Chapter 05.5

930 84 0
                                        

Yang kutahu saat aku KO dari raid, kelompok kami gagal sesaat setelah itu.

Tapi itu tidak penting lagi sekarang, mereka sudah berusaha dengan baik. Yang harus kulakukan sekarang hanya butuh lari dari mereka dan tidak membawa mereka ikut campur apa yang akan kulakukan setelah ini.

Rencanaku, aku akan menghilang dari mereka, ini juga bertepatan dengan giliran kami memasuki raid saat malam hari, jadi Avery memutuskan untuk kembali besok pagi. Dan aku mempunyai kesempatan untuk menghilang saat malam hari, saat mereka tertidur.

Pada malamnya, aku memastikan dulu bahwa semuanya—Avery, Foxx, Arianne, dan Cello—sudah tertidur. Setelah kupastikan mereka tidur, aku bisa menghilang saat itu juga.

Aku mengirimkan Casey sebuah pesan, yang isinya tentang pembicaraan kami kemarin. Aku menghampiri tenda miliknya dan kembali ke guild-nya; kembali ke guild-ku dulu.

Tak lama, kami bertemu di sebuah tempat. Aku belum menceritakan mengenai apa yang aku tahu dari Kyle beberapa hari lalu. Dan melibatkan Violet dengan situasi ini mungkin bukan hal yang bagus, setidaknya aku yakin bukan hanya aku yang berpikir demikian jika aku memberitahu Casey.

"Apa lu yakin sama ini semua? Lu masih bisa mundur, lho," tanya Casey meyakinkan keputusanku dengan wajah seriusnya yang jarang kulihat.

"Ayolah, kan kemarin lu yang ngajak buat gabung," ucapku meyakinkannya. Dia sempat menimbang-nimbang keputusanku sejenak lalu mengangguk mengiyakan.

"Aku berpikir dua kali karena kondisinya menjadi lebih buruk dari yang kukira," dia berpikir sejenak sambil bersandar pada pagar,."Baiklah, tapi dengan satu syarat..." ucapannya tergantung di akhir kalimatnya yang tidak ia lanjutkan, menatapku tajam dengan senyuman sinisnya.

"Apa?"

"Gue cuma butuh satu alasan dengan keputusan lu itu."

Aku terdiam sejenak, memang susah jika harus jujur dengan apa tujuanku sebenarnya tentang menyelamatkan Violet.

"Hmm?" dia masih menunggu keputusanku, aku bingung harus berkata apa.

"Liat, lu kenal gue udah berapa taun?"

"Seinget gue udah sepuluh tahunan lebih."

"Nah, berarti lu sahabat yang bisa gue percaya, kan?"

"Udah pasti."

Aku ragu sejenak, namun kutepis keraguanku dengan cepat, aku tahu memang bisa mempercayainya dengan ceritaku yang pasti bisa ia percaya.

"Gue kemarin dapet berita, kalau kejadian itu nggak berlangsung di satu tempat aja."

"Maksud lu?" tanyanya tidak mengerti.

"Ya, gue kemarin ketemu sama temen lama gue, dan dia bilang kalo ada delapan guild, salah satunya termasuk Seventh Heaven. Dia udah konfirmasi satu guild lainnya, Aurora, jadi cuman sisa enam guild lagi yang perlu dikonfirmasi."

"Lu bercanda?" ucapnya tidak percaya. Memang susah mempercayai ini di situasinya.

Aku menggeleng tidak setuju. "Gue harap juga bercanda. Tapi nggak. Dan tambahan informasi yang dia dapat, leader barunya itu orang yang bersamaku pada wave pertama."

"Dari mana lu tau kalo itu bener-bener dia?" ia bertanya curiga.

"Sebelum dia kenal sama gue, gue lagi sama Violet—gadis yang dulu pernah gue ceritain ke lu. Chloe! Dan setelah wave itu, gue ngenalin Violet ke orang itu, namanya Gabrielle, kalo lu pengen tau."

"Hmm."

"Setelah itu Violet ngilang, dan gue yakin dia bareng sama Gabrielle," lanjutku. Dia mengangguk paham.

"Jadi lu pengen nyelametin Violet?" aku langsung mengangguk dengan pertanyaannya. "Hmm."

"Hmm gimana?"

"Oke lu boleh ikut—tapi inget, ya! Misi kita buat kudeta posisi ketua Seventh Heaven, kalo itu semua kebetulan berhubungan sama Violet dan lu bisa dapet kesempatan buat nyelametin dia, itu berarti bonus buat lu."

"Cukup adil," aku menyetujui syaratnya dengan cepat. Bagaimana pun juga, aku harus mengiyakan syarat itu. Aku yakin hanya leader saja yang mempunyai hubungan dengan tujuh leader guild lain.

--

Project Legacy: AwakeningTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang