Perjalanannya tidak terlalu lama. Aku mendarat tepat di jantung kota Lyon, kotanya masih kalah indah jika dibandingkan dengan ibukota Prancis, Paris. Ternyata banyak juga pemain di sini. Kukira masih sepi seperti dulu. Lyon dulu tidak banyak dikunjungi oleh para pemain pada umumnya, hanya orang-orang tertentu saja yang mayoritasnya hanya menyelesaikan quest regional atau hanya sekadar exploring. Setelah turun dari Bahamut dan naga itu pergi, aku berjalan menuju portal teleportasi yang berbentuk seperti sebuah gerbang tanpa gerbang—maksudku, bentuknya seperti gerbang, namun tanpa bingkai gerbangnya, hanya cahaya berwarna biru muda—aqua, dan sesaat terlihat seperti sebuah blackhole. Kau masuk lalu menekan kota tujuanmu dari menu dan sekejap kau sudah berada di kota tujuanmu. Namun kau bisa dengan mudah 'mengatakan' daripada 'menekan' melalui menu, itu jika kau sudah hafal nama-nama kota. Simpel. Ini fitur yang diimplementasikan setahun setelah game ini rilis, dan aku masih bingung kenapa mereka tidak mengimplementasikannya lebih cepat.
Wajah-wajah mereka, wajah yang tak pernah kukenal di dunia nyata. Itukah wajah para pemain VRO? Wajah para... gamer? Aku terpaku untuk beberapa saat. Aku bahkan tidak menyadarinya hingga sekarang. Banyak yang terlewat selama dua tahun ini. Wajah-wajah gembira ini sudah lama tidak kusaksikan. Aku benar-benar kembali dalam permainan.
"Allen!"
Suara itu samar-samar memanggilku dalam kerumunan yang mengelilingiku. Allen adalah nama asliku. Mungkin aku hanya salah dengar, atau ada seseorang dengan nama yang sama dengan nama asliku digunakan dalam game. Mana mungkin ada seseorang yang kenal denganku di sini. Kemungkinannya terlalu kecil.
"Allen!" suaranya lebih keras dan terdengar cukup dekat.
Oke, kali ini langkahku terhenti karena ada seseorang yang menarik lenganku, aku sontak menoleh dan membalik badan hampir 180 derajat. Ah, bahkan sinar matahari ini menghalangiku melihat 'orang' ini. Aku naikkan tangan kiriku untuk menghalangi sinar yang mengenai langsung ke arah wajahku.
Sosok yang kukenal beberapa tahun lalu. Suaranya menjadi khas setelah beberapa saat. Masih suara yang kukenal dulu. Ini aneh, sekejap memoriku kembali muncul ke permukaan otak.
"Susah banget manggil kamu di kerumunan ini!" napasnya memburu seraya melepas pegangannya di lenganku dan membungkuk, kedua tangannya memegang lututnya. Dia mencoba untuk mengatur napas kali ini.
"Kamu..." napasnya masih tersengal-sengal ketika berusaha untuk berkata selagi tangan kanannya berusaha meraihku, "Kamu Allen, kan?" sial. Aku benar-benar ingin melihat wajah dibalik jubah ini. Aku lupa dengan siapa pemilik suara ini di dunia nyata.
"Ah, kamu siapa?" tanyaku balik.
"Aku..." dia mencoba mengatur napas lagi, game ini benar-benar di desain sedemikian rupa bahkan sekarang kau bisa merasa lelah walaupun berada di dunia nyata. "Aku Chloe!" Chloe?
"Chloe? Chloe siapa?"
"Memangnya siapa lagi temanmu yang bernama Chloe selain aku?" napasnya kini sudah teratur dibandingkan tadi. Perkataannya benar, aku hanya mempunyai satu teman yang bernama Chloe. Aneh, padahal Chloe adalah nama yang cukup pasaran. Wajahnya kini terangkat, lagi-lagi aku mengangkat tanganku untuk menghalangi sinar matahari yang menerpa wajahku secara langsung. Dia pun membuka tudung jubah berwarna ungu dengan corak tribal simpelnya.
Wajah itu adalah wajah yang sempat aku puja sewaktu masih sekolah dulu, tidak ada yang berubah sama sekali walau sudah hampir lima tahun. Walaupun ditutupi dengan kuping runcing khas ras Pixie, lekukan wajahnya yang sangat melekat di ingatanku tidak pernah luput untuk kukenali.
"Chloe Éclair?" dia mengangguk tanda setuju dengan ucapanku.
"Ini udah hampir lima tahun. Aku nggak nyangka bakal bertemu kamu di sini," ujarnya tersenyum sembari menyeka keringat yang menetes melewati pelipis dahinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Project Legacy: Awakening
Ficção CientíficaApa yang kau pikirkan ketika kau secara tidak sadar telah kembali dalam dunia virtualmu setelah dua tahun tak menyentuhnya? Dan yang lebih baiknya lagi, kau bertemu dengan seorang gadis yang menjadi impianmu sejak dulu? Bertemu dengan sahabat lamamu...
