[PEMENANG THE WATTYS 2018 KATEGORI THE HEARTBREAKERS]
Aira suka hujan, namun Gesang tidak suka jika Aira menyukai hujan, karena menurutnya hujan adalah apa yang membuat sahabatnya sakit.
Aira suka Arka, namun lagi-lagi Gesang tidak suka jika Aira me...
Part ini aku bagi dua ya. Soalnya agak panjang kalau dijadikan satu.
Happy reading.
☔☔☔
31.1. Flashback : Hujan di Bulan Desember
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
8/12/2012 Dear diary, UAS telah berakhir hari ini. Liburan akhir tahun segera menanti, tapi kenapa gue nggak bisa menyambutnya dengan rasa senang seperti tahun-tahun sebelumnya? I think this year will be my worst year.
~
"Aira lagi aneh hari ini atau cuma perasaan gue aja, Ge?" Anjani menyenggol lengan Gesang dan memberi kode ke arah Aira.
Gesang melirik Aira. "Dia mah memang aneh sejak dulu."
Jawaban itu membuat Aira menarik tisu, menggumpalkannya, lalu melemparnya ke muka Gesang. "Kampret!"
"Kampret kesayangan lo 'kan?"
Aira langsung mendengus menjijikkan.
Anjani tertawa melihat kelakuan mereka yang tidak pernah absen dari adu mulut. Aira dan Gesang baru berhenti saat makanan sudah datang.
Walaupun berlagak cuek, diam-diam Gesang memperhatikan Aira. Benar kata Anjani. Aira aneh hari ini. Ia kehilangan keceriaan—yang sebenarnya sudah Gesang rasakan sejak beberapa hari lalu.
Gesang berdehem. Membuat keempat mata cewek itu menatapnya berbarengan.
"Pulang sekolah mau ke Kafe Pelangi nggak?" Aira selalu senang berada di sana. Mungkin dengan mengajaknya ke sana, suasana hatinya akan membaik—Gesang harap.
Aira dan Anjani saling lirik, lalu Anjani yang menjawab. "Gue dan Aira ada urusan."
"Belakangan ini kalian bareng terus ya. Ke mana sih kalian? Gue nggak boleh ikut?"
"Nggak boleh. Ini urusan cewek soalnya," jawab Anjani.
Mata Gesang memicing penuh curiga. "Bukan karena kalian sedang menyembunyikan sesuatu dari gue 'kan?" Gesang memandangi Aira dan Anjani secara bergantian.
"Memang gue bisa menyembunyikan apa sih dari lo?" ucap Aira semata-mata untuk meyakinkan Gesang kalau ia sedang tidak merahasiakan apa-apa dari Gesang—walaupun kenyataan tidak begitu.
Sebisa mungkin Aira bersikap santai dan menambahkan. "Lo bahkan tau kapan waktu haid gue."
Anjani ingin tertawa mendengar kalimat yang dipilih Aira, apalagi saat melihat pipi Gesang mulai memerah.
"Oh, oke deh kalau gitu."
Gesang memilih tidak mendebat. Namun, diam-diam ia akan berusaha mencari tahu sendiri.