"Sebenarnya Ayah Wijaya bukan bokap kandung gue. Dia itu Ayah tiri gue, Bunda gue menikah lagi waktu gue SD. Gue sempet larang dia dan marah, bisa-bisanya dia nikah lagi dan lupain Papa Adam. Tanpa gue sadari, Bunda sedih dan dia murung karena gue nggak ngijinin dia nikah lagi. Hal itu yang membuat gue terpaksa harus mengikuti kemauan Bunda. Hidup gue sebenarnya nggak jauh dari lo, gue dulu anak pemberontak, nakal, dan juga suka cari kesalahan. Namun, gue mulai membiasakan diri hidup bersama mereka.
Sampai akhirnya gue berhasil, menerima kehadiran mereka. Sampai gue merasakan kasih sayang sempat hilang dari figur Ayah. Ayah Wijaya sangat sayang sama gue, nggak membedakan gue sama Zul. Dia memperlakukan gue layaknya seorang ratu. Gue juga bersyukur punya kakak kayak Zulian, dia sangat penyayang dan menjaga gue seperti adik kandungnya sendiri."
Cerita masa lalu Kamilla mengalir begitu saja. Adrian hanya diam mendengarkan cerita Kamilla dengan baik. Dia tidak percaya, ternyata nasib gadisnya sama dengan dirinya. Tapi Kamilla dapat belajar menerima walau dia sempat berontak. Tidak seperti dirinya, dia terus berontak sampai akhirnya Adrian menerima kenyataan walau sangat berat dia jalani.
"Bokap lo meninggal kenapa?" tanya Adrian hati-hati.
"Dia meninggal karena kecelakan mobil, waktu umur gue enam tahun. Gue sempet depresi, sampai harus menjalani test psikologis beberapa kali. Sampai akhirnya gue kembali sembuh dan bangkit, namun beberapa tahun kemudian Bunda meminta izin untuk menikah. Gue langsung teringat Papa Adam lagi, dan gue kambuh lagi. Gue orangnya gampang pemarah waktu itu."
"Sebelumnya lo kenal Zulian?" tanya Adrian, Kamilla tersenyum tipis.
"Kebetulan gue sama Zulian satu sekolah waktu SD. Zulian dulu anak yang bandel, imut, dan gemesin. Lo percaya nggak, Zulian adalah cinta monyet gue. Tapi Zulian nggak tahu, waktu kecil gue suka sama dia," kata Kamilla membuat Adrian sedikit tidak percaya. Ternyata Zulian itu adalah cinta monyet Kamilla.
"Kalau sekarang masih suka?" tanya Adrian dengan cemas. Kamilla hanya tertawa ringan mendengar pertanyaan itu.
"Ya nggaklah, sekarang dia kakak gue. Kan gue cintanya sama lo," kata Kamilla dengan senyum manisnya. Adrian menarik napas lega, ketakutan yang Adrian pikirkan sekarang telah hilang dan mulai terjawab. Adrian membalas senyuman Kamilla sangat manis.
***
Satu bulan kemudian....
Adrian sedang membereskan tempat tidurnya, dengan rapi. Matanya kini menatap stiker Spongebob ditembok kamar Adrian. Hanya ini salah satu kenangan terakhir Adrian dangan mendiang kakaknya. Dia tidak ingin larut dalam kesedihan, perlahan tangannya mengusap stiker dan mencabutnya satu persatu. Hingga tembok itu bersih, tidak ada satu stiker yang menempel di sana. Adrian melakukan ini supaya dia tidak selalu teringat sesuatu yang menyakitkan. Dia menyimpan stiker itu dilaci dekat ranjang.
Kini Adrian bersiap untuk sekolah, memulai hari baru. Dengan lembaran baru, Adrian hanya tertuju dengan masa depannya. Dia menuruni tangga, menghampiri keluarganya yang menunggu di meja makan untuk sarapan pagi.
"Adrian, mau makan apa?" tanya Karin yang sedang menyiapkan makanan untuk Lunetta dan Pratama.
"Pagi, bang Adri," sapa Lunetta dengan senyum yang mengembang, Adrian mengusap rambut Lunetta dan duduk di sebelahnya.
"Pagi juga, Leta. Adrian mau roti selai coklat," kata Adrian yang langsung disiapkan oleh Karin. Pratama melihat perubahan Adrian ikut bahagia saja, belum pernah seumur hidupnya Adrian akan makan bersama dengan Karin. Sekarang pertama kali Adrian melakukan ritual sarapan pagi dengan Lunetta, dan Karin.
"Dimana oma Liza?" tanya Adrian mencari wanita tua itu. Matanya terus menelusuri setiap sudut rumah.
Oma Liza sekarang tinggal bersama mereka. Karena mereka juga tidak tega meninggalkan wanita itu yang tinggal sendirian, tanpa ada yang menemani. Adrian memutuskan untuk mengajak oma Liza tinggal bersama membawa barang-barangnya dan meninggalkan rumah yang dulu dia tempati. Adrian yang memohon agar dirinya ingin tinggal bersama supaya ada yang menemani. Pratama juga meminta pada Mama mertuanya untuk tinggal bersama. Akibat paksaan mereka, oma Liza tinggal bersama mereka. Walaupun begitu, dia senang bisa berkumpul dengan cucu laki-lakinya dan berkumpul bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
With You Adrian
Fiksi RemajaBermula dari pertemuan Kamilla Maharani siswi SMA Harapan Bangsa, dengan cowok sangar bernama Adrian Adinata Pratama si murid baru. Pertemuan mereka yang tidak direncanakan itu, membuat Kamilla selalu ingin memasuki dunia Adrian. DESSCHYA Copyright...
