H-1 Promnight (5)

239 21 2
                                        

'Cinta tak lagi indah semenjak senja berganti sunyi, Cinta tak lagi ada saat senja meninggalkan hari, dan Cinta tak lagi berarti semenjak kamu meninggalkanku.'
------

"Lo jadi pasangan gue di Promnight." ucap Dean sangat yakin,

"Hahh?" ucap Nadien kaget,

Jujur, Nadien sebenarnya tidak ingin datang ke acara itu, karena memang sejujurnya, selain ia tidak ingin datang karena tidak ada pasangan, ia juga mempunyai perasaan tidak enak di acara itu, dan percaya, perasaan Nadien tidak pernah salah.

"Ya, kenapa? Ada yang salah, gue maunya elo yang jadi princess gue besok malem, bukan cewe lain, udah itu aja." ucap Dean serius, lengkap dengan mata elang nya,

     Entah kenapa kata itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Dean dengan mudah nya, hanya saja Dean kali ini tidak ingin kehilangan start dari para siswa laki-laki mata keranjang di SMA ini,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Entah kenapa kata itu tiba-tiba saja keluar dari mulut Dean dengan mudah nya, hanya saja Dean kali ini tidak ingin kehilangan start dari para siswa laki-laki mata keranjang di SMA ini,

"Lo...lo ga salah? Ga lagi mabok kan?" Ucap Nadien khawatir, sambil memegang dahi Dean,

"Ini mau modus atau gimana?" ucap Dean dengan senyum jailnya,

"Iiidiiih..gue modus sama lo? Gabakal pernah!!" kesal Nadien lengkap dengan pipi merahnya, namun sekarang ntah kenapa di hati Nadien serasa ada yang bermekaran, tidak tau apa itu.

Tawa Dean pecah begitu saja sejak melihat wajah Nadien yang sangat ingin dia makan itu, entah kenapa semenjak kejadian di Bang Remon itu, Dean jadi cepat gemas dengan perempuan ini, ternyata efek cinta lebih nyata dibanding efek obat yang sering Dean minum, dan Dean baru menyadari itu.

"Udah..udah, mau gimana juga, lo tetep harus jadi pasangan gue, sesuai perjanjian dan nggak ada tapi-tapian" ucap Dean, dan langsung meninggalkan Nadien dengan segudang pertanyaan nya.

     Dengan cepat Nadien kembali ke kelas, dan disana ia menemukan teman teman nya sedang berisik menanyakan ingin menggunakan baju apa, sepatu apa, sampai salon mana yang akan mereka datangkan, dan sayang nya mereka adalah teman Nadien.

"Nahh ini dia anaknya, lo itu nyari buku bio, atau Naik haji si? Lama bener" ucap Fanya dengan segala dumelan lainnya,

"Nahhh, ambil buku bio nya udah Din? kok lama banget siii, Padahal kita lagi ngomongin buat besokk" ucap Rena kepada Nadien juga,

"Udahhh kok, oiya, gue nanti gausah ikut kalian nyari-nyari baju ya, gue capek gatau kenapa hehe" ucap Nadien bohong, sebenarnya tidak semuanya bohong, karena memang Nadien sedang butuh istirahat, entah kenapa masalah keluarganya, dan masalah hatinya saat ini membuat ia merasa lelah.

"Ah itumah gampang Din, itu urusan kita pokoknya, lo tinggal duduk manis aja okay" ucap Fanya dengan semangat 45 nya.

Sepulang sekolah, dirumah Rena.
Saat ini Rena sedang menuju ke kamar kembaran nya, ya, Reno Elano, kembaran tidak identik nya Rena, dan sifat yang beda jauh pula, untuk menjadi anak pintar, Reno telah memenuhi standar, tapi untuk anak baik? Mungkin itu sedikit diragukan untuk nama Reno,

Belatedly LovingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang