|24| Keresahan dan Ketakutan Menjadi Satu

17.5K 842 21
                                        

Notif wattpad belakangan ini sering nggak masuk. Kalau nggak mau ketinggalan update. Follow akun ini yaw.

Happy reading🥰

☔☔☔

24. Keresahan dan Ketakutan Menjadi Satu

He loves you. No. He fell in love with you. Desperately. Even if you ask the world to burn, he will do it for you.

 Even if you ask the world to burn, he will do it for you

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

~

"Lo mau tahu orang seperti apa gue sebenarnya? Well, reputasi anak SMA Garuda lo tau sendiri lah gimana. So, this is me, Aira Talitha. Seorang brengsek, perokok, berandal, kriminal, dan seorang pemakai."

"Nggak mungkin. Lo pasti bohong kan?"

"Faktanya gue memang sekacau itu, Aira. Gue nggak pantas buat siapa-siapa."

"...."

"Thanks untuk beberapa bulan ini. Sudah lama gue nggak mendapatkan mainan yang menyenangkan seperti ini."

"M-mainan?"

"Ya. Mainan. Selama ini lo mainan baru gue. Ups, sorry, karena gue sudah bosan sekarang. Jadi gue akan membuangnya."

"You are a jerk! Asshole! Pergi sana! I never want to see you again!"

"Aira!"

"Pergi! Menjauh dari gue!"

"Aira!"

"Pergi dari gue!"

"Aira, ini gue! Gesang!"

Guncangan di bahunya membawa Aira tersentak ke dunia nyata. Begitu Aira membuka matanya, ia bisa melihat Gesang yang sudah terlihat cemas.

Aira mengedarkan pandangan dan langsung mengucap syukur saat tahu ia masih berada dalam ruangan yang sama sejak lima jam yang lalu—kamarnya, bukan di tempat dan dalam situasi mengerikan seperti di dalam mimpinya.

"Gue ketiduran ya?"

Jam di dinding sudah menunjukkan angka dua belas.

Aira membenarkan dudukannya, juga merapikan rambutnya. "Kenapa lo masih di sini? Ayah belum pulang ya?"

"You are crying."

"Hah?" Sepertinya Aira belum sepenuhnya kembali ke dunia nyata. Ia tampak seperti orang ... linglung.

Gesang dengan cepat mengulurkan tangannya ke depan. Tanpa banyak bicara ia mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi merah cewek itu.

Gerakan itu membuat Aira tersadar. Aira ikut menyentuh pipinya—tapi ke bagian pipi yang tidak di sentuh Gesang. Dan benar kata Gesang, ia menangis.

Hello, Rain!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang