Chapter 14.4

1K 62 3
                                        

Kami berdua turun dari Obihiro, tempat yang kami tuju tidak begitu jelas ke mana, namun kami butuh tempat yang tenang untuk berbicara. Dan satu-satunya tempat yang terpikirkan saat itu adalah rumah di mana aku pernah disambut oleh kelompok kecil—Avery.

Pukul tujuh malam kami berdua tiba di rumah itu. Masih sama seperti ketika terakhir aku kemari. Kulihat lampunya masih menyala, ini bagus jika mereka tidak sedang pergi. Dan meski mereka tidak ada, pun, aku masih bisa masuk karena aku tahu kata sandi untuk masuk ke rumah mereka—itu karena mereka bilang aku adalah bagian dari mereka—dan itu sangat berarti banyak untukku meski aku masih belum bisa membalas apa yang mereka berikan padaku.

"Dua bulan setelah hari itu, aku bertemu dengan empat orang ini dan mengajakku bergabung dengan mereka," aku memandang Violet dengan cepat lalu menoleh menatap hologram kata sandi yang muncul di depan gerbang rumah. "Aku nggak bisa nolak mereka, mereka mengingatkanku dengan Rainbow."

"Keliatannya romantis banget." Ia tersenyum geli dan juga terlihat bersemangat di saat yang sama. Aku tersenyum simpul lalu menekan kombinasi angka untuk membuka gerbang itu.

Kami masuk melewati gerbang kecil itu, pintu itu terasa sangat jauh. Aku menempatkan tanganku pada kenop pintu yang unik itu. Mendorongnya dan membukanya.

Cahaya dari dalam ruangan itu keluar dan menerangi daerah di sekitar pintu depan. Di ruang tamu itu aku melihat Avery yang dengan spontan melihatku, kemudian berdiri.

"Blue?" ucapnya.

"Siapa itu, Av?" teriakan dari lantai dua menggema, aku bisa mengenali bahwa itu adalah suara Foxx.

"Kalian, turunlah kemari." Tanpa mengalihkan pandangannya ia mengucapkan itu kemudian berjalan dan berhenti tepat di depanku.

Suara beberapa langkah kaki sekaligus terdengar dan tidak lama setelahnya terlihat tiga lain—Foxx, Arianne, dan kemudian yang terakhir adalah Cello.

"Blue?" ucap Foxx.

"Hai, kalian," sapaku dengan lambaian tangan lemah yang terlihat canggung lalu menggaruk belakang kepalaku.

"Kukira kau tidak akan pernah kemari lagi." Arianne tersenyum sambil menggenggam kedua tangannya.

"Dan," Avery mengamati Violet dengan cepat lalu kembali memandangku. "Siapa dia, Blue?"

Aku memandang Violet dan kemudian teringat bahwa aku datang membawa seorang teman. "Oh, dia Violet, teman lamaku saat SMA."

"Salam kenal!" ucap Violet dengan semangat kecilnya.

"Aku Avery."

"Aku Arianne."

"Namaku Foxx!"

"Cello."

"Duduklah, kalian sudah makan? Kebetulan Foxx baru saja mau memasak untuk makan malam," ujarnya. Untunglah, ia terlihat senang dengan kedatangan kami berdua.

"Ya, ya! Kalian mau makan apa?" tawar Foxx, menyiapkan apron dan hendak menuju dapur, wajahnya terlihat sedikit lebih bersinar sekarang.

"Apa saja boleh, terserah kokinya." Aku tersenyum menjawab tawarannya, kemudian aku mengajak Violet untuk duduk di sofa.

"Apa yang membuatmu kemari, Blue?" Avery kembali membuka pembicaraan segera ketika kami duduk.

"Entahlah, kami berdua juga baru saja bertemu secara tidak sengaja setelah kejadian hari itu, dan aku rasa kami butuh tempat untuk berbicara. Hanya tempat ini yang bisa kupikirkan tadi," jawabku. Lalu aku menyandarkan bahu, kemudian melihat Cello dan Arianne yang kemudian ikut duduk di sofa seberang. "Kau masih saja pendiam," tambahku menatap Cello yang hanya mengangguk menanggapi perkataanku barusan, namun sepertinya Arianne juga ikut merasa disebut.

Project Legacy: AwakeningCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang