[PEMENANG THE WATTYS 2018 KATEGORI THE HEARTBREAKERS]
Aira suka hujan, namun Gesang tidak suka jika Aira menyukai hujan, karena menurutnya hujan adalah apa yang membuat sahabatnya sakit.
Aira suka Arka, namun lagi-lagi Gesang tidak suka jika Aira me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
29/2/2012 Dear diary, today is the worst day ever! Demi Tuhan! Gue nggak pernah sangka bakalan lihat orang tawuran di depan mata gue sendiri! Parahnya lagi gue hampir jadi korban tusuk hari ini! Untung saja gue ditolong sama orang aneh hari ini. Iya orang aneh! Orang aneh yang sama dengan yang kasih pinjam payung merah polkadotnya di depan Kafe Pelangi dua minggu lalu! Sumpah ya! Gue pikir dia aslinya orang baik karena sudah tolongi gue. Tapi, ternyata gue salah. Dia jahat! Benar-benar jahat! Karena dia dan teman-teman berandalannya itu yang hampir buat gue berakhir di rumah sakit dengan luka tusuk hari ini. HAHA. Benar sekali! SMA Garuda menyerang SMA Nusantara. Dan orang aneh itu juga ikut berpartisipasi dalam tawuran itu.
~
SMA Nusantara keluar sebagai juara dua dalam pertandingan basket antar sekolah sekota Jakarta. Mereka kalah melawan Global High School di pertandingan final. Namun, pertandingan final bukanlah pertandingan paling sengit. Justru perebutan tiket ke semi final ketika melawan SMA Garuda menjadi pertandingan paling sengit sekaligus kontroversial.
Beberapa keputusan wasit sempat diprotes oleh tim SMA Garuda sehingga sempat terjadi keributan di arena pertandingan. Penyerangan fisik yang dilakukan oleh beberapa pemain dari SMA Garuda membuat mereka harus dikeluarkan secara tidak hormat dari lapangan. Rupanya keputusan itu membuat mereka murka dan malah kembali menyerang wasit. Sehingga pertandingan harus dihentikan dengan kemenangan mutlak untuk SMA Nusantara.
Walaupun pertandingan basket telah selesai. Hari ini, Aira masih harus pulang sendiri. Gesang bersama anggota tim basket lainnya akan merayakan kemenangan mereka dengan makan bersama. Gesang sempat mengajak Aira ikut, tapi Aira tidak mau. Walaupun Aira mengenal semua anggota tim basket SMA Nusantara, tapi tetap akan canggung jika ia ikut bergabung. Soalnya di sana cowok semua.
Anjani ada menawarkan tumpangan, tapi Aira tidak mau langsung pulang ke rumah. Aira kepingin ke Gramedia dulu untuk membeli novel yang sedang ia incar, lalu menikmati teh melati hangat di Kafe Pelangi. Jadi, di sinilah Aira sekarang. Halte sekolah—menunggu kendaraan umum apa pun itu yang lewat.
Tiba-tiba dari arah kanan terdengar suara motor yang datang berbondong-bondong. Suara knalpot yang dimodifikasi itu terdengar sangat nyaring sekaligus memekakkan telinga. Datangnya bersamaan dengan raungan amarah serta lemparan batu, kayu, bahkan besi ke arah SMA Nusantara.
Semua orang seketika menjadi panik. Ada yang berteriak. Ada yang langsung ngacir masuk ke dalam sekolah untuk menyelamatkan diri. Ada yang menangis. Ada yang diam terpaku di tempat bingung harus melakukan apa. Benar-benar chaos.
"Ada tawuran! Cepat masuk ke dalam sekolah semuanya!"
Teriakan dari Pak Yetno—satpam sekolahnya—membuat semua orang semakin panik. Beberapa guru berbondong-bondong keluar membantu mengamankan siswa yang berada di luar. Tidak terkecuali Aira.