Sesampai nya aku dan kak Alvin di rumah bersama kedua sahabat ku dan kedua sahabat kak Alvin suamiku.
"Puas belanja. " Teriak Agni girang sambil berjalan dengan cepat menuju sofa.
"Eits senang sih senang tapi jangan lari-larian ingat didalam rahim kamu ada darah daging aku. "
Cakka mengingatkan pada Agni sahabatku itu hanya menganggukan kepalanya dengan malas.
"Minggu depan belanja lagi yuk. "
Ucapan Sivia membuat yang lain cukup syok.
"Kenapa? Kalian kok kayak kurang suka begitu?" Kulihat Sivia menunduk sedih namun akhirnya Iel pun menenangkan.
"Kamu boleh kok belanja sepuasnya tapi nanti ya setelah kamu lahiran, kan sekarang kamu lagi hamil sayang. "
Dengan lembut Iel menenangkan Sivia sahabat ku yang cemberut.
"Kakak Iel sudah tidak sayang lagi sama Via. Pokoknya Via marah."
Dengan menyedekapkan lengan nya di dada dan mengkembungkan kedua pipi cubbi nya membuat siapapun akan gemas termasuk aku yang melihat tingkah sahabatku ini.
"Iya kamu boleh belanja tapi kamu jangan nakal nanti kayak tadi lagi kamu mondar-mandir sambil lari. Kan kakak kesal. " Iel luluh hatinya membiarkan sahabatku untuk berbelanja lagi kulihat Via matanya berbinar menampilkan raut wajah yang senang.
"Terimakasih kakak, kamu memang suami yang paling pengertian dibanding suami yang lain. "
Ucapan via membuat semua nya tersenyum. Sekarang aku beralih kepada Agni.
"Sayang kamu jangan makan cemilan lagi dong."
Kulihat Cakka mengambil alih cemilan kecil yang berada di genggaman Agni. Sahabat ku itu langsung mengerutkan wajah nya pertanda ia kesal dengan apa yang dilakukan Cakka.
"Siniin cemilan aku." Dengan raut wajah yang kesal kulihat Agni menarik kasar cemilan itu.
"Dengar kan apa yang dikatakan suami mu Ni kulihat juga sedari tadi di Mall kamu sudah menghabiskan cemilan banyak sekali. "
Aku mulai membuka suara. Aku menginginkan agar bayi yang dikandung sahabat ku sehat walafiat tanpa ada kekurangan apapun.
"Apasih Fy kamu jadi belain suamiku, apa kamu suka dengan suamiku ?"
Semua yang mendengar Agni pun menggeleng kepala.
"Fy tolong maafin Agni ya, kamu tahu sendiri kalau Ibu hamil memang suka bertindak dan berkata semau mereka mood nya naik turun. (Udah kayak iman aja:v."
Cakka meminta maaf padaku aku pun langsung menjawab santai saja karena aku juga pernah merasakan bagaimana menjadi seorang Ibu hamil dan berbagai mood yang didapat.
Flashback on
Pas aku hamil aku sering marah- marah sendiri dan suamiku lah yang menjadi sasaran kemarahan ku. Namun tidak sekalipun kak Alvin ikut marah ia malah dengan sabar nya menghadapi tingkah ku.
Jika aku ingin sesuatu harus dituruti jika tidak aku akan terus marah- marah dan mengatakan bahwa kak Alvin tidak menyayangiku.
Seperti pada saat.
"Kamu mau kemana?. "
Ucapku pada suamiku yang sedang menyisir dan tinggal pergi karena sudah rapih.
"Ingin mencari nafkah buat kamu dan calon anak kita sayang." dengan langkah pelan namun pasti kak Alvin menghampiriku.
"Tidak, aku tidak ingin kalau kamu bekerja ." Kulihat kak Alvin bingung.
"Kamu sini jangan bekerja temani aku." Aku memintanya untuk duduk disamping ku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamulah TakdirKu
Random[CERITA LENGKAP] [Jangan lupa follow me] Hubungan yang bertahan lama itu bukan menjadi jaminan kebahagiaan. Begitupun dengan hubungan Alyssa dan Rio. Mereka berpacaran cukup lama namun perlahan sikap Rio berubah. Alyssa merindukan Rio yang dul...
