Aku setengah berlari kearah parkiran dan masuk kedalam mobil.
"Sudah selesaikah Istriku?." Tanya nya begitu lembut membuat aku semakin merasa bersalah padanya.
Tanpa menjawab pertanyaan aku berhambur di pelukannya. Sambil terisak ya aku menangis.
"Kamu kenapa sayang?ada apa? Dia menyakiti mu?." Tanya nya sambil mengusap punggung ku.
"Tidak. Dia sama sekali tidak menyakiti ku tapi aku lah yang menyakitimu. Hiks." Isakan ku semakin terdengar jelas.
"Apa yang kamu bicarakan sayang? Kamu sama sekali tidak menyakitiku."
Sampai rumah pun aku tidak berbicara pada Suamiku. Namun pada saat memasuki kamar ia pun duduk di tepian ranjang.
"Aku meminta maaf jika aku terlalu jahat padamu. Kamu begitu baik padaku namun aku jahat padamu apa masih pantas aku dipanggil Istri olehmu padahal aku seperti selingkuh terangan ."
Aku bersimpuh dikaki Suamiku memohon ampun padanya meminta agar ia memaafkan segala kekhilafan ku yang sangat keterlaluan ini.
"Bangun lah Istriku. Aku telah memaafkan segala kesalahan masa lalu maupun masa akan datang yang dilakukan engkau wahai Istriku."
Kak Alvin mengangkat ku dan memeluk ku dengan sangat erat.
"Biarkan saja hari ini menjadi sebuah pembelajaran untuk kedepan nya." Ucap Suamiku menenangkan.
"Ayo tidur kamu pasti lelah kan? Apa kamu lapar? Jika lapar aku akan masak untuk mu." Tanyanya.
"Tidak, tidak aku tidak lapar aku hanya ingin kamu berada disamping ku sayang lalu kita tidur." Pintaku.
"Baiklah jika itu memang keinginan mu. Mari kita tidur."
Kak Alvin pun memimpin doa tidur lalu kami berdua tertidur dengan posisi lengan kak Alvin melingkar dengan sexy nya disekitar pinggang ku.
***
Suasana Pagi
Seperti biasanya aku membantu bibi untuk memasak didapur sekedar menyiapkan nasi goreng untuk Suami tercinta.
Aku menyediakan nasi goreng yang sudah matang di atas piring dan ditambah telur mata sapi diatas nasi tersebut tak lupa menambah mentimun sebagai lalap nya.
"Tadaaa." Aku menaruh piring berisi nasi goreng tersebut diatas meja makan dan bersiap membangunkan Suami tercinta.
Aku pun berbalik arah.
"Astagfirullah." Kaget ku ketika melihat sang Suami tengah memperhatikan gerak gerik ku.
"Kak sudah lama?." Aku memanggil kak Alvin yang jarak nya tidak terlalu jauh dari ku.
"Tidak aku baru saja turun honey."
"Baiklah ayo kak silahkan duduk." Aku mempersilahkan Kakak untuk duduk dikursi.
Kulihat dengan lahap nya kak Alvin menyantap makanan buatan ku dan bibi.
***
Sekarang jam 09 pagi kak Alvin sudah berangkat ke kantor sedari jam setengah tujuh tadi.
Sedang kan aku? Aku hanya bergulat dengan hape mengetik sana mengetik sini. Game.
Tiba tiba drtttt drtttt drtttttt
Rio: "nanti malam kita ketemuan yuk kamu pasti sudah baikan kan?"
Aku mengernyit heran melihat sms dari Rio.
Aku: "Ketemuan? Luka semalam saja belum mengering apakah aku harus menambah luka baru untuk kak Alvin? Tahu darimana kamu kalau aku dan kak Alvin itu sudah baikan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamulah TakdirKu
Aléatoire[CERITA LENGKAP] [Jangan lupa follow me] Hubungan yang bertahan lama itu bukan menjadi jaminan kebahagiaan. Begitupun dengan hubungan Alyssa dan Rio. Mereka berpacaran cukup lama namun perlahan sikap Rio berubah. Alyssa merindukan Rio yang dul...
