12 Agustus 2038
Ini sudah hampir dua minggu berlalu. Aku berhasil masuk ke dalam Seventh Heaven sebagai orang yang tak dikenal. Benar-benar baru.
Ada tiga orang baru selain aku saat berhasil mendapat perhatian Ardel dan Scythe. Dua di antaranya adalah Athena dan Landar, namun aku tidak mengenal satu orang lainnya. Dan sebagai orang baru, ini adalah tugas perdanaku langsung dari perintah ketua: Wave kelima nanti malam akan dimulai.
Seperti yang kuduga sebelumnya, ada tembok pembatas antara anggota lama dengan anggota baru yang di rekrut. Aku bahkan jarang melihat anggota-anggota lama, bahkan Casey pun aku tidak pernah melihatnya sama sekali, entah mereka dikirim bertugas atau memang sengaja tidak digunakan. Dan untungnya dugaanku memang benar. Bayangkan jika aku masuk melalui Casey? Aku bahkan akan gagal sebelum memulai jika hal itu benar-benar terjadi.
"Jadi, aku mau kalian berempat membentuk sebuah party untuk melawan boss kelima, malam ini." Dia memandang kami berempat secara bergantian dengan wajah yang sangat tenang, lebih ke arah acuh tanpa benar-benar memperhatikan kami. Lalu dia kembali menatap lembaran kertas-kertas yang terhampar di atas mejanya.
"Sebuah party? Hanya kami berempat?" tanya Landar yang berada di sebelah kiriku dengan tangan sedikit diangkat, sepertinya ingin mengajukan protes kepadanya, namun belum sempat tangan itu terangkat, aba-aba dari ketua menghentikannya sebelum dia hendak melanjutkan.
"Kau sudah mendengar itu," dia mengangkat kepalanya, memandang orang di sebelahku dengan tatapan tajam tak berarti. "Sekarang bubar."
Tanpa protes tambahan dari Athena maupun anggota baru satunya, kami semua membubarkan diri dari panggilan yang cukup singkat, bahkan terlalu singkat.
"Hei, jika kau tak keberatan. Namaku Landar," ucapnya sesaat setelah keluar dari ruangan. Ia menjabat tanganku dengan ramah sekaligus tegas. Ternyata dia tidak seburuk yang kubayangkan. "Kau tidak seburuk itu saat kompetisi."
"Terima kasih, namaku Blue," balasku.
"Namaku Rion," ucap satunya yang sebelumnya kami tidak tahu namanya, diikuti dengan jabat tangan singkat.
"Blue."
Athena tetap berdiam diri menyenderkan bahunya di tembok, tanpa sepatah kata apa pun.
"Jadi, kita mendapat sebuah perintah untuk membentuk party," ucapnya, diikuti dengan menu yang dibuka dan sebuah undangan party datang padaku, Athena dan yang terakhir Rion. Dengan sedikit ragu-ragu aku menerima permintaan itu, begitu juga Rion dan Athena. "Aku tidak berharap agar kita menjadi sebuah tim. Tapi, jika kalian bertiga ingin bekerja sama, katakan saja," tambahnya.
Rion lalu melangkah maju memandang Landar. Walaupun dia seorang perempuan, dia pasti orang yang tangguh untuk bisa menarik perhatian Ardel dan Scythe sehingga mau merekrutnya. "Simpan itu untukmu sendiri. Aku akan melakukannya sendiri," ucapnya dengan nada yang sedikit sombong sambil menunjuk Landar dengan jari telunjuknya menempel di depan dada Landar.
Aku salah dua kali menilai orang yang sama.
Dibalik wajah yang terkesan polos itu ternyata dia tidak seperti yang kukira. Ketus, mungkin. Tetapi aku yakin ada sesuatu yang lain mengenai dirinya.
Mungkin menurutnya menerima ajakan party itu hanya menjadi sebuah syarat yang tak berarti untuk Rion. Dia ingin berdiri sendiri dengan kemampuannya dan dia sepertinya cukup yakin dengan itu.
Setelah perkataan itu—yang berarti ia menolak mentah-mentah tawaran Landar—ia berlalu begitu saja, meninggalkan kami bertiga.
"Dasar perempuan," ucap Landar lirih dengan pandangan yang masih terkunci pada Rion, ia tersenyum, begitu juga dengan Athena yang kemudian berlalu seperti yang Rion lakukan, namun dengan arah yang berbeda. Aku bingung dengan senyumannya itu. Apa dia kira ini seperti tantangan?
--
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Legacy: Awakening
Science FictionApa yang kau pikirkan ketika kau secara tidak sadar telah kembali dalam dunia virtualmu setelah dua tahun tak menyentuhnya? Dan yang lebih baiknya lagi, kau bertemu dengan seorang gadis yang menjadi impianmu sejak dulu? Bertemu dengan sahabat lamamu...
