Bel pulang sekolah berbunyi. Adrian berjalan santai menuju kelas setelah menikmati hukuman dari Bu Dedeh.
Tepat di depan kelas Bu Dedeh keluar dan Adrian sedikit memelankan langkah kakinya agar tidak ketahuan lalu masuk ke dalam kelas dengan selamat. Semua orang yang berniat pulang menatap Adrian. Kamilla yang sedang menyapu karena sekarang dia piket, melihat sosok Adrian kembali.
"Broh gimana hukumannya? Parah lo dikasih kesempatan dikit lo embat gitu aja." Asep menepuk bahu Adrian dan tertawa renyah bersama Wawan dan Gilang.
"Rezeki anak shaleh selalu menanti," ucap Adrian bangga.
"Ndri tahu nggak, pas lo keluar ada yang gelisah loh," ucap Wawan sembari melempar pandangan pada Kamilla yang sibuk dengan kegiataan menyapunya. Padahal Kamilla mendengar obrolan mereka dan mulai tidak nyaman dengan keadaan saat ini.
"Siapa Bu Dedeh? Basi udah tua, masa suka sama brondong." Adrian berdecak menatap Wawan yang menurutnya SKSD.
"Bukan dia hantu! Tapi si Maharani." Gilang melirik Kamilla yang sedang gelisah. Kamilla tahu mereka memanggil namanya dengan nama belakang mereka.
"Maaf gue lagi jaga hati," ucap Adrian membawa tas lalu berjalan, melewati Kamilla yang terdiam memegang sapu. Kamilla mendengar perkataan Adrian tercenung.
"Adrian lagi jaga hati untuk siapa?" tanya Wawan penasaran.
"Jangan bilang buat si ketos?" Selidik Asep menatap Adrian penuh curiga. Adrian hanya berlalu keluar mengabaikan semua pertanyaan dari mereka yang sok tahu itu.
"Wah dia ngehindar, jadi bener pangeran es suka sama ketos? Terus yang di kelas mau kemanain?" Asep melirik Kamilla. Memang berita itu telah menyebar begitu cepat kedekatan Adrian dan Nesa, dalang dari semua ini adalah sekumpulan anak alay. Juga spesies cabe-cabean di sekolah ini.
Kamilla yang mendengar demikian hanya mampu terdiam sapu yang dia pegang terjatuh. Menimbulkan suara nyaring, dia tidak tahan dengan semua obrolan yang membuatnya panas seketika entah rasa sakit kembali menjalar lalu dia tepis jauh.
"Elsa gue udah piketnya." Kamilla yang selesai menyapu dua barisan pada Elsa kebersihan kelas.
"Yoi!" teriak Elsa di pojok kelas sedang membersihkan kaca dan mengacungkan jempol pada Kamilla.
Kamilla membawa tasnya lalu pergi keluar dan tak disangka Adrian sedang duduk ubin. Dengan menyandarkan tubuhnya di tembok koridor. Dia tidak tahu Adrian masih di sini Kamilla kira Adrian sudah pulang mengabaikan dirinya. Adrian yang tahu Kamilla di depannya langsung berdiri tepat di hadapan gadis ini.
"Gue pengen minta maaf atas kejadian tadi," ucap Adrian menatap Kamilla yang memalingkan wajahnya menghindari tatapan Adrian.
Gilang yang melihat Kamilla berduaan dengan Adrian penasaran. Sedikit mengintip di dekat pintu, dan mengajak yang lainnya ikut mengintip. Mereka ikut serta dengan Gilang.
"Gue udah maafin lo." Kamilla berlalu pergi mengacuhkan Adrian yang terdiam menatap punggung Kamilla yang semakin menjauh.
Sedangkan mereka yang mengintip hanya membulatkan mata juga bibir, Elsa yang sedang memegang semprotan. Tak sengaja air sabunnya menyembur mata Gilang yang di bawahnya membuat sang empunnya berteriak.
"ANJIRR PERIH SETAN!" teriak Gilang menyentakan meraka, juga Adrian yang berbalik menatap mereka yang sedang menguping. Lalu pergi menyusul Kamilla membiarkan mereka kelimpungan membantu Gilang yang histeris. Elsa berniat membantu Gilang lalu dia berlari sambil membawa ember untuk mencari air.
"Eh anjir bantu guee periiihh." Gilang membuat mereka panik nggak jelas, dan Elsa kembali datang membawa ember berisi air langsung dia siram Gilang di koridor sekolah. Membuat Gilang basah kuyup dan mengerjabkan matanya berkali-kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
With You Adrian
Novela JuvenilBermula dari pertemuan Kamilla Maharani siswi SMA Harapan Bangsa, dengan cowok sangar bernama Adrian Adinata Pratama si murid baru. Pertemuan mereka yang tidak direncanakan itu, membuat Kamilla selalu ingin memasuki dunia Adrian. DESSCHYA Copyright...
