"Gimana, hukumannya? Dikasih surat teguran lu malah seneng." Kamilla berjalan menuju parkiran, bersama Adrian yang menderita membawa tas Kamilla begitu berat. Karena membawa beberapa buku paket yang tebal begitu berat, tapi Adrian rela jika itu untuk Kamilla.
"Seneng gue mah, udah lama nggak denger omelan Bu Lilis," kata Adrian membuat Kamilla jengah berjalan cepat meninggalkan Adrian. Namun, saat di parkiran dia bertemu dengan Jaki dan kawan-kawan sedang santainya merokok di pojok sana. Tanpa takut sama guru yang bisa saja memergoki mereka merokok di sekolah.
"Hai Kamilla kamu manis banget sih, mau nggak jadi pacar abang?" goda Irfan, Kamilla hanya tersenyum kikuk. Berbeda dengan Adrian yang nampaknya sangat kesal Kamilla diganggu oleh Irfan.
"Milik gue tuh, masih aja diembat! Bangsat!" sewot Adrian, membuat gerombolan itu tertawa mengejek, Irfan hanya terkekeh. Ternyata gampang sekali membuat Adrian kesal, hanya dengan menggoda Kamilla.
"Santai aja, gue nggak akan rebut pacar lo. Nanti kalau dia udah jadi mantan, baru gue embat," ucap Irfan dengan santai. Adrian menulikan telinganya sendiri tidak peduli ocehan mereka. Dia buru-buru menaiki motor disusul oleh Kamilla dan pergi meninggalkan mereka yang masih mengoceh.
"Mau kemana?" tanya Kamilla sedikit berteriak.
"Ke rumah gue," kata Adrian melajukan motornya membalah padatnya Ibukota Jakarta.
Sesampainya di rumah Adrian, Kamilla hanya diam menggigit bibirnya cemas. Dia takut jika ada keluarganya Adrian di dalam sana.
"Adrian ada siapa di dalam?" tanya Kamilla, Adrian melepas helm-nya dan mengajak Kamilla masuk ke dalam rumah. Rumah nampaknya sepi, tapi terdengar suara bising di ruang keluarga.
Degup jantung Kamilla memompa dengan cepat, dia belum siap bertemu dengan Ayah Adrian yang menurutnya kejam. Apalagi bertemu dengan Ibu tiri Adrian, yang selama ini sempat Adrian benci kehadirannya. Mata Kamilla sudah melihat dua wanita yang sedang menonton, sesekali tertawa bersama. Mereka terlihat kompak, Kamilla yakin itu adalah Ibu tiri Adrian dan adiknya.
Derap langkah Adrian dan Kamilla nampak terdengar nyaring, membuat kedua wanita itu berbalik menatap kedatangan Adrian. Nampak mereka kedua terkejut dengan kehadiran Kamilla yang tidak diundang, walaupun begitu mereka senang dengan kedatangan Kamilla.
"Adrian udah pulang, ini temen kamu yah?" tanya Karin bangkit, menatap Kamilla penuh selidik dan itu disadari oleh Kamilla. Dia merasakan hawa tidak enak dari Karin, terlihat dari tatapan wanita itu.
"Ma, kakak ini yang Letta maksud. Dia pacar bang Adri," kata Lunetta terang-terangan membuat Kamilla tersipu malu. Kenapa keadaan menjadi seperti ini? Rasanya Kamilla ingin berlari dari sini.
Tatapan penuh selidik dari Karin berubah jadi senyuman manis yang mengembang, tatapannya begitu berbinar dan antusias. "Kamu pacar Adrian? sini duduk sama tante."
Belum sempat Kamilla menjawab, dia diajak oleh Karin duduk di sofa bersama dengan Lunetta. Kamilla gugup setengah mati, bagaimana perasaan seorang gadis yang pertama kali bertemu dengan orang tua pacarnya? Pasti semua gadis akan bersikap sama dengan Kamilla, gugup.
"Adrian ganti baju dulu, titip dia. Jangan sampai lecet," kata Adrian dengan datar lalu pergi menaiki tangga meninggalkan Kamilla sendiri. Dengan orang yang baru dia kenal detik tadi, rasanya ingin menjerit. Adrian meninggalkan Kamilla dalam situasi sepeti ini? Sungguh Adrian tidak peka dengan keadaan Kamilla.
"Letta bikinin teh manis dulu yah," kata Lunetta, Karin mengangguk. Lunetta pergi ke dapur, meninggalkan Karin dan Kamilla yang dilanda rasa canggung.
"Maafin tante, tadi natap kamu kayak gitu. Tante cuma nggak mau, Adrian salah pilih pasangan. Tapi kalau dilihat kamu anak baik, cantik, dan terlihat pemalu," kata Karin terkekeh. Kamilla hanya tersenyum sopan pada Karin, "Namamu Kamilla bukan? Lunetta tadi pagi cerita tentang pacar abangnya. Katanya cantik, ternyata bener kamu cantik sekali. Kamu tinggal dimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
With You Adrian
Roman pour AdolescentsBermula dari pertemuan Kamilla Maharani siswi SMA Harapan Bangsa, dengan cowok sangar bernama Adrian Adinata Pratama si murid baru. Pertemuan mereka yang tidak direncanakan itu, membuat Kamilla selalu ingin memasuki dunia Adrian. DESSCHYA Copyright...
