31 (REVISI)

2K 115 4
                                        


Kamu menyakiti, maka nanti kamu akan tersakiti. Begitulah hukum karma.




Happy Reading


Sepeninggalan Al, Joseph bersama istrinya dan juga Alan melanjutkan pembicaraan mereka.

"Terima kasih karena sudah merawat Al dengan baik," kata Alan sambil tersenyum ke arah Joseph.

"Iya, kami yang harusnya berterima kasih padamu," sahut Joseph.

"Oh ya sejak kapan kalian di Indonesia?" tanya Alan penasaran.

"Baru beberapa hari karena hari ini Al kan wisuda. Kamu sendiri?" sahut Joseph.

"Hampir 4-5 tahunan," jawab Alan.

"Oh ya, gimana kabar Arana?" tanya Jessica lagi.

"Aku masih belum bertemu dengannya. Kuharap dia baik-baik saja dengan anak yang dikandungnya," jawab Alan sedih.

"Maaf..." ucap Jessica merasa bersalah.

"Istrimu hamil?" kaget Joseph.

"Iya, sewaktu insiden itu Arana tengah hamil 5 bulan," jawab Alan.

"Kalau sekarang dia pasti sudah besar," tutur Jessica.

*




Theo sedang berada di ruangannya. Ia tengah mendengarkan penjelasan dari salah satu orang kepercayaannya, Andre.

"Bagaimana? Apa kamu sudah mendapatkan profil dari mr. Giraldi?" tanya Theo pada Andre. Andre mengangguk kemudian menyodorkan sebuah dokumen pada Theo.

"Di dokumen itu ada profil dari Mr. Giraldi " jawab Andre. Theo kemudian membuka dokumen tersebut dan membacanya.

"Giraldi Albert Lordham? Tanggal lahirnya sama dengan tanggal lahir cucu saya, Albert Gestawinsky." kata Theo.

"Dia memang cucu Anda, tuan," sahut Andre. Theo memandang Andre tak percaya.

"Di halaman berikutnya ada catatan medis dari Mr.Giraldi. 17 tahun yang lalu dia pernah di rawat dan mengalami amnesia. Menurut informasi dokter yang memeriksanya, Mr.Giraldi sewaktu dirawat tercatat dengan nama Albert Gestawinsky." jelas Andre.

"Dia.. Apa benar?" Theo tampak sangat terkejut.

"Benar, tuan." jawab Andre.

"Cucuku..." lirih Theo pelan.

Arnessa sedang makan malam bersama keluarganya. Arjuna sedang membicarakan tentang hal apa yang akan di lakukan Askar selanjutnya.

"Jadi kamu akan kerja di tempat papa?" tanya Arjuna pada Askar.

"Iya, pa. Sebisa mungkin aku bantuin papa." jawab Askar.

"Oh ya pa, ada sesuatu yg mau kuomongin." tutur Arnessa.

"Ada apa sayang?" tanya Arjuna.

"Al.. maksudku Giraldi, dia adalah putra dokter Alan, teman papa." tutur Arnessa.

PRANG!
Monika menjatuhkan gelas yang ada di tangannya. Askar pun tersedak saat mendengarnya. Arjuna membulatkan matanya. Arnessa pun ikutan kaget karena respon yang tidak biasa di berikan oleh keluarganya itu.

"Ke..kenapa kalian kaget?" tanya Arnessa bingung.

"Dari mana lu tau?" tanya Askar.

"Dari Daddy dan Dokter Alan yang kebetulan ketemu di restoran." jawab Arnessa.

DOULEUR [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang