BAB 32

7.5K 379 4
                                        

Hari ini adalah hari dimana SMA Bakti dan SMA Harapan Bangsa akan tanding. Kedua sekolah itu tampak begitu semangat menyambut perlombaan itu.

Dengan SMA Harapan Bangsa yang menjadi tuan rumahnya. Bahkan Andre musuh Jaki terlihat sedang berada di kelas 12, yang sudah disiapkan panitia sebagai tempat khusus untuk mereka. Di sebrangnya itu adalah basecamp kelas IPS yaitu kelas Jaki.

Beberapa menit lagi pertandingan basket akan dimulai. Kedua tim juga sudah bersiap-siap ke lapangan. Kamilla melihat pertandingan itu nampak ikut merasa tegang, apalagi Andre tim lawan sekolah selalu mencuri pandang terhadapnya. Kamilla yakin, akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini.

Kamilla ditemani Fira, dan Ira. Ghina tidak bisa datang karena ada acara keluarga. Sedangkan Adrian, hanya pergi sebentar ada urusan.

Tiupan peluit panjang diiringi sorakan semua murid mengiringi permainan mereka dibabak pertama. Tim lawan tampaknya begitu tangguh dibabak pertama saja menciptakan 3:0 sekolah Kamilla belum mencetak sedikitpun. Sampai Andre mengiring bola dengan gerakan cepat ke ring, dan...

SMA Harapan Bangsa tertinggal jauh mereka kembali memasukan bola ke ring basket begitu licik. Dengan perolehan 4:0.

Irfan mengalami cedera di kaki saat Andre menendang tulang keringnya, hingga dia mabruk. Senyum miring tercetak di wajah Andre dan yang lain. Tapi senyum mereka tidak berlangsung lama, seorang cowok memasuki lapangan.

Dengan setelan jaket hitam dan celana robek, lalu dia melepaskan jaket melemparnya kesembarang arah. Dia ke sekolah tidak memakai seragam, dia memakai baju sesuka hatinya saja. Hal itu membuat mereka berteriak histeris. Di sana ada Adrian hanya memakai kaus bewarna putih dengan tatapan dinginya. Menatap Andre dengan bengis.

"Pria yang bermain curang. Harga dirinya akan lebih rendah dari pada banci kaleng!" Adrian menatap sinis Andre.

Tangannya sudah sangat gatal untuk memukul dirinya habis-habisan. Tapi Adrian tahu tempat jika dia sekarang ada dalam kerumunan.

Kamilla menatap Adrian membulatkan mata. Melihat Adrian di sana dengan penampilan yang membuat dia terpana. Bukan itu saja, Kamilla melihat Adrian tidak percaya. Dia tidak menyangka Adrian akan ikut pertandingan, setahu dirinya Adrian sedang berada di kantin.

Irfan yang cedera dibawa ke UKS, dan setelah itu peluit kembali berbunyi. Pertarungan begitu sengit antara Andre dan Adrian begitu sangat menegangkan, tidak seperti yang tadi. Aura permusuhan bisa dirasakan oleh yang lainnya juga. Mereka terus bertanding.

Adrian begitu lincah dan cepat bisa mengelabui Andre dan menghindar dari lawan, seperti profesional saja. Sekolahnya selalu mencetak angka dan melebihi lawannya. Hingga akhirnya tuan rumah yang menang dalam pertandingan.

Adrian tersenyum bangga ke arah Andre yang menatapnya dengan geram.

"Jangan kebayakan gaya. Kalau akhirnya lo cuma jadi kacung!" Adrian berlalu pergi meninggalkan mereka. Mencari Kamilla, tetapi orang yang dia cari sedang tersenyum lebar di depan sana. Sambil memakai Jakat Adrian tanpa seizinnya. Sungguh gadisnya sangat menggemaskan.

"Udah dua jaket gue. Ada di lo," kata Adrian mengingatkan. Membuat Kamilla cemberut menatap Adrian kesal. "Bukannya disapa, disambut apa. Malah ditagih!"

"Harusnya gue yang dapat itu semua. Kenapa jadi lo?" tanya Adrian menatap Kamilla geli.

Kamilla tidak ingin berdebat karena itu percuma, dia hanya menyodorkan botol air mineral yang dingin pada Adrian. Adrian menerimanya denga tersenyum simpul, lalu meneguk air itu dengan cepat dan rakus. Seperti orang yang tidak mendapatkan minum seharian.

With You AdrianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang