|19| Apa Arti Debar Ini?

14.6K 729 10
                                        

19. Apa Arti Debar Ini?

Cinta yang sejatinya sudah lama ada di sana, namun belum tahu saja kapan hujan turun dan memekarkan kuncup bunga bersama cinta di hatinya.
—Guntur Alam

 —Guntur Alam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~


Aira dan Arka semakin lengket. Mereka sering terlihat di mana-mana berdua saja—yang mana itu sangat tidak lazim karena selama ini Aira selalu terlihat bersama Gesang. Pada awalnya Aira sempat merasa bersalah dan kasian karena sering meninggalkan Gesang sendiri, tapi berkat tugas kelompok bahasa Indonesia, Aira akhirnya memiliki kesempatan menjalani aksinya sebagai mak comblang. Jika dulu Gesang berangkat sekolah sendirian ketika ia berangkat dengan Arka, sekarang Gesang tidak sendirian lagi karena sudah ada Damia.

Benar. Aira berhasil membuat Gesang berangkat sekolah dengan Damia. Tapi mereka belum berpacaran. Karena kalau sudah, Gesang pasti akan beritahu. Ia dan Arka juga masih belum pacaran. Namun, setidaknya Aira sudah tidak mengalami dilema lagi. Kini, semuanya terasa jelas. Ia bersama Arka dan Gesang bersama Damia.

Hari ini hari minggu. Aira tidak ke mana-mana karena Arka sedang ke Bali bersama keluarga untuk menghadiri acara anniversary pernikahan omnya. Wajar baginya untuk tetap di rumah. Kalau Gesang? Tentu tidak wajar. Tampaknya cowok itu perlu dijejali kiat-kiat asmara darinya. Bisa-bisanya lagi tahapan PDKT, cowok itu malah asyik main game di kamarnya!

Poster pemain NBA seperti Michael Jordan dan Kobe Bryant adalah hal lazim yang menghiasi dinding kamar Gesang. Cowok itu sedang duduk di atas lantai dengan tangan dan mata sibuk pada stick PS dan TV saat Aira berjalan masuk.

"Ckck, kok bisa sih Damia suka cowok kayak lo gini? Cuek banget. Gue kalau jadi Damia sudah cari cowok lain entah dari kapan-kapan," sindirnya.

Gesang menjeda permainannya. Matanya mengikuti langkah kaki cewek itu yang melenggang masuk ke kamarnya tanpa malu. "Ngapain lo ke sini?"

"Gue nggak boleh masuk kamar lo lagi?"

"Gue pikir lo udah lupa masih punya sahabat."

"Cemburu?" goda Aira. Ia duduk di atas kasur cowok itu dan mengedarkan matanya ke segala penjuru ruangan. Tidak ada yang berubah, namun terasa seperti sudah lama sekali ia tidak masuk ke ruangan itu. Matanya berhenti ke sprei yang didudukinya dan berdecak. "Gue selalu benci sama sprei putih lo ini. Ingatin gue sama rumah sakit."

Tidak terhitung sudah berapa kali ia mengomentarinya, tapi Gesang tetap tidak mendengarkannya. Gesang itu orangnya konsisten dan teguh pendirian. Jika ia sudah suka pada satu hal, maka ia tidak akan pindah ke lain hati. Dari dulu Gesang seperti itu.

"Kalau nggak suka, tinggal keluar. Gampang kan?" jawab Gesang cuek.

"Lo lagi bad mood ya?" tanya Aira dengan cemberut. "Gue bosan di rumah sendirian. Arka masih di Bali."

Hello, Rain!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang