Tengah malam akan terasa sangat lama jika ditunggu. Aku sudah menyiapkan beberapa rencana sederhana untuk mengelabui mata-mata yang mengikutiku seperti yang dikatakan Walnut. Entah mengapa, aku hingga saat ini masih tidak menyadari keberadaannya saja, jika benar dia ada, dia pasti berlevel tinggi.
Langit malam ini tidak terlalu cerah, justru diselimuti warna abu-abu awan yang menutupi cahaya bulan. Terlalu besar, di dunia ini bulannya memang terlihat terlalu besar jika dibandingkan dengan bulan di dunia nyata. Tetapi bulan itu terlihat besar seperti ini di bulan-bulan tertentu saja.
Aku berjalan melewati koridor-koridor kastel sendirian. Sepanjang ini tidak ada satu pun anggota yang terlihat, bahkan Guild Master ataupun Vice-Master-nya. Sebenarnya hal ini sudah sering kujumpai, namun kali ini terasa sedikit berbeda. Mungkin karena apa yang terjadi tadi. Auranya, sedikit lebih gelap walaupun tak ada seorang pun pemain yang sedang berada di dalam kastel. Apakah instingku itu memang benar bahwa ada mata-mata yang sedang mengawasiku? Tapi mengapa aku hanya merasakannya saat Walnut memberitahuku? Apa selama itu aku tidak konsentrasi? Ini aneh.
Perasaan ini sangat aneh. Apakah itu karena aku terlalu berfokus pada Violet dan hal lainnya sehingga aku tidak menyadari hal itu? Mungkin saja. Kemungkinan seperti itu selalu ada.
Sehabis koridor panjang di sisi kastel dan melewati ruangan dengan pintu ganda yang cukup besar yang mana itu adalah ruangan sang Master Guild. Aku kini berada di aula besar yang tidak banyak terdapat dekorasi-dekorasi yang nyeleneh. Tata ruang di kastel ini justru terlihat sederhana namun cukup untuk memberi kesan profesional.
Angin terhembus dari pintu terbesar yang ada di kastel ini: pintu utama, yang lebih terlihat seperti gerbang, namun itu adalah pintu. Pintu itu adalah pintu kebanggaan kastel ini. Pintu yang merupakan pertahanan awal saat perebutan kastel dimulai, atau sebut saja itu Guild War karena memang itulah sebutannya.
Bercerita tentang Guild War. Sekarang sudah jarang sekali ada pertempuran semacam itu. Walaupun memang hal itu adalah hal yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah guild maju selain dilihat dari anggota dan manajemen di dalamnya. Dan memegang kastel itu berarti juga memegang kekuasaan terhadap kota yang sedang dipegang, itulah yang membuat hal itu menjadi sulit, karena memang tidak gampang mengatur kota, terlebih jika kota besar. Selain menguntungkan, Guild Master harus dapat mengatur kotanya dengan hati-hati. Aspek yang diperhatikan hampir sama seperti di dunia nyata.
Keluar dari kastel, yang terlihat hanyalah hamparan pohon yang tak kuketahui namanya beserta jalan setapak menuju pusat kota, lampu-lampu juga menerangi jalan-jalan setapak ini dengan sangat indah, walaupun langitnya tidak berkata demikian.
Sepertinya malam ini mau turun hujan. Awan sudah tampak lebih gelap lagi sekarang.
Karena perjalanan ke pusat kota cukup singkat, aku sekarang seharusnya hanya butuh beberapa trik yang sudah kusiapkan tadi. Rencanaku cukup sederhana. Aku tinggal pulang ke rumahku yang berada di Jepang. Tidak ada yang tahu kode sandinya selain aku sendiri. Setelah masuk ke dalam rumah, aku hanya perlu menggunakan kristal teleportasi menuju kota terdekat, dan saat itulah aku harus menuju Hideout untuk bertemu dengan Casey, karena dialah orang pertama yang harus mendengar sendiri informasi itu.
--
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Legacy: Awakening
Science Fiction[Proses Editing] [Sebagian bab sudah dihapus] [Buku pertama dari seri Project Legacy] [komplit] [sudah direvisi] ... Apa yang kau pikirkan ketika kau secara tidak sadar telah kembali dalam dunia virtualmu setelah dua tahun tak menyentuhnya...
