Part 24

445 27 0
                                        

Happy Reading.

--------------

Malam yang seharusnya di penuhi canda tawa penuh bahagia karena berkumpul dengan sahabat kini berganti menjadi aura ketegangan diantara manusia yang kini saling bertatapan. Bertatatapan penuh ketegangan.

Kebersamaan memang indah
Namun jika suasana tegang akan menjadi gundah.

***

"Alvin."

Suara shilla yang sexy kini berubah menjadi serak, Seperti ingin menangis.

Kulihat kak Alvin menundukan pandangan nya seperti tidak ingin menatap Shilla.

"Kak lihat aku." Shilla berjalan mendekati kak Alvin.

Suara Sepatu hak nya seakan membuat suasana ini semakin mencekam. Kami semua hanya diam seperti menyaksikan drama yang akan segera dimulai.

Suami ku mendongak kan wajah nya menatap Shilla dalam.

Bruk.

Shilla menubruk kak Alvin memeluk nya sangat erat bahkan sangat
-sangat erat.

"Lepas." Kak Alvin melepaskan pelukan Shilla yang sangat erat.
Namun dia tetap merengkuh nya dan tidak memikirkan ada aku yang menyaksikan nya. Shilla keterlaluan'bathin ku.

Kak Alvin tetap berusaha melepaskan rengkuhan Shilla yang semakin kuat.

SHILLAAA.

Aku berteriak hingga semua yang ada dalam ruangan ini menoleh ke arah ku, termasuk Shilla dan Suamiku.

LEPASKAN SUAMIKUUU.

Teriak ku bagai petir yang menggelegar menyambar halillintar.

Aku marah, aku sakit, aku kecewa, menyaksikan drama ini. Drama ini sungguh menyesakan dada, dan tentunya membekas menjadi luka. Yang ku yakin luka itu tak akan cepat mengering.

Kulihat Shilla langsung melepaskan pelukan nya dan tersenyum sinis kearah ku.

Apa-apaan dia? Bertingkah bagai putri raja. Padahal dia hanya sampah perusak.

"Jangan pernah kau sentuh dia." Suara ku mulai melunak,

Seperti nya aku harus pandai-pandai mengolah emosi agar tidak terlihat menyedihkan dihadapan nya.

"Kau Ify kan?" Shilla mengeluarkan suara nya. Sedikit meremehkan nadanya.

Aku hanya mengangguk tanda bahwa aku memang lah Ify.

"Dengar baik-baik ya IFY. sebelum kau MENYENTUH TUBUH ALVIN akulah yang terlebih dahulu melakukan nya hahahah."

DEG DEG

dengan suara pelan namun sangat jelas terdengar oleh ku. Dikarenakan ruangan ini hening karena semua orang diam kecuali tokoh drama yang berperan. You know yang ku maksud.

"SHILLA HENTIKAN." Kak Alvin bangkit dari tempat duduk nya. Ia membentak Shilla suara nya tak jauh menggelegar dari suara ku.

Apa ? Apa maksud nya mengatakan itu? Apa maksud nya lebih dulu menyentuh suamiku? Apa yang mereka lakukan dibelakang ku? Apa? Apa?

"Hei Shil kau pikir aku akan percaya dengan kata-kata busuk mu itu? Kau tahu kau tak lebih baik dari sampah." Aku mengucapkan nya tanpa disaring lebih dahulu.

Ternyata aku tidak bisa mengendalikan emosi ku jika sudah menyangkut tentang mu, suamiku.

"Seterah kau saja ya Fy, aku yang lebih dahulu mengenal kak Alvin. Aku yang lebih dulu dekat dengan kak Alvin dan yang jelas aku yang lebih dulu MENYENTUH kak Alvin SUAMIMU."

Kamulah TakdirKuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang