Mereka yang diam bukan berarti tidak saling mencintai. Hanya saja mereka yang diam mampu membisu, memendam dan tidak mampu mengatakan arti cinta.
***
"Gue bingung," Adrian berkata dengan resah. Adrian kini bersama dengan Gilang di rooftop sekolah memandang langit biru, memandang orang yang berlalu lalang. Dan lebih tepat memandang Kamilla sedang duduk di lapangan melihat Zulian futsal.
Tapi bukan pertandingan futsal yang Adrian pandang, tetapi Kamilla. Gadis itu duduk manis dengan memegang air mineral dingin dengan kedua tangannya, sesekali dia mengayunkan kedua kaki bosan.
"Bingung apa cemburu?" tanya Gilang menggoda mencolek dagu Adrian gemas tetapi Adrian tepis dengan kasar. Merasa jijik dengan tingkah laku Gilang, Adrian langsung menendang tulang kering Gilang membuat cowok ini meringis.
"Jangan ngelak deh. Gue tahu lo tuh sebenernya cembokur sama Kamilla. Gue kasih tahu yah dari pada lo nyesel, mending lo cari tahu dulu siapa itu cowok. Kalau udah tahu siapa tuh cowok, terserah lo. Mau dibacok, lo kasih bogeman, atau lo bunuh, sah aja," ucap Gilang ngawur membuat Adrian tambah kesal dengan sikap Gilang yang menyebalkan.
"Jujur gue cemburu. Tapi kita sama-sama cemburu sah aja," balas Adrian datar.
Adrian melihat kembali ke bawah. Melihat Zulian menghampiri Kamilla, Adrian tidak tahu mereka sedang berbicara tentang apa, yang jelas mereka begitu akrab. Bahkan Adrian melihat cowok itu mengacak-acak rambut Kamilla dan mencuri ciuman di kening Kamilla. Hal itu membuat Adrian naik pitam lalu dia turun menuruni tangga meninggalkan Gilang yang sedang tersenyum menatap kepergiannya.
"Gue harap lo mampu untuk menjaga Kamilla."
***
Kamilla asik becanda gurau di sepanjang koridor dengan Zulian, yang tengah merangkulnya. Tanpa mereka sadari, Adrian ada di depannya menatap keduanya tersenyum sinis. Bahkan Kamilla terlalu asik dengan Zulian hingga tidak menyadari akan kehadiran Adrian di dekatnya. Disaat bersamaan Nesa datang dengan muka juteknya lalu melihat Adrian yang sedang menatap Kamilla dan seorang cowok.
"Ngenesnya keliatan lo. Untung nggak sampai garuk tembok sekolah yang bisa saja rusak gara-gara cakaran Adrian. Kenapa lo? Liatin Kamilla, ehm... ada aroma kecemburuan disini." Kata Nesa yang berhenti sejenak di hadapan Adrian lalu kembali berjalan kembali.
Adrian hanya diam mengerutkan dahi bingung. Lalu dia berjalan mengikuti Nesa di belakang tanpa Nesa sadari. Melewati Kamilla dengan Zulian yang melihat Nesa yang di belakang diikuti Nesa. Zulian tentu belum kenal dengan Adrian jadi dia hanya diam saja. Sedangkan Kamilla menatap punggung tegap Adrian. Biasanya yang merangkul Kamilla Adrian saat pulang, dan yang mengikuti langkah Adrian dari belakang.
Sekarang semuanya terbalik, Adrian yang mengikuti langkah Nesa. Jujur saja Kamilla tidak ingin terlalu menyukai Adrian yang ujungnya akan membawa dia ke dalam jurang kehancuran. Cukup, Kamilla tidak ingin perasaan ini bertumbuh dan bermekaran menjadi besar, karena Kamilla tahu. Efek samping jatuh cinta yaitu sakit hati.
"Adrian!" teriak Kamilla memberanikan diri. Membuat Adrian menoleh kearahnya dengan tatapan dingin. Kelembutan Adrian yang tadinya sudah muncul harus terkubur akibat kesalah pahaman, dan rasa cinta Kamilla.
Kamilla tersenyum menatap Adrian, lalu menarik tangan Zulian. Tetapi Adrian berbalik saat Kamilla mendekat. Kamilla tidak sempat berbicara karena melihat reaksi Adrian yang sama sekali. Itu tidak masalah bagi Kamilla, karena dirinya sudah terbiasa tidak acuhkan oleh Adrian. Kamilla mengerti Adrian seperti itu, mungkin cowok itu sedang bete atau Adrian ada urusan yang penting lebih dari dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
With You Adrian
JugendliteraturBermula dari pertemuan Kamilla Maharani siswi SMA Harapan Bangsa, dengan cowok sangar bernama Adrian Adinata Pratama si murid baru. Pertemuan mereka yang tidak direncanakan itu, membuat Kamilla selalu ingin memasuki dunia Adrian. DESSCHYA Copyright...
