Sekarang siang hari dan aku sudah berada di tengah-tengah kota Kyoto. Besar. Dan sangat sesak. Semua jenis petarung jarak dekat dan jauh berkumpul jadi satu di sini. Dari pemula hingga yang sudah mencapai batas level tertinggi. Mungkin ini adalah satu-satunya tempat yang dapat menarik perhatian sebagian besar pemain untuk berkumpul dalam saat yang bersamaan.
Hiasan khas Jepang yang sangat kental dapat kulihat di sini, berbagai pernak-pernik yang tidak kuketahui namanya masih menjadi dekorasi yang signifikan membedakan antara satu negara dengan negara lainnya. Ini seperti Jepang ketika era peperangan dulu. Bentuk bangunan yang masih sangat tradisional, dengan NPC-nya yang didesain sedemikian rupa hingga menyerupai penduduk asli di masa itu.
Dan mungkin di sinilah yang menjadi masalah, bagaimana caraku untuk menemukan dua orang dari ribuan pemain yang sedang berdiri di sekitarku?
Ah, aku baru ingat kalau di Kyoto ada sebuah kompetisi setiap awal bulan, tentunya yang boleh mengikutinya hanya pemain dengan tipe melee dan range. Berbeda dengan Cardinal yang mengadakannya setiap tengah bulan. Hadiah yang ditawarkannya pun cukup menarik untuk sejumlah pemain kelas menengah.
Mungkin aku bisa menemukan mereka berdua dengan mengikuti kompetisi kecil itu. Kenapa kusebut kompetisi kecil? Karena pesertanya hanya dibatasi sampai tiga puluh dua saja. Berarti hanya butuh enam pertandingan untuk memenangkannya. Tapi kudengar-dengar sejak terjebak di sini, ada beberapa tipe duel yang diselenggarakan. Dan, tampaknya ini akan menjadi hari yang cukup menarik.
Baiklah, mungkin ini langkah pertamaku untuk mendapatkan perhatian mereka.
Lokasi kompetisi duel kecil itu tidak jauh dari tempatku berdiri sekarang. Dan ya, aku tidak akan membuang waktu lebih lama lagi dengan berdiri saja di sini. Aku langsung melangkahkan kakiku ke tempat itu.
Karena Kyoto di sini memang cukup besar, dan juga ramai. Butuh waktu sepuluh menit untuk mencapai tempat tujuanku. Pemandangan duel tersaji tepat ketika aku sampai di depan arena. Meskipun tidak ada kompetisi, siapa saja dapat menggunakan arena itu untuk mendapatkan poin harian yang akan diakumulasi setiap akhir bulan. Jadi tidak heran jika arena ini akan selalu penuh, baik penonton di area tribun maupun petarung di arena itu sendiri.
Kompetisi ini juga dibagi menjadi tiga divisi utama: Kelas Pemula (Entry), Kelas Amatir (Amateur), dan Kelas Veteran (Veteran). Setiap kemenangan yang didapatkan, mereka akan mendapatkan poin liga di kelas yang mereka ikuti, seiring poin liga bertambah, mereka akan pindah ke divisi yang lebih sulit. Dan ya, walaupun aku sendiri dulu tidak pernah mengikuti kompetisi ini—karena kompetisi tahunan dulu yang meloloskanku ke sepuluh besar—aku mungkin masih mempunyai cukup poin untuk mengikuti kompetisi ini di Kelas Veteran. Dengan kata lain, ini akan benar-benar butuh perjuangan untuk memenangkan kompetisi, dan aku sendiri tidak yakin, karena aku bukan pemain PVP.
Aku kemudian membuka menu, ada menu tambahan di situ, itu adalah menu khusus yang akan muncul ketika di dalam Kyoto. Menu Kompetisi. Dengan segera kudaftarkan diriku di sana, ini waktu yang sangat tepat karena kompetisi ini akan dimulai tidak lama lagi. Dan beruntungnya, masih ada tempat yang tersisa.
Perlu diketahui, aturan duel di sini sebenarnya cukup simpel. Dengan waktu yang diberikan sekitar sepuluh menit, itu artinya sangat tipis kemungkinan untuk dapat mengalahkan lawan. Sebagai gantinya, setiap serangan yang mengenai mereka, kita diberikan satu poin, sama seperti ketika kita berhasil menangkis serangan lawan, kita juga akan mendapatkan poin. Tidak ada pengurangan poin di sini. Jika kau berhasil mengalahkan lawan, itu berarti 50 tambahan poin. Itu poin yang cukup besar.
Beberapa saat menunggu. Kompetisi itu resmi dibuka. Aku masih harus menunggu lima menit selanjutnya untuk penentuan acak siapa lawan yang akan kuhadapi di arena nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Legacy: Awakening
Science Fiction[Proses Editing] [Sebagian bab sudah dihapus] [Buku pertama dari seri Project Legacy] [komplit] [sudah direvisi] ... Apa yang kau pikirkan ketika kau secara tidak sadar telah kembali dalam dunia virtualmu setelah dua tahun tak menyentuhnya...
