[PEMENANG THE WATTYS 2018 KATEGORI THE HEARTBREAKERS]
Aira suka hujan, namun Gesang tidak suka jika Aira menyukai hujan, karena menurutnya hujan adalah apa yang membuat sahabatnya sakit.
Aira suka Arka, namun lagi-lagi Gesang tidak suka jika Aira me...
Ada yang percaya bahwa di dalam hujan terdapat lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu sesuatu. Senandung rindu yang bisa meresonansi ingatan masa lalu.
—Yoana Dianika
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
~
Hari sudah sore, tapi hujan tidak kunjung reda. Karena tidak mungkin Aira menerobos hujan bersama Gesang dengan motornya, akhirnya mereka memesan Taxi.
"Tunggu, jangan keluar dulu!" sergah Gesang saat Aira hendak membuka pintu Taxi.
Mereka sudah sampai di rumah. Taxi berhenti tepat di depan rumah Aira.
Aira memberikan tatapan bingung, tapi Gesang hanya diam dan dengan telunjuknya memerintah Aira untuk tetap duduk manis di tempatnya. Aira ingin bertanya kenapa, tapi Gesang sudah terlebih dahulu turun dari Taxi.
Aira melihat Gesang berlari menerobos hujan ke rumahnya hanya dengan mengandalkan tangannya sebagai penutup kepala—tentu saja itu tidak bisa mencegah hujan membasahi seragamnya. Di depan pintu rumahnya, Gesang menekan bel beberapa kali hingga pintu terbuka dan menampilkan sosok pria matang yang umurnya hampir mencapai angka lima puluh. Pria itu bernama Faisal—merupakan Ayah Aira. Mereka terlibat percakapan sebentar, sebelum Faisal masuk ke dalam rumah dan kembali beberapa detik kemudian dengan payung di tangannya. Setelah mendapatkan yang diinginkan, Gesang bergegas menghampiri Aira.
Melihat semua itu, Aira hanya bisa memutar matanya jengah. Sistem imun dan pertahanan tubuhnya memang sangat lemah dan benar jika terkena hujan saja ia bisa langsung sakit, tapi Aira sama sekali tidak keberatan kalau cuma disuruh menerobos hujan yang jarak dari Taxi ke rumahnya tidak lebih dari sepuluh meter. Kalau sakit, ya tinggal minum obat saja. Lagian, Aira juga sudah sangat bersahabat dengan benda pahit itu—alias obat—sejak kecil.
Demi Aira tidak terkena hujan, Gesang sampai rela kehujanan terlebih dahulu. Terkadang Aira sempat berpikir, keprotektifan Gesang padanya bahkan lebih parah dari Ayahnya sendiri. Meskipun begitu, Aira tidak menolak payung yang disodorkan Gesang di atas kepalanya, apalagi karena ia sudah rela kehujanan untuk mengambilnya. Selain itu, Aira juga diajarkan untuk selalu menghargai apa yang diberi atau dilakukan orang lain padanya.
Gesang membayar uang Taxi. Ia sudah berjanji pada Aira untuk mentraktir semuanya hari ini. Tidak. Mungkin juga besok, lusa, hingga beberapa hari ke depan. Karena jika sudah ada sesuatu yang diincarnya, Aira bahkan rela melakukan frugal living demi mendapatkannya, dan tentu saja Gesang tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
"Terima kasih, pak," kata Aira kepada sang supir.
"Sama-sama, neng," balas pak supir.
Gesang memberikan seluruh bagian payung pada Aira, sehingga cuma setengah badannya saja yang terlindungi, sedangkan setengah lainnya mulai basah terkena hujan. Melihat itu, Aira kembali memutar matanya, sekaligus berdecak sebal.