Happy reading.
"Sebenarnya aku tidak ingin putus dari Mu karena kamu adalah wanita yang baik Fy,selama aku mengenal kamu 11 bulan ini kamu adalah wanita yang baik ,perhatian. Tetapi aku juga sadar aku adalah pria brengsek yang mempermainkan hati seorang wanita yang baik sepertimu selama ini. Jadi kuputuskan kita memang harus putus. Agar kamu mendapat pria yang baik tidak seperti ku." Jawaban Rio membuat ku semakin yakin bahwa pria itu tak lagi menyukai ku atau bahkan ia tak pernah mencintai ku sedikitpun. Menyedihkan.
"Oke, mulai hari ini kita tak ada lagi hubungan. Tak ada lagi Rify. Makasih untuk semua nya Yo aku sayang padamu sangat sayang aku pergi dulu." Selepas mengatakan kata-kata terakhir aku langsung pergi dari kantin. Dan mengusap air mata yang menetes di pipi ku.
Namun ada yang membuat ku senang karena bisa kulihat diwajah Rio bahwa ia merasa keberatan ketika ku angkat kaki dari kantin, namun aku tak peduli lagi. Pikiranku kacau.
Kacau karena kenyataan yang mesti aku terima hari ini.
Jujur saja aku sangat mencintai Rio,sangat menyayangi nya karena dia pria pertama yang membuat aku jatuh cinta dan pria pertama yang membuat aku mengerti arti cinta.
Dulu ketika aku pertama jadian dengan Rio arti cinta menurutku hal yang membuat kita selalu tersenyum sepanjang hari .
Namun ketika ku harus menerima kenyataan bahwa Rio memacariku hanya karena suruhan dari Shilla arti cinta tak lagi sama.
Cinta itu palsu cinta itu omong kosong. Hanya orang yang bodoh yang percaya cinta. Aku benci dengan perasaan cinta.
***
Makan tak lagi enak, mata tak lagi bersinar aku menjadi orang yang sering melamun setelah putus dengan Rio kekasih ups mantan ku. Badan ku yang kurus kini semakin kurus.
Belajar tak ingin lagi aku lakukan karena pikiran ku hanya penuh dengan nama Rio. Aku meyesal memilih putus dengan nya jika akhirnya membuat aku seperti mayat hidup.
***
2 minggu kemudian.
Kudengar desas desus anak kelas menggosipkan bahwa Rio dan Shilla jadian. Aku yang sudah mulai lupa dengan sosok Rio kini mengingat pria tinggi itu lagi.
Bayangan dan kenangan bersama nya kian terulang memutar berulang kali di otakku. Ku berharap agar bayangan itu pergi namun semakin ku memaksa untuk melupakan nya malah bayangan tentang Rio malah semakin jelas diotakku. Hal ini membuat aku tersiksa.
Cukup. Cukup! Cukup hari itu saja aku terpukul tapi jangan membuat aku mengingat kembali tentang mu Rio.
Kau begitu jahat begitu kejam begitu bahagia melihat ku tersiksa. Pria terkutuk aku benci padamu'jeritan hatiku bergejolak.
***
Ketika aku memasuki kantin keadaan ku sudah membaik aku sedang tidak memikirkan pria menyebalkan itu. Tapi ada saja hal yang membuat ku bersedih, kalian tau. Dimeja pojok kanan kulihat Rio dan Shilla sedang suap-suapan ice crim, cih. Aku muak melihat nya.
Cemburu?jelas aku cemburu. walau sudah dua minggu aku putus dari Rio tapi kenangan aku dengan nya tak pernah padam.
Aku pergi dari kantin, rasa laparku hilang seketika. Tuhan tolong ! Tolong bantu aku melupakan dia!! Aku lelah dengan bayangan tentang dirinya yang membuat aku semakin tidak rela jika dia dekat dengan wanita lain .
Di kelas pun aku tidak pernah konsen menerima pelajaran dan materi- materi yang diterangkan karena Rio dan Shilla menjadi pusat perhatian ku.
Ketika mereka berdua, aku selalu memperhatikan kedua nya dan mulai flashback antara aku dan Rio yang dulu selalu bersama ketika didalam kelas.
Yang awalnya nilai ku rata-rata sekarang sudah turun dan sangat turun. Wajah aku pun tak lagi kurawat jerawat kecil mulai tumbuh di pipiku yang mulus.
Aku ingin sekali menjerit dengan keras "TUHAN?!SAMPAI KAPAN AKU SEPERTI INI?! Namun hal itu hanya terjadi didalam hati kecilku yang selalu menangis.
***
Aku bermimpi melihat langit kelam tanpa cahaya sedikitpun. Langit tersebut seakan bersedih namun tiba-tiba muncul satu bintang yang paling terang menghiasi langit tersebut.
Ketika aku terbangun aku seakan mengerti akan mimpi tersebut, bahwa ketika ada masalah orang seperti lenyap Terhanyut oleh masalah tersebut, namun ia mencoba bangkit dan akhirnya kembali menjadi seseorang yang lebih kuat dari sebelumnya karena mengambil hikmah dari masalah tersebut.
"Inilah saat nya." Aku bangun dari tidurku dan mulai bercermin melihat kondisi tubuhku yang kian tak jauh seperti orang yang tidak terurus.
Dan aku mulai berkata dihadapan cermin.
"Ini aku, Allysa Saufika yang terbiasa disapa Ify. Aku adalah wanita yang suka membuat lelucon, namun aku sangat menyayangi orang-orang sekelilingku. Ku akui aku cantik dan cukup pintar walau nilai ku rata-rata. Namun yang kurasakan kini berbeda dengan aku yang dulu. Kini aku sensitif dan tidak suka di ajak bercanda walau hanya sedikit saja aku pasti menganggapnya serius.
Aku merasa aku sekarang jelek tidak pernah mengurus wajah dan tubuhku lagi. Nilai ku turun drastis dan aku sangat sadar aku seperti ini karena putus dari Rio mantan pacar ku. Dan dia sudah mulai jadian dengan sahabat nya Shilla semoga mereka bahagia walau kenyataan nya aku tak ingin mereka bersama.
Hanya satu yang kuharapkan saat ini yaitu bangkit kembali. Dan memulai kehidupan ku seperti sedia kala menjadi Ify yang dulu. Ify yang selalu ceria,ify yang selalu tabah jika ada cobaan yang menghadang,ify yang merindu belajar, Aku bukan lah Ify yang lemah, Ify adalah seorang yang tegar. Aku tidak boleh bodoh hanya karena putus dengan seorang pria aku seperti gadis yang stres. Hari ini ,detik ini aku harus bangkit. Dan memulai kehidupan yang lebih baik dari hari kemarin, semangat Ify. Semangat!"
Aku bangun dari duduk ku dikursi rias dan mengambil handuk untuk menyegarkan tubuh yang berkeringat karena rasa semangat yang membara dalam diriku sangat besar .
***
Aku menyusuri setiap koridor kelas agar segera sampai di kelas ku yang berada di lantai dua, dan aku merasa hari ini berbeda dari hari-hari sebelumnya dimana sekarang aku merasa jika hari ini indah dan wajah ku lebih fresh, rambut hitam panjangku ku ikat kuncir kuda,wajah pucat ku, ku oleskan bedak tipis agar tak terlalu nampak pucat nya ,bibirku ku oleskan lips ice. Ku perhatikan banyak siswa-siswi yang melihat penampilan ku hari ini, karena memang setiap hari aku selalu membiarkan rambutku terurai bebas.
Aku belajar dengan penuh semangat dan mengabaikan Rio dan Shilla yang mengumbar kemesraan di dalam kelas yang terkadang akupun melirik mereka berdua namun aku pokus lagi dan mengingat prinsip ku yang aku bangun penuh rasa semangat yang membara dan tidak boleh gagal hanya karena aku mengingat memoriku dengan pria itu.
***
Tak terasa sudah 4 bulan aku melaksanakan prinsipku dan Sekarang adalah ujian kenaikan saat nya aku memang harus bersungguh sungguh dan membuktikan bahwa aku bisa tanpa pacar yang menyemangati ku.
Kuisi kertas jawaban dengan penuh ketelitian, ku periksa setiap kali ku selesai mengerjakan soal. Aku benar- benar ingin mendapatkan nilai terbaik karena ambisi ku terlalu kuat.
Aku juga ingin melebihi Shilla yang selalu menjadi juara kelas.
1 minggu berlalu
Tak ku sangka ujian kenaikan kelas sudah terlewati sekarang kami anak kelas Ipa 2 masuk sekolah hanya untuk menunggu apakah nilai kami ada yang remedial atau tidak.
sudah ku duga matematika aku selalu saja remedial hal itu membuat aku hampir putus asa karena sudah pasti aku tidak akan menjadi juara kelas.
Sungguh aku sedih dan menjadi murung. Usaha ku sia-sia selama ini belajar tapi hasil nihil matematika masih saja remed, pasti Rio dan Shilla akan menertawakan aku. Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Aku harus berbuat apa?apa yang harus ku perbuat?
Bersambung.
***
Saat ku memutuskan untuk jauh dari mu aku juga harus mempersiapkan bekal menahan rindu kepadamu.
-ify
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Kamulah TakdirKu
Rastgele[CERITA LENGKAP] [Jangan lupa follow me] Hubungan yang bertahan lama itu bukan menjadi jaminan kebahagiaan. Begitupun dengan hubungan Alyssa dan Rio. Mereka berpacaran cukup lama namun perlahan sikap Rio berubah. Alyssa merindukan Rio yang dul...
