"Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 152)
Asfa Asfia: Mas Nazmal ngajak aku keluar.
Faris Risyadi: Kemana?
Asfa Asfia: Katanya sih jalan-jalan aja. Paling ngajak makan.
Faris Risyadi: Makannya ya banyak ya, Fa. Biar gendut :v
Asfa Asfia: Enggak mau gendut, nanti jelek.
Faris Risyadi: Engga apa-apa, Fa. Kali aja mas Nazmal jadi enggak suka kamu lagi. Terus kamu sama aku deh.
Asfa menghela nafasnya. Ia menoleh pada Nazmal yang sibuk menyetir. Buru-buru ia masukkan ponselnya ke dalam tas, dan ia pun mengalihkan pandangannya pada jendela.
Pagi tadi Asfa dan Faris sudah resmi pacaran, atau bisa dibilang ... perselingkuhan. Astaghfirullahaladziim.
Jujur, Asfa sudah tak bisa membohongi hatinya lagi, yang terpenting adalah saat ini ia bahagia karena yang sudah lama ia tunggu ... kembali. Ia tak peduli dengan perasaan Nazmal yang mungkin bisa dibilang mencintainya, toh Asfa juga tahu tipe wanita yang disukai Nazmal itu pasti shalehah. Sering Asfa mendengar nasihat dari Nazmal untuk memakai jilbab. Namun, Asfa tidak bisa memakai jilbab.
Asfa juga tahu, ia pernah mendengar ceramah dari ustadz Farhan saat ia masih remaja bahwa jodoh adalah cerminan diri kita. Jika ia baik, jodohnya pun baik. Jika ia buruk, jodohnya pun buruk. Lihat! Apakah Asfa dan Nazmal itu sama kepribadiannya? Tidak, bukan?
Asfa dan Nazmal itu tidak cocok. Asfa tak sederajat dengan Nazmal, dan Asfa terlalu buruk dengan Nazmal. Asfa pun tak bisa berpikir bagaimana orang seshaleh Nazmal bisa mencintai Asfa yang bisa dibilang seperti wanita Jahiliyyah?
Sungguh, alasan inilah yang membuat Asfa tidak bisa menerima Nazmal.
"Dek, tumben kamu sibuk sama HP. Lagi sms-an sama Rumi, ya?" ucap Nazmal cukup mengagetkan Asfa.
Asfa mendongak. "Bukan sama Rumi, tadi cuman sms-an sama temen SMA," sanggah Asfa, padahal ia masih menyembunyikan sesuatu.
"Ohh iya dek, aku mau ngasih tau sesuatu."
"Ngasih tau apa?"
"Kamu tau bos aku 'kan yang namanya Irfan itu?" tanya Nazmal sambil menyetir.
Asfa menautkan alisnya sambil berpikir. "Ohhh iya tau, yang temen kuliah mas, kan?"
"Iya itu, Irfan dua bulan lagi mau nikah."
"Emang waktu itu dia masih jomblo, mas? Aku kira dia udah nikah, kan biasanya cowo ganteng lebih cepet nikah." Asfa mendongak pada Nazmal yang langsung menekukan wajahnya.
"Kamu secara halus muji dia, Dek. Padahal seharusnya kamu muji lelaki yang ada di sebelahmu ini."
Asfa memasang wajah datarnya. "Engga jelas ihh, alay banget sih."
"Kamu mahh diajak bercandanya enggak bisa, Dek. Aku tuhh mau ngasih tau kamu dek kalau Irfan itu sebenernya mau nikah sama temen kamu itu, siapa namanya, Rumi, ya? ucap Nazmal fokus pada jalanan.
Asfa terkejut saat mendengar nama Rumi keluar dari mulut Nazmal. "Hahh? Kok Rumi, sih? Dia kan mau nikah, mas."
"Nahh iya, itu yang mau Rumi nikahin itu Irfan, Dek. Aku aja kaget waktu si Irfan ngasih tau calon istrinya, kayak takdir banget gitu. Irfan juga pernah ngasih tau sebelum itu kalau calonnya itu bercadar, dan itu meyakini mas kalau dia itu Rumi-nya temen kamu."
"Ohh, ya udah nanti aku tanyain sama dia."
"Ehh dek, udah sampai di tempat makannya."
Asfa menautkan keningnya saat melihat tempat makan yang ia datangi. "Sate Ki Eno? Kok sate? Bukannya mas bilang gak suka sate?"
Nazmal memberikan senyuman lebar. "Hehehe, enggak tau kenapa aku suka sate di tempat makan ini, padahal aku itu emang gak suka sate dari dulu. Mungkin gara-gara wisata kuliner bareng si Irfan dulu."
"Jadi maksudnya mas cuman suka sate yang ada di sini gitu? Sisanya enggak suka?"
"Ya, begitulah," kekeh Nazmal yang membuka pintu mobilnya.
"Ishhh, hidupnya engga jelas banget."
Setelah mereka keluar dari mobil, mereka memasuki kedai itu. Hingga suara getaran ponsel mengalihkan perhatian Asfa. Saat mereka sudah duduk, Nazmal memesan makanan. Asfa membuka ponselnya dan melihat banyak pesan dari Faris. Padahal hanya beberapa menit Asfa berinteraksi dengan Nazmal, namun itu cukup membuat Asfa mengalihkan perhatiannya pada lelaki itu.
Faris Risyadi: Fa??
Faris Risyadi: Kamu lagi asik ngobrol sama mas Nazmal ya?
Faris Risyadi: Maaf ya ganggu.
Asfa Asfia: Eh maaf Ris, tadi lagi ngomongin temen aku sama dia.
Faris Risyadi: Ngomongin siapa emang?
"Dek, sembari nunggu satenya aku mau ngomong sama kamu," seru Nazmal membuat Asfa mendongak.
"Ngomong apa, mas?"
Asfa Asfia: Itu temen aku Rumi, kamu tahu, kan? Dia mau nikah sama temen mas Nazmal.
Nazmal menatap Asfa. "Aku sebenernya ada niatan buat ngajak kamu jalan-jalan ke luar negeri, Fa?"
Asfa menoleh pada Nazmal. "Honeymoon?"
"Ternyata kamu ngerti juga, Dek," ucap Nazmal tersenyum karena keinginannya terucapkan juga.
Faris Risyadi: Dunia sempit ya, Fa. Kenapa harus sama temen mas Nazmal juga coba?
Asfa Asfia: Aku juga kaget dengernya.
"Fa," panggil Nazmal karena sejak tadi Asfa sibuk memainkan ponselnya.
"Ya?" Asfa mendongak.
"Rencananya sih aku mau ngajak kamu ke Madinah bareng Irfan dan Rumi, kira-kira sekitar 2 bulan setelah mereka nikah. Kamu mau kan ke Madinah?" ucap Nazmal tersenyum tulus.
"Madinah? Kenapa gak sekalian umrah aja, mas? Ya kali Honeymoon ke Madinah, Honeymoon itu biasanya ke Paris, Australia, Jepang, Korea, itu tuhh yang namanya Honeymoon," ujar Asfa sedikit sarkastik.
Nazmal menatap Asfa lekat. "Kenapa aku milih Madinah, Fa? Karena Madinah itu tempat yang suci, saat kita di sana aku ingin kita bisa shalat di Masjid Nabawi dalam 7 waktu seperti Tahajjud, Shubuh, Dhuha, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya. Aku ingin melakukan semua itu denganmu, Fa."
"Iya-iya, terserah kamu lah, mas," sahut Asfa malas dan mengalihkan perhatiannya pada ponsel lagi.
Faris Risyadi: Bukannya Rumi suka sama ketua DKM waktu SMA, ya?
Asfa Asfia: Jodoh mah engga ada yang tau, Ris.
Faris Risyadi: Iya kayak kamu. Pacarannya sama siapa, eh nikahnya sama siapa.
Asfa Asfia: Ya tapi kan hati aku masih ada buat kamu. Apa sih :v
"Dekk!!!" Nazmal membuka suaranya.
Sejak tadi Nazmal menatap Asfa yang sibuk memainkan ponselnya.
Asfa mendongak. "Ya?"
Nazmal menghela nafasnya pelan. "Sebenernya kamu lagi sms-an sama siapa? Kayaknya penting banget ya, dek? Sampai senyum-senyum gitu?"
Bersambung.....
Bogor, 7 Dzulkadah 1438
KAMU SEDANG MEMBACA
Izinkan Aku Memilikimu
SpiritualYaa ukhti, aku akan mencintaimu sebagaimana engkau mencintai Allah, dan aku tidak akan mencintaimu jika tak ada sedikit pun rasa yang ada padamu untuk mencintai Allah. =============================== Nazmal, ia adalah lelaki yang sudah menyukai Asfa...
