Part 12

677 45 1
                                        


Aku berada di kamar bersama nya, posisi ku tidur di paha Suami ku sedangkan ia mengelus pelan rambut ku. Aku nyaman sekali berada di posisi seperti ini.

"Kamu tidak ada masalah kan saat aku bekerja, sayang." Kak Alvin menatap ku dan kemudian membelai pelan pipi ku.

"Semua baik-baik saja sayang." Aku tersenyum pada nya.

"Oke bagus. Namun jika ada sesuatu beritahu pada ku."

Kemudian Suamiku mengelus pelan perut ku yang membesar.

"Anak papah,jaga mamah kamu ya."
Kata nya sambil tersenyum.

"iya Papah aku akan selalu jaga mamah. Papah tenang saja." Ucap ku pada nya menirukan suara anak kecil lagi.

Bahagia itu sederhana berada dekat di sisi Suami saja membuat aku sangat bahagia.

"Ya Tuhan tolong abadikan Lah kebahagiaan ku bersama Suami ku aku ingin selalu ingin merasakan seperti ini." Ucap ku dalam hati.

"Honey, kamu kalau aku bekerja ngapain saja?" Suamiku bertanya sambil memainkan anak rambut ku.

"Emm seperti Istri lainnya kak, aku ikut memasak, membersihkan kamar. " Jawaban aku membuat kakak memberhentikan gerakan tangan nya dianak rambut ku.

"Kamu nakal ya."  Kakak malah mencubit pangkal hidung ku yang mancung.

"Bukan nakal Suami ku sayang, aku cuma pingin saja abisan masa aku nya diam saja aku juga kan pingin kerja malah cape tau kak kalau diam."

Aku mengeluarkan keluh-kesah ku. Kulihat kak Alvin berpikir sejenak lalu tersenyum.

"Oke deh aku izinkan kamu memasak dan membersihkan kamar. Tapi inget cuma kamar kita saja. "  Kakak menegaskan. Aku sih hanya menganggukan kepala saja.

"Kak, boleh tidak besok aku ikut ke kantor kakak. Aku jenuh di rumah terus kak. " Aku merengek kepada kakak berharap ia mengizinkan.

" Em bagaimana ya, soalnya kakak besok ada meeting penting." Kakak menjawab nya tanpa ragu.

"Ah gapapa deh aku menunggu di didalam ruang kerja kakak. Ya ya please."  Aku mulai mengeluarkan jurus andalan ku mata yang di kedip kan berkali-kali.

"Ish kamu bisa saja ya. Yasudah kakak mengizin kan kamu ikut tapi jangan nakal disana oke." Kakak memperingat kan aku.

"Siap pak bos." Aku hormat pada nya membuatnya mengelus puncak rambut ku.

"Ya sudah kamu harus bobo kesian dede nya." Ucap kakak sambil mengelus perut ku.

"Iya Suami ku tercinta. Tapi, aku mau kamu elus kepala aku. " aku meminta harap harap cemas takut kakak menolak namun bukan nya menolak kakak malah mengatakan.  "Tanpa kamu memintanya aku akan melakukan nya honey. "

Aku pun tidur terlentang dengan sangat hati-hati agar tak menyakiti calon anakku.  Kak Alvin terus mengelus rambutku sampai aku lelap dalam mimpi yang indah.

***

Aku berjalan beriringan dengan Suami ku tercinta.

Kakak yang memakai kemeja putih yang dilapisi jas Abu-Abu dan aku yang memakai daster. OMG.

Apakah kak Alvin tidak malu membawa aku ke kantor nya dengan keadaan ku seperti ini.

Sungguh sulit di percaya, tapi ini adalah keinginan ia sendiri, ia yang menyuruhku mengenakan daster awal nya aku ingin menggunakan celana Jens dan kaos namun langsung di tolak .

Semua yang berada dikantor berdiri menyambut Suami ku yang berjalan dengan sangat berkarisma.

"Pagi Pak,. "

Kamulah TakdirKuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang