02 - Kesan Pertama

1.9K 101 13
                                        

Keyla datang ke sekolah dengan semangat. Matanya sibuk mencari cowok yang kemarin meminjami-nya payung.
Tak lama cowok yang dicarinya datang. Wajahnya kusut, rambutnya berantakan. mungkin tadi pagi, sebelum ke sekolah cowok itu tidak mandi
Tian berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya, dia berpapasan dengan Keyla namun berlalu dan terus berjalan.
Keyla kemudian berbalik lalu mengikutinya.

"Tian! tunggu gue!!"

Merasa namanya dipanggil, Tian pun berhenti. sedangkan Keyla yang berlari kecil tidak menyadari kalau Tian tiba-tiba berhenti, Keyla menabrak punggungnya.

"Aduh! sorry, gue gak sengaja." Ucap Keyla sambil mengelus hidungnya yang terasa sakit gara-gara menabrak punggung Tian.

Tian berbalik "Gak pa-pa, eh elo, lo manggil gue?"

"Sorry ganggu, gue cuma mau balikin ini." Ujar Keyla sambil memberikan payung yang kemarin diberikan Tian.
Tian memandangi payung itu sejenak lalu tersenyum tipis ke arah keyla.

"Buat lo aja, anggap sebagai tanda pertemanan dari gue. Sekaligus permintaan maaf dari gue" Ucapnya dengan tanpa ber-ekspresi.

"Bener nih? Ah, iya" Keyla tersenyum kikuk.

"Yaudah, gue ke kelas dulu, mau ngerjain pr."

"Oke, sekali lagi makasih." Keyla tersenyum. Tian hanya mengangguk dan tersenyum. Senyumannya masih sama seperti tadi, sebuah senyum palsu. Tian kemudian berbalik dan berjalan menuju kelasnya.
Keyla memandangi Tian yang berlalu.

"Aneh, kenapa sifatnya jadi beda 360 derajat gitu?" Gumam Keyla pada diri sendiri. Keyla kemudian berjalan menuju kelas nya.

"Hay." Keyla menyapa Vita yang terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya.

"Eh, elo udah dateng." Vita menoleh ke arah Keyla sebentar lalu balik memandangi layar ponselnya lagi
Keyla duduk di bangku sebelah Vita.
Keyla satu bangku dengan Vita.

"Btw, gue tadi ketemu ama Tian. Kok tuh anak beda sama kemarin?" Keyla memulai obrolan.

"Beda? Beda gimana maksud lo?"

"Kemarin kan dia ngeselin," Keyla mengingat kejadian di lapangan basket dan kantin kemarin. "Tadi gue ketemu dia. Kok dia jadi beda, aneh."

Vita mengalihkan pandangan-nya dari layar lalu tersenyum ke arah Keyla.

"Lo emang baru kenal dia. Kadang dia super semangat dan suka iseng, tapi dalam 5 menit bisa tiba-tiba jadi pendiem dan melow. Gak ada yang bisa nebak apa yang dia pikirinnya. Vania yang udah temenan sama Tian dari kecil aja suka binggung kalo ngadepin Tian." Jelasnya, Keyla hanya menganguk-anggjkkan kepalanya.

Sebenarnya Keyla masih penasaran. tapi berhubung bel masuk sudah berkumandang dan guru sudah masuk kelas, terpaksa dia harus menahan niatnya untuk bertanya-tanya lagi.

Pelajaran demi pelajaran dilalui Tian dengan malas, tinggal satu mata pelajaran tersisa sebelum jam istirahat tiba.

"Gue ke toilet dulu."

"Boker?" Tebak Edi. Tian tidak menjawab, dia berjalan keluar kelas
beberapa menit kemudian guru datang memulai pelajaran. Ponsel Edi bergetar, sebuah notifikasi BBM masuk ke ponsel nya.

Tian : gue bolos. Ngantuk gue

Edi : njir.. lo napa gak ngajak gue!?

Edi : KAMU JAHAT!!

TIAN : Bodo amat dah.

Tian menyimpan ponselnya di saku celana. dia berjalan di lorong sekolah yang sepi. Dia berpapasan dengan Keyla.

Seperti HujanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang