[PEMENANG THE WATTYS 2018 KATEGORI THE HEARTBREAKERS]
Aira suka hujan, namun Gesang tidak suka jika Aira menyukai hujan, karena menurutnya hujan adalah apa yang membuat sahabatnya sakit.
Aira suka Arka, namun lagi-lagi Gesang tidak suka jika Aira me...
Menurut kalian, yang terjadi dengan Aira dan Gesang di bab sebelumnya bisa disebut ciuman atau nggak?
Aduh pembukaan apaan sih ini... Hahaha.
Halo! Selamat tahun baru semuanyaaaa!
Nah begini baru benar🙏
Huaaaaaa tidak ku sangka kita bisa bertemu di tahun 2025.
Judul bab ini sangat hmmm sesuatu sekali ya. Nggak bawa aura positif di tahun baru🥺
Bab ini panjang sekali. Anggap aja hadiah tahun baru hihi. Sengaja nggak aku bagi dua walaupun bab ini menyentuh 3900-an kata. Biar kalian puas dan capek scroll-nya hahaha.
Happy reading, semuanyaaaaa!!!
Jangan lupa vote ya semuanyaaaa!!!!!!!
☔☔☔
20. Ketika Hati Meragu
"Don't worry. Don't say anything. We're gonna be okay."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~
Semenjak hari itu, Aira menghindari Gesang. Baik di rumah maupun di sekolah. Ia terlalu malu untuk bertatap muka dengan Gesang, apalagi di saat pikirannya selalu tertuju ke bibir cowok itu.
Aira masih belum menemukan jawaban dari debaran yang ia rasakan—atau sebenarnya ia sudah namun begitu takut untuk mengungkapkannya.
Sudah hampir seminggu mereka tidak berkomunikasi. Bukannya Gesang buta dan tidak tahu mengapa Aira menghindar darinya. Ia paham betul alasannya karena ia pun juga merasakan hal yang sama dengan Aira. Rasa canggung ini. Namun, ia sudah cukup bersabar. Kalau ciuman tidak disengaja yang terjadi seminggu lalu begitu mengganggu cewek itu, mereka harus meluruskannya, bukan main kabur-kaburan seperti ini!
Gesang tahu Aira akan dijemput Arka sebentar lagi. Maka dari itu, sebelum Aira berhasil kabur lagi, ia pun menghadangnya.
"Ge!" Aira tentu terkejut karena Gesang tiba-tiba menghadang jalannya di tengah-tengah undakan tangga. "Gue mau jalan sama Arka," jelas Aira. Ia sengaja menghindari tatapan cowok itu. Karena setiap kali ia melihat wajah itu, matanya otomatis turun ke bibir itu. Dan setiap kali itu terjadi jantungnya mulai berdebar karena bayangan bibir mereka yang saling bersentuhan muncul di kepalanya.
"Kenapa lo menghindar?" tanya Gesang to the point.
"Menghindar gimana?" Pura-pura bodoh adalah jalan ninja.
"Seperti yang lo lakukan sekarang. Nggak berani tatap gue."
"Siapa bilang!" bantah Aira. Walaupun sambil menahan gugup, ia menolehkan kepalanya untuk menatap Gesang. "Ini gue berani tatap mata lo!"