Chapter 28 ~ Yang Dilakukan Sebuah Keluarga

106 6 2
                                    

Up date : 21st November 2017

*********

Cerita Sebelumnya........

Leon mendapatkan donor kornea dan pergi ke rumah sakit bersama Don untuk melengkapi berbagai keperluan, sementara Lydia pergi berkerja seperti biasa. Di rumah sakit, dia mendengar keganjilan tentang pendonornya. Tidak lama, berita tentang badai salju yang lebat memenuhi TV, dan Lydia yang seharusnya masih terjebak di tempat kerja.........tidak ditemukan dimanapun termasuk rumah.

Tidak lama telepon berdering, dari Lydia. Dan gadis itu menyatakan sedang berada di rumah keluarga James?! 

********

Aroma manis dan hangat dari sup krim yang mulai mengeluarkan gelembung-gelembung panas di dalam panci memenuhi apartemen. Langit masih gelap di luar sana tanpa ada jejak sedikitpun dari sinar matahari. Ia tahu ini masih terlalu pagi, kantong mata masih bertengger di bawah matanya, fakta bahwa dirinya kurang tidur mungkin terbaca jelas di wajahnya. Tapi ia tidak bisa tidur. Hari itu mulai dekat, dan hatinya selalu menjerit setiap saat mengingat bahwa ia harus pergi jauh dari Leon. Malam ketika dirinya menuangkan isi hatinya di hadapan Evelyn, berharap mungkin ada hal lain yang bisa dilakukannya selain pergi bak angin, tapi harapan itu tidak pernah ada. Evelyn tidak bisa menyarankan apapun untuknya selain menyemangatinya. Memang, tidak akan ada seorang pun yang tahu, apakah suatu tindakan itu tepat atau tidak, benar atau salah, selain orang yang terlibat langsung di dalamnya.

Tapi apa yang benar dan tepat?

Sejauh ini yang dirasanya benar dan tepat adalah pergi dari kehidupan Leon. Karena sejak awal, ia tidak pernah 'benar-benar' ada dalam kehidupan pria itu. Saat dimana Leon membuka mata untuk melihat, adalah saat yang paling krusial. Dulu, ia hanya selalu berpikir untuk melindungi hatinya, melindungi diri dari luka ketika terbesit bayangan Leon yang mengusirnya setelah pria itu tahu apa yang sudah dilakukannya. Tapi rasa cintanya, membuatnya kuat. Ia benar-benar mencintai Leon, ia ingin menjadi orang pertama yang dilihat pria itu, ia ingin Leon melihatnya sebagai 'dirinya', maka meskipun Leon akan mengusirnya, setidaknya Leon sudah melihatnya bukan sebagai Lydia. Jika memang harus seperti itu, maka hatinya siap untuk diusir dan terluka. Tapi bagaimana dengan harapan Leon? Harapan yang akan terus menggema dalam diri Leon ketika saat itu tiba, adalah sesuatu yang tidak memerlukan kehadirannya disana. Yang ingin dilihat Leon adalah, seorang gadis dengan rambut pirang seperti di foto itu. Bukan dirinya. Itu adalah hal yang akan membuat pria yang paling dicintainya bahagia.

Semudah itu.

Karena itu ia akan pergi. Leon akan bahagia saat itu, dirinya tidak bisa membawa kesedihan barang sedikitpun. Setiap menit berlalu, maka semakin dekat pulalah hari itu. Jika semua orang ingin menghabiskan waktu terakhir mereka dengan kebahagiaan, entah kenapa ia tidak mampu berpikir seperti itu.

Ia tidak mampu bahagia di saat seperti ini. Ia tidak mampu menikmati kehangatan pelukan Leon malam tadi ketika dengan gugup ia kembali menyusup berbaring di samping Leon. Seberapa keras ia mencoba, perpisahan itu selalu membayanginya, menjauhkannya dari kebahagiaan, membuatnya tidak bisa menikmati saat-saat terakhir yang sebentar lagi akan musnah. Ia selalu berpikir, setelah bahagia di saat terakhir ini, apa yang bisa dilakukannya? Ia hanya bisa melihat masa depannya tanpa kehadiran Leon.

Sehingga yang paling tepat baginya untuk saat ini adalah, membiasakan diri untuk jauh dari Leon. Meskipun itu berarti tempat kosong dalam dirinya harus selalu merasa nyeri, tempat dimana hatinya dulu berada. Hatinya yang kini sudah berada dalam genggaman orang lain yang bahkan tidak menyadarinya. Dirinya akan menjauh hingga suatu saat nanti, tempat kosong dalam hatinya itu tidak akan terasa nyeri, dan seiring berjalannya waktu mungkin ia akan lupa bahwa dirinya pernah memiliki hati yang selalu mencintai pria itu.

Unseen Love (SUDAH TAMAT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang