Chapter 14.2

651 52 0
                                        

Aku tidak membuang waktu, kelima petinggi guild itu sekarang sedang sibuk dan memberikan kami hari bebas. Entah apa yang harus kulakukan sekarang, yang pasti aku tidak mungkin mengikuti dan memata-matai mereka, satu langkah yang salah dan aku akan mati—seperti, benar-benar mati.

Setelah berteleportasi ke Sapporo, aku mengeluarkan mount yang belum terpikirkan untuk kuganti sejak lama—Bahamut. Tidak lama waktu yang dibutuhkan untuk menunggangi naga ini untuk mencapai tempat tujuanku, sebuah dungeon yang terletak di dekat gunung yang membelah Hokkaido dan Obihiro, well, tidak benar-benar membelah untuk di dunia nyata saat ini, namun di waktu di dalam game ini.

Jalannya masih benar kuingat di ingatanku, mungkin karena dulu aku sering kemari jika aku tidak ada pekerjaan atau hanya iseng—meski aku dulu menemukan tempat ini secara tidak sengaja.

Udaranya cukup dingin untuk bulan September, kupasang baju hangat yang bisa kupakai, meski hanya berupa data, indra dalam game ini terkesan begitu nyata dari waktu ke waktu semenjak aku memainkan kembali game ini sejak Februari silam. Omong-omong aku sudah delapan bulan berada dalam game ini, sungguh waktu yang fantastis untuk ukuran login bermain di dalam sebuah game tanpa interupsi.

Sampai di kaki gunung, aku kemudian turun. Ini masih menjelang siang, bagaimana caraku melihat matahari terbenam jika aku sampai di spot yang aku maksud pada siang hari? Jalan mungkin akan membuang waktuku sampai sana, aku juga bisa berkeliling kembali untuk melihat apa saja yang sudah berubah di sini. Mungkin ada hidden dungeon yang baru.

Jalannya masih sama ketika aku terakhir kemari, tidak ada yang berubah. Hanya saja kali ini aku kemari pada saat musim gugur, cuaca sudah mulai dingin. Tidak banyak NPC yang berkeliaran atau terlihat di sekitar sini. Tempat ini sebenarnya tidak terlalu jauh dari kota kecil Obihiro, namun aku heran mengapa para penduduk yang berupa NPC itu jarang sekali terlihat di sini, padahal ini tempat yang cukup nyaman untuk berburu karena hewan liarnya cukup banyak.

Aku mulai berjalan ketika aku turun dari Bahamut. Kaki gunung adalah tempat segalanya dimulai ketika hendak mendaki, atau setidaknya itulah yang aku lakukan sekarang. Mendaki. Sungguh geli mengatakan itu dalam sebuah game.

Hewan liar, tanaman liar, semua masih lengkap di sini.

--

Project Legacy: AwakeningCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang