"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah."
[QS. Adz Dzariyaat (51):49].
Asfa menatap dirinya di cermin. Sejam yang lalu ibunya menyuruhnya untuk berdandan dan memakai baju yang sopan. Asfa merasa seperti mayat hidup, matanya sembab, dan wajahnya terlihat seperti orang yang baru saja menangis. Sudah beberapa menit yang lalu keluarga Nazmal sudah datang, mereka semua menunggu Asfa yang tengah berdandan.
Tok!! Tok!! Tok!!
Pintu terbuka memperlihatkan ibunya, Aisyah. Aisyah menghampiri Asfa, lalu menyentuh pundaknya. Asfa menoleh pada Aisyah, "bu, Asfa enggak mau dilamar, bu," ucapnya parau.
Aisyah mengelus-elus pundak anaknya, ia tahu kalau Asfa sedang patah hati, karena perasaan ibu sangat kuat jika menyangkut dengan darah dagingnya sendiri.
"Keluarga Nazmal udah nunggu kamu, Asfa. Yuk ke bawah, semuanya sudah siap."
Asfa menatap nanar ibunya. "Asfa enggak mau nikah sama dia ibu," ucapnya lemas.
Aisyah memberikan senyuman yang tulus. "Percaya sama ibu, dia itu lelaki yang baik yang sudah Allah pilihkan untukmu, Asfa."
Akhirnya Asfa pun menurut untuk keluar dan bertemu keluarga Nazmal. Asfa merasa gugup dan takut. Ia menundukkan matanya melihat lantai tak mau menatap orang-orang yang ada di ruang tamu.
Saat Asfa sudah di ruang tamu, semuanya menatap Asfa. Asfa duduk di sebelah ibunya, dan terus menundukan matanya tak mau melihat wajah lelaki itu. Ibunya mendekati Asfa, lalu ia berbisik padanya. "Angkat kepalamu, Asfa. Tidak enak di liat orang."
Asfa mengangguk, ia pun dengan terpaksa mengangkat kepalanya. Sontak Asfa terkejut, saat ia mendongakan kepalanya telah terpampang wajah Nazmal yang ternyata orang yang beberapa kali ini ia temui. Asfa mengerutkan kepalanya bingung, namun Nazmal malah tersenyum menatap wajah Asfa.
Nazmal tahu kalau Asfa pasti terkejut, bayangkan saja jika orang yang tidak kamu kenal, dan orang yang baru dua kali tak sengaja berpapasan denganmu ternyata orang yang akan melamarmu.
Asfa memiringkan kepalanya sedikit sambil menatap Nazmal. Terjadi keheningan saat mereka saling beradu tatap, kedua keluarga mereka malah cengengesan melihat tingkah laku calon pengantin itu. Hingga tiba-tiba Firdaus, abi Nazmal berdeham, "ehemm."
Sontak keheningan itu pun terisi saat Firdaus mulai mengeluarkan suaranya. "Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh," ucapnya mengeluarkan salam terlebih dahulu
"Waalaikumsallam Warahmatullahi Wabarakatuh," seru semuanya menjawab salam Firdaus.
Setelah selesai acara jawab menjawab salam, Firdaus mulai membuka suaranya. "Di mulai aja ya, kami sebenarnya kesini akan merajut silaturahmi dengan keluarga Yusuf. Namun, ada hal yang ingin disampaikan dari anak saya, Nazmal." Firdaus menoleh pada Nazmal mempersilahkan untuk bicara.
"Begini, mohon maaf jika kedatangan Nazmal sedikit lancang, namun Nazmal kesini atas keinginan Nazmal sendiri yang akan berniat mengkhitbah anak bapak untuk menikah dengan Nazmal. Menjadi istri sah Nazmal, apa bapak Yusuf bisa menerima anak bapak alias Asfa untuk bisa menikah dengan saya?" Saat Nazmal mengucap nama Asfa, ada sedikit gemuruh di hati Asfa. Ia merasa seperti mimpi karena ada lelaki yang tidak ia kenal datang untuk melamarnya.
Yusuf tersenyum lebar, ia merasa bahagia bisa mempunya mantu seshaleh Nazmal. "Alhamdulillah, bapak sih setuju-setuju saja jika kamu ingin menikah dengan Asfa, namun balik lagi kepada Asfa, apakah dia mau menikah denganmu?" ucap Yusuf menatap Asfa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Izinkan Aku Memilikimu
SpiritualYaa ukhti, aku akan mencintaimu sebagaimana engkau mencintai Allah, dan aku tidak akan mencintaimu jika tak ada sedikit pun rasa yang ada padamu untuk mencintai Allah. =============================== Nazmal, ia adalah lelaki yang sudah menyukai Asfa...
