena menurut Bu Susi kamu fasih berbicara Ingris British" Raina tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, apa Pak Bayu benar benar serius ? dia menggantikan Bu Susi yang tidak lain adalah assistant manager accounting untuk kunjungan kerja ke perusahaan pusat di London.
"Raina, kenapa kamu diam saja ?" Suara Pak Bayu membuat Raina tersadar.
"Maaf Pak, apa Bapak benar benar serius ?" Rupanya dewi keberuntungan sedang berada di pihaknya. Raina benar-benar merasa jadi orang paling bahagia sekarang, baru saja semalam Adit membuatnya bahagia dan hari ini Pak Bayu yang membuatnya bahagia. Selama bekerja hampir 5 Tahun disini, hal yang paling dia inginkan adalah melakukan kunjungan ke luar negeri. Alasannya karena Perusahaan Pusat berada di London. Raina ingin sekali pergi kesana, dia sudah mencoba menabung untuk pergi kesana ketika liburan, tapi tidak berhasil. Tabungannya selalu terpakai untuk hal-hal darurat.
"Apa Saya seperti orang yang sedang bercanda Raina Alunna. Sudah lebih baik kamu kembali ke ruangan. Oh iya, agar lebih jelasnya apa saja yang perlu kamu lakukan disana coba tanya ke Bu Susi. Saya harap kamu juga tambah knowledge kamu"
"Baik Pak, Terima Kasih" Raina pun keluar dari ruangan atasannya dengan wajah bahagia. Dia tidak berhenti bersyukur dalam hati.
Raina berjalan sambil tersenyum sendiri, Dilla yang dari tadi memperhatikan merasa aneh. Kemarin sahabatnya itu memiliki bad mood dan hari ini dia tampak sumringah. Menurut Olin, Raina tadi di panggil ke ruangan Pak Bayu. Dilla juga merasa aneh seumur-umur dia bekerja disini baru kali ini mendengar Pak Bayu memanggil staffnya sepagi ini.
"Ada apa Pak Bayu manggil kamu sepagi ini ?" Tanya Dilla penasaran.
"Mau tau banget atau tau aja ?" Raina malah menjawab tidak serius.
KAMU SEDANG MEMBACA
rain
RomanceRaina Alunna, seorang staff accounting di salah satu perusahaan swasta Jakarta yang masih susah move on dengan cinta pertama nya semasa SMA, Yoga Abimanya Bratawijaya. Bahkan sudah hampir 10 Tahun berlalu dia masih belum bisa melupakannya, sampai ak...
