30

45 3 0
                                    

Mata Tamara memberikan isyarat pada Nina. Gadis itu segera menarik lengan Tamara keluar kamarnya.

   "Apa itu di tangan Lenar?" tanya Nina to the point.

   "Gak tau. Anak kecil tuh ada dari pulang rumah lo waktu itu. Terus terusan gelendotan di sono" jawab Tamara.

   "Lenar gak kerasa apa?"

   "Katanya tangan kirinya sering pegel"

   "Jadi, gimana ngusirnya?"

   "Gak tau"

   "Ngusir apa hayooo?" muncul kepala dari balik pintu.

   "SETAN!" sontak keduanya berteriak kaget. Yang di katai setan itu langsung menoyor kepala kedua gadis itu.

   "Cantik gini lo bilang setan, lo berdua kali, iblis" Grace tak terima, jadi dia mengomel pada kedua makhluk itu. Yang diomeli malah cengengesan.

   "Iya, ampun roro" kata keduanya serempak.

   "Roro?"

   "Roro Jongkrang!"

   "Pale lo!"

***


   "Kalian gak pulang?" tanya Nina pada ke tujuh temannya yang masih anteng bermain kartu domino.

   "Ngusir lo?" bukannya menjawab, Lenar malah bertanya balik.

   "Hm, sejenislah. Gue ngantuk soalnya"

   "Ngantuk tidur, laper makan, haus minum, gak ngantuk gak usah tidur" kata Dylan. Nina menatapnya datar.

   "Gaje lo ye"

   "Emang ini jam berapa?" tanya Grace. Masing masing dari mereka melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan masing masing.

   "Sebelas malam!" semuanya sontak berseru kaget. Apalagi yang tadi bertanya pukul berapa sekarang.

   "Gue nginep aja ya, Na. Takut ketemu yang kayak gitu" kata Tamara sambil melirik Lenar. Nina hanya mengangguk saja.

   "Gue juga" Grace ikut ikutan.

   "Gue juga" Lenar pun begitu.

   "Yah, lo semua nginep, gue juga lah" kata Dylan yang langsung di pelotot oleh ke empat cewek itu.

Drrdrr
   
   "Dari siapa?" tanya Nina. Geo padahal baru membuka pesan yang masuk itu. Dia bahkan belum membaca satu kalimat pun, sudah di tanya oleh Nina.

   "Hm"

   "Hm isinya?"

    Geo tidak menanggapi lagi. Sekarang, dia fokus pada pesan yang baru masuk di ponsel nya.

_ _ _ _ _

Abang ke villa sekarang. Kalau bisa ajak Kak Nina.

Arzeo.

_ _ _ _ _

   "Pale lo, jam berapa ini memangnya?" gerutu Geo dalam hati.

   "Dari siapa?" tanya Nina lagi. Geo menatapnya sesaat lalu menghela nafas pelan.

   "Zeo, adek gue"

   "Lo punya adek?" tanya Lenar, entah kenapa, dia terlihat penasaran.

   "Ada"

VILLATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang