HAPPY READING
Askar benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Arnessa yang ingin sekali mendekatkannya dengan temannya itu, Lioni. Padahal Askar sama sekali tidak pernah tertarik dengan Lioni. Askar merasa deja vu karena dulu Aurella juga pernah berusaha mendekatkannya dengan temannya, yaitu Cindy. Askar memang tidak pernah dekat apalagi pacaran dengan siapapun. Hal ini terjadi bukan karena dirinya homo. Sungguh Askar masih normal hanya saja prioritasnya sekarang bukan cinta, tetapi keluarga.
Kejadian yang menimpa Aurella cukup membuatnya terus menyalahkan dirinya sendiri yang tidak becus dalam menjaga adiknya sendiri.
Askar mencari diary Aurella yang ia simpan di kamarnya tetapi tidak menemukannya. Askar bingung. Diary itu hilang karena ia lupa menaruhnya atau memang ada yang mengambilnya?
Askar berusaha mencarinya karena Askar belum selesai membaca diary tersebut dan baru hari ini Askar menyadarinya.
Bel rumah berbunyi. Arnessa yang kebetulan berada di ruang tengah kemudian membukakan pintu. Muncullah Rico, Evan dan juga Fino.
"Hai, Arnessa. Askarnya ada, kan?" tanya Fino. Arnessa mengangguk.
"Di kamar," jawab Arnessa singkat. "Silahkan masuk."
Rico, Evan, dan Fino kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar Askar. Mereka kaget melihat kamar Askar yang berantakan, tidak seperti biasanya.
"Astaga! Lu gak lagi patah hati kan, Kar?" pekik Fino. Askar hanya memutar bola matanya.
"Gue kehilangan sesuatu yang berharga," jawab Askar yang terlihat seperti orang yang kebingungan.
"Apaan?" tanya Evan.
"Ada," jawab Askar enggan.
"Dari dulu lu gak pernah bener ya Kar jaga hal berharga," kata Rico tiba-tiba bersuara.
Semua mata tertuju pada Rico karena ucapannya barusan. Arnessa yang tidak sengaja lewat pun mendengar dan akhirnya menghentikan langkahnya.
"Ric, jangan mulai deh. Kita kesini buat seneng-seneng," tegur Evan.
"Iya, bukan buat galau-galauan kek anak perawan," sambung Fino.
PLETAK
Evan langsung menjitak kepala Fino.
"Aduh Evan jahadd." Fino mengaduh kesakitan.
"Lu tuh ya gak pernah liat sikonnya." Gusar Evan kepada Fino.
"Lu tuh kasar gak berperasaan. Pantes aja jomblo!" balas Fino tidak terima.
Askar hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Awalnya ia kira dirinya dan Rico lah yang akan adu mulut tetapi ternyata perkiraannya itu salah karena faktanya sekarang Evan dan Fino lah yang sedang adu mulut. Arnessa merasa bosan kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
Arnessa mengecek ponselnya tetapi tidak ada satupun chat dari Al. Pikiran buruk mulai bermunculan di benaknya. Akhirnya Arnessa memutuskan untuk ngechat Al duluan.
Arnessa Julia : Al dimana?
Arnessa Julia : Al masih ingat Arnessa kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
DOULEUR [COMPLETE]
Romance"Aku, kamu, penuh luka." Arnessa,si gadis cantik dengan rambut ombre sejak lahir. Rambutnya itulah yang membuatnya terlihat istimewa. Arnessa itu ramah,ceria,mudah bergaul. Setidaknya itu menurut orang di sekitarnya. Tetapi siapa yang tau bagaimana...
![DOULEUR [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/122349720-64-k367505.jpg)