Aku mengerjapkan mata yang sangat terasa lengket mungkin aku terlalu asyik tertidur. Tapi hey lihat Suami ku tercinta ia sedang menggenggam erat tangan ku. Dan ternyata ada satu hal yang baru ku sadari aku berada di rumah sakit.
Apa yang terjadi dengan ku ?aku terus berusaha mengingatnya ya ampun wanita gila itu mencekik ku.
Lalu bagaimana keadaan janin ku apa ia terluka?
"Hei sayang kamu sudah Sadar?. " Aku menoleh pada Suami ku dia yang sedari tertidur akhirnya terbangun.
Aku pun hanya menganggukan kepala.
Ku lihat Suamiku menatap ku dengan sangat khawatir dan iba. Aku takut terjadi sesuatu pada janin ini.
Aku memberikan kode pada nya. Aku menunjuk pada perut ku karena jika berbicara aku masih lemas.
Kak Alvin yang terlihat mengerti pun langsung menjawab.
"Alhamdulillah calon anak kita baik baik saja, kamu tidak usah khawatir ya sayang. Allah masih memberi nya kesempatan untuk hidup. "
Entah setelah mendengar jawaban nya aku langsung tersenyum. Aku bersyukur tidak terjadi apa-apa.
"Kamu tadi hanya syok saja kok." Kak Alvin kembali menjelaskan.
***
Keesokan harinya aku sudah boleh pulang dari rumah sakit.
Sekarang aku berada bersama dengan kak Alvin.
"Kakak mengapa tidak bekerja?. "
Aku melihat kak Alvin sedang sibuk memperhatikan aku yang tengah bercermin.
"Aku tidak bisa meninggalkan kamu sayang. "
Kulihat kak Alvin mendekat kepadaku lalu mengalungkan lengan nya di leher jenjang ku.
"Kakak tidak usah khawatir kan disini ramai, ada Bibi ada yang lain nya juga. "
Aku terus saja menjelaskan padanya agar ia tak semena-mena tidak bekerja hanya karena khawatir. Sungguh Suami ku ini.
"Kamu ingin tahu apa yang membuat aku tak khawatir lagi pada mu?"
Kak Alvin memperhatikan aku melalui cermin.
"Apa kak?" Tanya ku.
"Ketika kamu berada disisiku sayang ku. " kak Alvin mencium kening ku lembut.
"Aku akan selalu berada di sisi mu Suami ku."
Aku mencium lengan Suami ku yang menggantung di leher ku.
"Aku tak bisa meninggalkan mu ketika aku bekerja, maukah kamu ikut bersama ku kekantor esok?. " Tanya Suamiku.
Aku menjawab nya hanya dengan gelengan kepala saja. Aku tidak ingin datang kepada tempat yang membahayakan nyawa ku terutama calon bayi ku.
"Kamu pasti khawatir ya akan terjadi sesuatu di kantor?" Tanya nya dengan menduga namun ku akui bila dugaan nya ini memang benar adanya.
"Dia sudah aku masukkan ke jeruji besi, tak akan ku biarkan seorangpun yang ingin mencelakai bagian dari hidup ku berkeliaran dengan bebas. Itu tidak akan terjadi. "Ucap Suami ku dengan sangat tegas .
Sejujurnya aku merasa tenang mendengar penjelasan itu namun entah mengapa ada perasaan iba mendera hatiku. Iba mungkin.
"Tapi kak aku tak tega bila wanita itu masuk penjara. "
Mendengar jawaban ku kak Alvin menggeleng tidak setuju.
"Kamu salah sayang. Wanita seperti itu tidak pantas untuk di kasihani karena dia itu tidak punya hati nurani." Suami ku terus mengelus pipi ku.
"Em terserah kakak saja Lah. Padahal aku sudah memaafkan nya aku tidak ingin memiliki musuh kak ."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamulah TakdirKu
Random[CERITA LENGKAP] [Jangan lupa follow me] Hubungan yang bertahan lama itu bukan menjadi jaminan kebahagiaan. Begitupun dengan hubungan Alyssa dan Rio. Mereka berpacaran cukup lama namun perlahan sikap Rio berubah. Alyssa merindukan Rio yang dul...
