|06| Ada Apa Dengan Nugraha?

2K 182 1
                                        

6. Ada Apa Dengan Nugraha?


"Benar, dia memang mampu membuat cewek-cewek di sekolah ini berpaling dari gue, termasuk juga Aira."


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



~



Ketika bel berdering dua kali, seketika kelas menjadi kosong. Seluruh siswa berbondong-bondong keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perut. Bunga sudah mengajak Aira ke kantin, tapi Aira menolak. Butuh waktu beberapa detik sampai Bunga mengerti arti tatapan itu. Sambil mengedipkan matanya, Bunga menyemangati Aira, "Good luck, babe!" bisiknya.

Gesang sedang menunggu Arka kembali dari toilet, lalu mulai menjalankan tugasnya sebagai guide tour. Sesuai peraturan sekolah, setiap siswa baru akan dibawa berkeliling oleh ketua kelas, tour mini katanya. Semisal ketua kelas tidak masuk, maka akan berpindah tugas ke wakil ketua kelas, dan terus turun sampai ke sekretaris ke bendahara. Kalau pejabat kelas dengan kompak tidak masuk di hari itu, baru dialih tugaskan kepada ketua OSIS. Sayangnya, Gesang merupakan ketua kelas sekaligus ketua OSIS SMA Nusantara. Kepada siapa lagi bu Endang bisa memercayai tugas itu kalau bukan Gesang?

Aira memutuskan menghampiri Gesang sesaat setelah Bunga pergi. "Kenapa lo kelihatan bete banget?" tanya Aira. Ia menarik kursi di samping Gesang-yang sekarang sudah menjadi milik Arka-dan duduk di sana. Terbiasa menghabiskan keseharian bersama Gesang, membuatnya memiliki radar untuk mendeteksi suasana hati Gesang. Misalnya saja hari ini, ia dapat tahu kalau Gesang sedang bete.

Bukannya menjawab, Gesang malah balik bertanya, "Menurut lo, kenapa?"

"Ya mana gue tau lah!" Meskipun bisa mendeteksi perasaan Gesang, bukan berarti Aira juga bisa membaca pikiran Gesang. Kalau Aira bisa, namanya indigo, sedangkan Aira cuma manusia normal.

"Dia cowok yang kita lihat di kafe Pelangi dan di halte kemarin 'kan?"

"Iya, terus?"

"Kenapa lo tersenyum lebar banget sama dia?"

"Maksud lo?"

Meskipun Aira dengan percaya diri menyatakan dirinya memiliki radar yang kuat di dekat Gesang, namun radar itu masih memiliki kelemahan. Tidak bisakah Aira tahu kalau ia sedang cemburu? Cemburu! Bukan bete!

Gesang langsung menghela nafasnya ketika menyadari kalau Aira tidak bisa sepenuhnya peka padanya. "Lapar nggak?" tanya Gesang, mengganti topik.

"Lapar."

Hello, Rain!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang