Chapter 08.3

693 58 0
                                        

14 Agustus 2038

Hari ini misi keduaku dimulai. Tanpa ada sebuah komunikasi dengan rekan dalam misi ini. Aku langsung menuju Copenhagen dan menunggu mereka berdua di mulut hutan yang bernama Baltic-Atlantic Forest. Entah mengapa dinamai seperti itu.

Aura hutan ini cukup suram untuk sekelas hutan yang berisi monster dengan level 100 ke atas. Pohon-pohon besar tersebar di dalamnya, seakan mau runtuh dengan warna hitam disertai daun-daunnya yang kerap kali rontok.

Hutan ini sendiri tidak terlalu luas, jadi ini akan mempermudah mencari spot Clawhead berada.

Misi ini dimulai pada jam sembilan pagi dan sekarang sudah hampir jam sembilan. Ini berarti Casey dan Airi akan segera datang.

Lima menit menunggu dan akhirnya mereka berdua datang.

"Gomen! Maaf telah membuatmu menunggu," gadis bertubuh mungil itu membungkuk kilat setibanya di depanku, seakan menyesal, namun itulah tata karma khas Jepang yang kusukai. Rambut merah mudanya terjun ke sana-kemari karena gerakannya yang lihai.

"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai di sini."

"Kau punya semangat, benar kan?" ucap Casey, jarang kudengar ia berkata dengan bahasa asing walaupun aku tahu bahwa ia cukup fasih sepertiku menggunakan bahasa itu.

Aku tersenyum memandang mereka berdua.

"Baiklah, ayo kita berburu beberapa Clawhead," ucapku sambil memulai langkah masuk ke dalam hutan, diikuti dengan Casey dan Airi yang beberapa langkah di belakangku yang kemudian berjalan berdamping denganku.

"Kau Blue, kan? Orang baru itu?" tanya Airi menoleh ke arahku.

"Yeah. Dan kau pasti Airi, benar, kan?"

"Itu benar." Ia tersenyum simpul ketika kusebut namanya.

Sejalannya kami ke dalam hutan, Casey berbisik kepadaku.

"Tenang aja, nggak ada yang ngawasin kita," ucapnya. Walaupun begitu, aku masih ragu dengan perkataannya.

"Hmm. Tapi gue nggak mau ambil risiko. Gue justru curiga."

"Kita buat party aja dulu." Ia kemudian memberi undangan party kepadaku dan Airi. Entah apa yang berbeda, tapi aku rasa Casey tidak sewaspada seperti biasanya. "Ini misi rutin kok. Seminggu sekali ada tiga orang yang dikirim buat misi ini. Lu termasuk orang yang beruntung."

"Beruntung?" tanyaku, aku tidak mengerti dengan perkataan 'beruntung'nya itu.

"Anggota baru, dan langsung dikasih misi ini. Jarang-jarang ada anggota baru yang langsung dikasih misi ini, minimal punya kedudukan di guild—atau jangan-jangan lu udah dapet posisinya?" ekspresinya berganti seiring dengan tebakannya. Aku tidak bisa meragukan cara berpikirnya itu.

"Kemarin ditawarin jabatan. Tapi gue tolak."

"Kenapa?"

"Nggak lucu kalau rencana kita gagal duluan karena gue nerima posisi itu."

"Oh." dia mengangguk-angguk mengerti.

"Apa yang kalian bicarakan?" tiba-tiba saja Airi menoleh ke belakang karena ia berjalan lebih cepat dari kami berdua. Dengan refleks aku dan Casey sedikit terkejut.

"Oh, tidak ada, apa kau sudah menemukan Clawhead?" tanyaku mengalihkan perhatiannya.

Ia menggeleng. "Mereka biasanya di sana. Tapi tidak ada tanda-tanda dari mereka," ujarnya sambil menunjuk ke arah sebuah spot yang lumayan terbuka di percabangan jalan setapak yang akan kami lalui.

"Ini aneh." Casey melangkah maju untuk melihat-lihat setelah menyadari hal itu. "Biasanya Clawhead respawn di sekitar situ." Ia menunjuk arah yang sama dengan Airi.

"Mungkin ada update?"

"Update? Update apa?" tanya Airi.

"Aku tidak tahu. Respawn acak, mungkin?"

"Hmm. Itu cukup masuk akal tidak ada pemberitahuan dari sistem sejak hari itu." Ia tampak berpikir sambil terus melihat-lihat sekitar. "Ayo kita periksa ke tempat lain. Pasti ada di satu tempat di hutan ini."

Kemudian kami melanjutkan perjalanan mengitari hutan kecil ini. Walaupun kecil, ternyata cukup luas jika harus berjalan mengitarinya.

"Itu!" Airi menunjuk ke satu arah di mana terdapat kumbang dengan ukuran raksasa. Itulah Clawhead yang dimaksud, namun hanya ada seekor saja. Biasanya Clawhead adalah monster yang bergerombol empat hingga sepuluh ekor. Ini sedikit aneh.

Casey lalu mendekati monster itu, menggunakan skill Provokenya untuk memancing Clawhead. Aku bersiap-siap dengan Longbow-ku. Kali ini aku menggunakan busur utama yang biasa kugunakan. Ia menangkis serangan kumbang itu, tidak seperti menangkis namun lebih terlihat seperti melempar kumbang itu dengan dorongan dari perisainya.

Dengan beberapa kali serangan dariku, kumbang itu mati. Drop pertama yang kami dapatkan adalah Clawhead's Blood dan Kal. Bukan item yang kami cari namun tidak terlalu buruk daripada hanya mendapatkan Kal saja.

Perjalanan kami lanjutkan dengan susah payah untuk mencari Clawhead.

Hari pertama berakhir hanya dengan 18 Silverstone Diamond.

Hari kedua? Tidak terlalu susah seperti hari pertama karena kami sudah mengetahui di mana saja Clawhead akan muncul, jadi kita tidak membuang waktu walaupun kami menyelesaikannya dengan waktu yang sangat mepet dengan estimasi waktu misinya.

--

Project Legacy: AwakeningCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang