|33.1| Arka POV

13.3K 884 102
                                        

Perhatian!
Tolong perhatikan tanggal kejadiannya ya karena bakalan nyambung dengan masa lalu (timeline: diary Aira).
Kalau agak bingung boleh dibaca ulang bab 26-31.

Bab ini bakalan pakai pov Arka ya.
Dari bab ini kalian bakalan tahu dan melihat bagaimana perasaan Arga sebenarnya pada Aira dan mengapa ia memilih melakukan hal-hal yang menyakiti Aira di masa lalu. Dan tentu saja, kalian juga akan mendapatkan jawaban dari semua bentuk tindakan Arka di masa depan. Semoga segala tanya di kepala kalian bisa terjawab ya.

Karena part ini panjang banget jadi aku bagi dua.
HAPPY READING!

☔☔☔

33.1. Arka POV

Gue telah jatuh cinta, bahkan di saat lo nggak tahu gue, Aira Talitha.

Gue telah jatuh cinta, bahkan di saat lo nggak tahu gue, Aira Talitha

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~

14/2/2012

Gue baru saja ingin menutup pintu kamar saat suara dentuman keras terdengar dari arah seberang. Pintu kamar di depan gue tertutup dengan kasar. Alis gue langsung terangkat.

Ada apa dengan Arga hari ini? Suasana hatinya sepertinya sedang buruk. Karena khawatir, gue pun keluar dari kamar dan mengecek keadaannya. 

Tanpa mengetuk, gue nyelonong masuk ke kamarnya. Dan ... Gue mendapati tubuhnya basah kuyup.

"Habis dari mana lo, Kak?" Meskipun kami kembar, karena Arga lahir sepuluh menit lebih dulu dari gue, gue tetap memanggilnya 'kakak'. "Kok bisa basah kuyup gitu?" tanya gue heran.

"Kehujanan," jawabnya singkat. Ia mengambil asal baju santai dari lemari dan langsung menggantinya di depan gue.

"Tumben lo nggak bawa payung." Sebagai kembarannya, gue tahu betul kebiasaan Arga. Dia hampir nggak pernah lupa bawa payung. Melihat dia sampai kehujanan begini, jelas bikin gue bingung.

"Bawa. Tapi udah gue kasih ke cewek menyebalkan itu," sahutnya kesal, lalu masuk ke kamar mandi sambil membawa pakaian basahnya.

Cewek menyebalkan? Beo di otak gue langsung bekerja. "Maksud lo?"

Dari dalam kamar mandi terdengar suaranya, agak teredam. "Cewek manja yang takut kena hujan. Kalau bukan menyebalkan, apa lagi?" 

Dia tertawa sebentar, walaupun ucapan selanjutnya masih terdengar kesal. "Berisik banget bikin telinga gue panas. Jadi ya udah, gue kasih aja payung gue."

Gue mengerutkan kening. "Lo kasih payung ke dia?" Gue memastikan lagi, takut salah dengar. "Itu terdengar kayak ... bukan lo, Kak."

Arga keluar dari kamar mandi sambil mengedikkan bahu. Dia nggak menjawab. Sibuk mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk. Tampaknya dia memang enggak berniat ngebahas Si Cewek Menyebalkan itu. Tapi gue tahu ... There's something about that girl. 

Hello, Rain!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang