[PEMENANG THE WATTYS 2018 KATEGORI THE HEARTBREAKERS]
Aira suka hujan, namun Gesang tidak suka jika Aira menyukai hujan, karena menurutnya hujan adalah apa yang membuat sahabatnya sakit.
Aira suka Arka, namun lagi-lagi Gesang tidak suka jika Aira me...
I promise to be your umbrella. When life rains down on you.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~
Kala itu hujan lagi mengguyur ibukota. "Gue bisa sakit," jelas Aira. Berdiri beberapa meter di depannya seorang cowok dengan payung berwarna merah di tangannya.
"Dan gue harus peduli?" kata cowok itu acuh tak acuh. Ia pun melenggang pergi dari sana. Baru dua langkah, Aira sudah berteriak kembali. "Dasar! Semua cowok sama aja! Jahat!"
Tentu saja, cowok itu tidak terima dikatakan jahat hanya karena ia tidak memberikan payung miliknya untuk cewek itu. Halo, kenal saja tidak! Dikualifikasi sebagai cowok yang jahat membuat darahnya mendidih. Sambil menahan emosi, ia pun membalikkan badan dan dengan langkah cepat ia hampiri cewek itu. Tidak banyak bicara, ia tarik tangan mungil itu, lalu ia serahkan payung miliknya.
Aira yang sudah terlanjur menghakimi cowok itu jadi tergagap ketika menerima payung itu. "E-eh, tunggu dulu!" Maksud Aira adalah ia cuma mau di antar ke depan, bukan maksudnya meminta payung cowok itu dan membiarkan cowok itu menerobos hujan tanpa payung.
"Hey! Tunggu!" Tubuh cowok itu semakin menjauh.
"Tunggu!" Sekuat apa pun Aira berteriak, cowok itu tetap tidak kembali.
Tunggu. Kenapa ia merasakan sesak di dada saat cowok itu meninggalkannya?
"Tunggu! Tunggu gue!" Mata Aira terbelalak terbuka dengan nafas yang ngos-ngosan. Ia tidak sedang berada di luar ruangan atau hampir kehujanan. Ia sedang terduduk di sofa ruang tamu dan di luar juga sedang tidak hujan.
"Ternyata cuma mimpi." Ada kelegaan di suaranya. Namun, mengapa terasa begitu nyata? Seakan jiwanya ikut terlepas seiring raga cowok itu pergi meninggalkannya?
Mata Aira mencari jam dinding. Sudah pukul sebelas malam. Sepertinya ia tidak sengaja tertidur di sofa ruang tamu saat menunggu Gesang pulang. Seketika Aira baru tersadar. Benar! Ia sedang menunggu Gesang pulang dari kencannya dengan Damia. Sekarang, sudah jam sebelas malam, tapi Gesang masih juga tidak pulang?
Matanya mencari-cari ponselnya. Ketika sudah ketemu, ia buka room chat dirinya dan Gesang dan perasaan kecewa langsung menghampiri saat tahu tidak ada satu pun pesannya yang dibalas oleh Gesang.
Jam berapa pulang? (19.30)
Gue lapaaarrrr :( (19.30)
Pengin sate, tapi pengin durian juga, tapi lagi musim gak ya? (19.30)
Masih lama pulangnya??? (20.45)
Sorry kalau gue ganggu lo, tapi bisa kasih tahu gue lo pulang jam berapa? (20.50)
Kalau lo lama, gue mau masak indomie saja. (21.00)