'Jika saja menyadari cinta tidak sesulit menghapus warna jingga di senja itu, mungkin mereka tak akan jatuh terlalu dalam pada kisah ini.'
Arsenio Deano Ali, bisa kalian panggil Dean. Mungkin kalian akan belajar tentang kesetiaan dari masa lal...
'Hujan ini mewakili sedihku, lalu gemuruh ini mewakili kesalku, dan seluruh banjir ini mewakili rinduku.' -----
Sekitar 2 tahun yang lalu, di Aussie..
Seorang remaja perempuan dengan rambut diikat cepol sedang berjalan di sebuah High School di Aussie,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
seperti kebanyakan para pelajar biasanya, Nadien memegang gadget tanpa memperhatikan jalan sampai akhirnya—bruuuuuukkkk!
"Awwww! sorry sorry gue galiat jalan" ucap Nadien tidak enak,
"Jalan tu pake mata, serasa jalanan punya lo sama gadget lo itu apa?!" ucap laki-laki ini, sampai akhirnya matanya melihat kedalam mata Nadien, jatuh cinta. Leon jatuh hati pada perempuan ini.
"Heehh! Gue ngomong baik-baik ya, jalanan kan luas, ada sini, sana, tuh disitu tuh, semua itu jalanan, kenapa lo nyalahin gue doang?" kesal Nadien dan langsung meninggalkan Leon, Nadien baru tau, bahwa di sekolah ini juga ada orang Indonesia, dia kira pertama kali ia bertemu orang Indonesia akan berteman baik, tapi nyatanya? Nadien malah dibuat naik darah oleh seorang Leon. Leon masih dengan pikiran nya, ia segera mendatangi segerombolan orang yang berada disekitar lapangan basket itu, siapapun itu, dia tidak peduli, yang penting tentang perempuan itu.
"Eh lo, dia siapa?" ucap Leon,
"Hah siapa Le? Yang mana?" tanya teman Leon yang datang dari Indonesia juga,
"Itu rambut diiket, baju maroon" ucap Leon lebih lengkap,
"Oh, itu anak pindahan dari Indonesia, baru lusa kemaren pindah nya, bosen di Indo kali, angkatan kita banyak yang ngegebet dia, cakep kan? Iya gue aja sampe suka ama tu anak, sayangnya dia sombong, males gue ngurusin cewe som—"
"Gue nanya namanya goblok" ucap Leon serius,
"Aa..ahh sorry sorry, kalogasalah namanya Nadien deh" ucap teman Leon itu, dan langsung dijawab oleh kebisuan Leon, Leon hanya diam, apa ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Ah Leon mabuk cinta kali ini, iya benar-benar hanya memikirkan Nadien, Nadien, dan Nadien.
Nadien sedang memakan sebuah camilan untuk mengganjal lapar di perutnya, ia terlalu lelah belajar, ia sangat malas ke kantin, dan ia hanya mengandalkan tempat duduk di halaman sekolah dan sebuah coklat batangan, ia senang melihat pemandangan disini,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.