10 September 2038
Tugas, tugas, dan tugas. Hanya itu yang bisa kukatakan setelah melewati sumpah itu. Setiap hari, dan aku bahkan hampir tidak bisa istirahat karena tugas itu. Tugas yang diberikan sangat banyak, entah untuk apa, meskipun tidak terlalu berat, namun kuantitas yang diberikan sangat besar, dan sejauh ini masih tidak muncul keanehan-keanehan yang kumaksud. Ini seperti tingkat selanjutnya itu hanya tambahan tugas tanpa akhir, tidak lebih. Mereka benar-benar mengetesku di sini yang ingin masuk ke dalam dunia mereka.
Hanya sabar yang bisa kukatakan pada diriku sendiri saat ini.
"Blue." Seseorang memanggilku ketika aku hendak pergi keluar dari kastel. Dari suaranya sudah bisa kukenali siapa itu: Priss.
"Oh, Priss, ada apa?" tanyaku sesaat setelah menoleh, ia terlihat tidak terlalu lesu meskipun hari sudah cukup terik, dan misi-misi yang sedang berlangsung. Ia justru terlihat sangat segar.
"C mencarimu," ucapnya singkat, sangat singkat malah. C yang ia maksud adalah Casey. Dan saat itu juga setelah mengatakan itu, ia pergi, dengan senyum yang melekat pada bibir mungilnya, menghilang kembali ketika ia berjalan menuju sudut koridor setelah aula.
Ini pasti penting jika ia mencariku, terlebih karena Priss-lah yang mengatakannya. Mungkin dia sedang sibuk dan tidak bisa mengatakannya sendiri kepadaku, pikirku.
Seminggu yang penuh misi dan tak satu pun dari misi itu aku dipasangkan dengan Landar, Athena, ataupun Rion. Kebanyakan misi yang diberikan padaku adalah misi individual yang cukup menantang jika melihat levelku sendiri masih belum cukup tinggi, namun dengan sedikit siasat aku bisa menyelesaikannya. Yang sulit adalah misi berburu monster dan mengumpulkan item, selebihnya tidak ada yang susah, hanya mengantarkan sebuah item dan juga mengantar pemain berlevel rendah. Misinya cukup aneh, memang.
Dan setelah perkataan Priss tadi, kupikir aku harus menyelesaikan misi hari ini dengan lebih cepat agar aku mempunyai waktu pada malam hari untuk menemui Casey. Priss tidak mengatakan di mana aku harus menemui dia karena kita semua tahu—kelompok Resistance dari guild Seventh Heaven, di mana harus bertemu.
Malamnya, setelah semua misi sudah beres, aku dengan hati-hati pergi menuju base. Tempat di tengah hutan itu cukup aman, namun bagaimanapun juga aku harus tetap berhati-hati.
Masuk ke dalam, aku menemui anggota yang lebih sedikit daripada biasanya ketika aku mampir kemari. Hanya ada Priss dan Airi saja.
"Dia di dalam sana." Airi menunjuk ke ruang yang sama seperti ketika Casey mencariku di hari lain.
"Oke terima kasih," balasku dengan senyum kilat, dan langsung berjalan menuju ruangan yang dimaksud. Ruangan yang kurasa hanya untuk dia saja—seperti ruangan pribadi miliknya, dan ya, itu memang masuk akal karena tempat persembunyian ini adalah miliknya, jadi tidak heran jika ia memiliki satu atau dua ruangan pribadi untuk dirinya sendiri.
Aku sampai di depan pintu itu, untuk kedua kalinya, dan aku bersiap untuk mengetuk. Namun tanganku berhenti tepat di depan pintu ketika suara Airi kembali terdengar lagi.
"Dia bilang kau boleh langsung masuk ke dalam ketika sudah sampai." Aku menoleh, menunjukkan ekspresi datar yang mengerti pada Airi kemudian menurunkan tanganku yang sudah mengepal untuk memutar pegangan pintu tua itu.
Di dalamnya, aku menemukan sosok yang mencariku, ia sedang terduduk di sofa memandangi satu-satunya papan yang berada di ruangan itu yang aku tidak tahu apa saja benda yang menempel di situ. Dia menoleh kehadapanku dan hanya mengangguk, kemudian kembali memandang papan itu.
"Hei." Aku membuka mulut, namun hanya sapaan ringan yang keluar. Ia hanya menghela napas pendek menanggapi ucapanku barusan. Aku menjadi semakin bingung. "Priss bilang kalo lu nyariin gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Legacy: Awakening
Science FictionApa yang kau pikirkan ketika kau secara tidak sadar telah kembali dalam dunia virtualmu setelah dua tahun tak menyentuhnya? Dan yang lebih baiknya lagi, kau bertemu dengan seorang gadis yang menjadi impianmu sejak dulu? Bertemu dengan sahabat lamamu...
