Keyla melangkahkan kakinya dengan langkah pasti di koridor sekolah, tanpa ada minat untuk berhenti sekedar untuk menunggu Vita yang tertinggal di parkiran sekolah. Saat jarak kelasnya tinggal beberapa meter lagi, langkah Keyla tiba-tiba terhenti oleh seorang cowok yang menghalangi jalan-nya.
Keyla mendongakan kepalanya yang tadinya hanya menunduk, menatap cowok berbadan tinggi yang ada di depannya.
"Hai, lama gak ketemu," sapa cowok itu dengan senyum hangatnya. Dia?
"Lho, Dafa! Kok lo bisa ada disini?" Keyla menatap heran pada cowok yang bernama Dafa itu. Pasalnya Dafa adalah murid dari sekolah lama Keyla.
"Gue baru aja pindah," jawab Dafa masih dengan senyumnya.
Dafa menatap wajah cantik Keyla. Wajah manis yang ia rindukan. Wajah yang telah membuat jantungnya selalu berdetak abnormal. "Lo banyak berubah ya. Tambah cantik juga," ujarnya dengan tulus.
"Ah, biasa aja" Ucap Keyla malu-malu.
"Keyla..."
Terdengar suara Tian memanggilnya. Tian dengan cengiran konyolnya, berjalan ke arah Keyla sambil di tangan kanannya membawa es krim.
Keyla menatap Tian dengan malas. "Baru jam tujuh pagi, dan lo udah makan es krim"
"Gue lagi pengen makan es krim" Jawab Tian enteng. Tian melihat cowok yang berdiri di depan Keyla.
"Oh ya, Daf. kenalin ini--"
Tian mengulurkan tangan kanannya "Gue Tian. pacarnya Keyla"
Dafa terlihat kaget, lalu meraih tangan Tian dan menjabatnya. "Gue dafa. Sahabatnya Keyla"
Entah perasaan Keyla saja atau bukan. Keyla merasa bahwa Dafa menatap Tian dengan aneh, benci?
"Ehm.. Gue ke kelas dulu Daf" Keyla menarik tangan Tian berjalan ke kelasnya.
Dafa menatap Keyla yang menggandeng tangan Tian. Tanpa sadar Dafa mengepalkan tangannya.
"Cie... Yang gak mau jauh-jauh dari pacar, mau ke kelas aja di gandeng" Goda Tian.
"Ish.. Gak gitu"
Tian tergelak melihat pipi Keyla kembali memerah.
"Yan, lo sebelumnya pernah ketemu sama Dafa?" Tanya Keyla.
Tian menggeleng. "Baru pertama kali ini. Napa emang?"
"Gak kenapa-napa" Keyla tersenyum.
"Yaudah, gue kelas dulu. Cipika-cipiki dulu yuk" Tian menaik turunkan alisnya. Mirip Om-Om yang kurang belaian.
Keyla menginjak kaki Tian dengan keras. "Makan tuh cipika-cipiki"
Keyla masuk ke kelasnya. Meninggalkan Tian yang meringis sambil memegangi kakinya.
"Keyla!" Vita memasuki kelas dengan berteriak memangil Keyla.
"Woy! Masih pagi, jangan teriak-teriak" Protes Enal dari bangku paling pojok.
Vita nyengir tak berdosa, lalu menghampiri Keyla yang duduk manis di bangkunya.
"Ada murid baru. Cogan" Ucap Vita.
"Udah tau. Dia temen gue"
"Temen yang mana?" Tanya Vita.
"Temen di sekolah lama gue. sejak smp sih" Aku Keyla.
Vita hanya manggut-manggut
*****
Kantin sekolah
KAMU SEDANG MEMBACA
Seperti Hujan
Fiksi RemajaCover by : @Keynaa_key Direvisi setelah tamat. Tentang aku, kamu dan juga hujan "Hujan pernah membuat kita dengan sengaja dipertemukan". -K- Namun, ketika yang dianggap sebagai takdir tuhan ternyata hanya sebuah kebetulan Akankah takdir masih tetap...
