Part 27

462 28 4
                                        

Happy reading.

------------

Malam yang dipenuhi bintang bintang seakan mengerti bahwa kedua insan ini tengah bersyukur.

"Aku sangat takut kehilangan mu." Kak Alvin tidur dipangkuan ku.

"Aku juga bahkan aku takut kita tidak bisa bersama lagi." Aku mengelus rambut hitam pekatnya.

"Aku bersyukur Allah menunjukan jalan keluar masalah ini."

"Bahkan aku sangat bersyukur dengan mendapatkan masalah keluarga kita jadi lebih kokoh dari sebelumnya."

"Aku mencintai mu Fy, sedalam dalam rasa ku padamu. Aku mencintai mu lebih dari yang kau tau." Katanya sambil mendongakan wajah nya kearah ku.

"Aku mencintai mu bahkan kuserah jiwa raga ku hanya untukmu wahai Suamiku."

"Semoga langkah kita selalu dirhidoi oleh-Nya, semoga kita diberi kesempatan melakukan ibadah- ibadah lebih banyak lagi dan semoga kita bisa menuju syurga-Nya bersama- sama.

"Amin semoga saja ya."

"Kak."

"Apa sayang?" Jawab nya dengan lembut.

"Apa kah Shilla memang adikmu?"

"Apakah kamu masih belum percaya dengan apa yang dijelaskan?"

Kak Alvin terlihat sedih mungkin karena aku masih terlihat belum percaya. Aku bukan nya tidak percaya hanya saja aku ingin memastikannya.

"Aku percaya kak, tapi aku hanya ingin memastikan nya."

"Semua yang diceritakan memang benar adanya kamu tidak usah khawatir karena aku tidak akan membohongi mu." Katanya sambil menggenggam erat lengan ku.

"Oke aku mempercayaimu, tapi jangan kamu menghancurkan rasa percaya ku ini ya kumohon."

"Tentu saja."

Ting tong ting tong.

Seperti nya ada yang bertamu siapa ya malam-malam seperti ini.
Aku pun berjalan menuju pintu utama dan.

"Hai apakah kamu baik-baik saja?."

Oh ternyata Ayah, oh God aku sangat merindukan Ayah.

"Putriku kamu baik-baik saja?" Ayah memelukku erat sekali, oh Ayah ada apa dengan mu.

"Aku juga sangat merindukan Ayah, mari Ayah kita duduk tidak baik berdiri disini." Kataku sambil menuntun lengan Ayah yang terasa keriput, oh God Ayah ku semakin renta.

"Ayah duduk disini saja ya aku mau buat susu untuk Ayah."

"Dimana pembantu rumah tanggamu putriku?" Ucap Ayah sambil menoleh kekanan dan kekiri.

"Ayah ketahuilah bahwa pembantu rumah tanggaku sedang pulang kekampung mereka masing-masing. disebabkan lebaran sudah ada didepan mata."

"Oh ya aku baru menyadarinya putriku, maafkan aku."

"Ayah jangan meminta maaf Ayah tidak salah, baiklah aku akan buat susu dulu ya Yah."

Aku pun menuju dapur lalu membuat susu untuk Ayah. sedang diruang keluarga ku dengar Ayah sedang berbincang, ah apakah suamiku menemui Ayah.

Ketika ku menemui Ayah diruang keluarga sambil membawa secangkir susu hangat kulihat ada kak Alvin disamping Ayah.

"Ayah diminum dulu susu nya, kak aku buat kan untukmu terlebih dahulu ya." Ucapku langsung menuju dapur kembali.

Kamulah TakdirKuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang